Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Selamat Tinggal Merah Kesayangan


__ADS_3

Malam hari sepulang Nando dari masjid, keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga. Marsya membuka pembicaraan mengenai fasilitas yang dijanjikan Nando


"Maya, mulai hari ini kamu bawa mobil merah Kaka tapii inget jangan dipakai keluyuran, khusus buat kuliah, temani mama kalau kemana2 kalau kamu pakai macam2 awass kaka ambil lagi nanti"


"iyaa kaak" jawaban singkat Maya mendengar wejangan dari kakak nya yang super bawel


"oiyaa, kakak gak mau nambaihin uang bensin jadi kamu harus hemat dari uang jajan kamu"


Nando memberi kode kode khusus dengan jari nya, seolah berkata iyakan aja, tenang ada aku


maya yang melihat gerakan kaka ipar nya itu tersenyum lalu menjawab perkataan Marsya "iya kaakk"


"hmmm apa lagi yaa yang harus aku bilang?"


"sepertinya udah semua" jawab nando memecah kebingungan Marsya


"udh jelas belum Maya?"


Nando menjawab lagi "jelass banget apalagi bagian ga nambahin uang bensin"


"iihh kok kamu yang jawab mulu, mayaa jelas belum?"


"iyaa kakaa, jelasss"


Maya dan Mama Nur hanya bs tersenyum melihat intraksi dari Marsya dan Nando


Alhamdulillah, kak Marysa terlihat bahagia sekarang


.............


Maya dan Mama Nur akhirnya pulang, menggunakam citycar merah yang sudah berhari2 parkir diluar gerbang.


"hati hati nyetir nyaa, jangan lupa lampu sen kalo mau belok belok....babaaayyy" ucap Marsya setengah berteriak di halaman depan


Mama dan Maya melambaikan tangan seraya berkata "asalamualaikum"


"wa alaikumsalam warohmatullah"

__ADS_1


setelah mobil berlalu, Nando memeluk Marsya dari belakang yang masih mematung melihat kepergian mobilnya yang sudah tak tampak lagi


"sedih ya?"


"hmm simerah udh pergi, sekarang jadi si putiih ini, oiya sayang berapa CC mobil ini?"


"2500cc, ini kamu isi sol*r ya, awas jangan pake pertali*e, mogokk nanti"


"oohha besar bgt, wajar siihh bodynya lebih besar, dari city car pindah ke SUV, pasti pemakaian bensinya kerasa bgt nanti" Marsya mengeluh sambil Ngode


"iyaa iyaa, aku tambahin uang bensin nya" jawaban Nando santai


"aaahhh bener yaa asikk asikkk"


melihat reaksi Marsya, Nando geleng kepala, dasarr perempuaan, uang belanja bulanan aja gak pernah habis, sempet sempetnya mikirin bensin, hobi banget nimbun duitt, Nando pun meninggalkan Marsya duluan kembali ke dalam rumah


"kenapa kamu geleng geleng kepala? sayaaanggggg ajarin dulu cara pake nya"


"besok ajaa, aku ngantukk"


"gamauu, aku kan pengen coba mobil baru aku....aahh aku pake SUV eropaah sekarang, sayaaangg, cepat keluar laggii"


Nando pun mengalah, akhirnya keluar rumah lagi menghampiri Marsya uang sudah duduk depan kemudi dan dia ikut masuk ke kursi penumpang d samping kemudi


"sayaang, kok rumit banget sihh, gimana pake nya ini semua"


"yang penting kamu bisa nyetir, ga ngerti apa2 juga gak masalah" jawb Nando santai


"wuuww, keren gak aku pakai inii"


"sesenang itu kamu? bik sum bilang selama aku pergi kemarin km pegang kunci nya aja gak pernah"


"yeaay, kemarin kan masih punya kamu, aku gak berani laah ngotek ngotek...kalo sekarang kan udh jadi punya akuu" Marsya tersenyum sambil tetap fokus melihat fitur apa saja yang di miliki mobil baru nya


"sepertinya ada yang salah dengan cara fikirmu. kalo fikir2 aahh benar juga yaa" Nando mencoba flashback kebelakang


"apanya yang salah dan apa yang benar?"

__ADS_1


"dari saat pertama msuk kerumah ini, saat aku bilang punya kita, saat itu kamu berani menggunakannya, saat aku bilang milikku sedikitpun kamu gak akan menyentuh tanpa ijin aku, sepertinya kamu tipe orang yang kalo aku mau ngasih apa2 sama kamu harus jelas ijab nya ya"


marsya kebingungan sendiri dengan arah pembicaraan Nando


"maksud kamu apa sihh" bingung, Marsya beneran bingung


"Marsya dengar aku, dirumah ini, semua nya punya kita, okee..termasuk brangkas milikku dan milikmu, itu punya kita...dua mobil ini, punya kita jadi kamu boleh pake yang mana aja, kita bisa share"


"wooowww, seriuss?"


"iisshhh, oiyaa satu lagi semua aset pribadi aku itu juga punya kita, walau semua masih nama aku, kalo kamu mau aku bisa balik nama jadi namamu"


"eehhh gausah gausaah, cukupp kamu bilang punya kita, aku udah senang kookk"


"okee, jadi faham yaa jangan kamu bikin batas lagi, hartaku itu harta kamu juga jadi punya kita, tapi hartamu tetap jadi milikmu"


"yaa sayang, kalo kartu2 mu juga itu jadi punya kita gak?"


"yaa tentu aja"


"aku pegang dua, tapi kamu ada enam, share boleh dong jadi sama2 pegang 4"


"kenapa, dua yang aku kasih aja jarang kamu pakai, kenapa kamu minta dua lagi"


"ya seenggak nya aku bisa ngirit 4 kartu nanti, aku masih was was kalo kamu yg pengang"


"hahahaaa....." Nando tertawaa


"kenapa ketawa sihh, apa gini aja, kamu pegang dua aku enam? keren kan ide aku"


"habiskan dulu yang dua itu, baru nanti aku kasih lagi"


"oohhh tidakkk bisaa, aku senang kalo tiap bulan saldo di kartu Debit itu nambah terus, seperti imun yang menyenangkan, dan kreditkard nya gakan aku pakai kalo gak ada diskon"


Nando keluar dari mobil sambil tertawa, dia kembali masuk ke dalam rumah meninggal kan Marsya


"sayaaang, kenapa masuk rumah lagii..kamu belum ngajarin apa2 siiii, Sayaaaaaaaaanggggg"

__ADS_1


.............


__ADS_2