Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Pertemuan Rahasia


__ADS_3

Neina sudah berada diruang kerja Nando. Dia duduk berdampingan dengan Doni di sofa kecil dalam ruangan itu. wajahnya sangat kesal karena pertama kalinya datang ke Galery Marsya bukan untuk merencanakan pernikahannya, melainkan karena pekerjaannya sebagai psikolog.


Sementara Marsya sudah sibuk di lantai 3 bersama calon pengantin dan crew weddingnya.


"apa yang ingin kamu bicarakan sama aku Nando?"


"gimana kalau kamu minum dulu, sepertinya kamu sedang kesal" Nando mencoba mencairkan suasana


"aku baik baik saja, aku seorang psikolog, aku bisa mengontrol emosiku dengan benar"


"benarkah, aku lihat tidak seperti itu"


"Boss, bisa langsung ke inti nya aja?" Doni mulai kesal karena Nando yang malah menguji kesabaran Neina


"baiklah...tapi sebelum mulai apa aku bisa pastikan yang kita bicarakan di ruangan ini hanya rahasia antara kita bertiga?"


"tenang saja, rahasia client sudah menjadi kewajiban dari profesi kami" jawab Neina tegas


"okee...Neina tentunya kamu tahu yang terjadi pada istriku akhir akhir ini, dia pingsan setiap kali aku tidak berada di sisinya. aku tidak tahu itu kebetulan atau tidak tapi untuk mencegah hal itu terjadi lagi aku selalu bersama nya kemanapun dan kapanpun. dan sejauh ini aku berhasil. istriku sehat dan tidak pernah kehilangan kesadaran nya lagi"


"baik, lalu?"


"semalam, saat aku terbangun tidak sengaja aku melihat marsya menangis dalam tidurnya. dia tidak menangis sesegukan atau bersuara sedikitpun, hanya saja dia tertidur sambil mengeluarkan air mata"


"sudah berapa lama dia seperti itu?" tanya Neina serius


"aku kecolongan dalam hal ini, Marsya bilang semenjak dia hamil, bantal nya memang selalu basah saat bangun tidur dan dia menyangka itu hanya iler nya saja padahal aku lihat sendiri itu berasal air mata nya"


"Nando, boleh aku bertanya sesuatu yang sedikit pribadi padamu?"

__ADS_1


"silahkan, akan aku jawab dengan jujur"


"apa Marsya bahagia dengan pernikahan kalian?"


"tentu saja, kami menjalankan kehidupan rumah tangga yang sempurna"


"oke, lalu apa mungkin Marsya tidak menginginkan kehamilannya?"


"aku dan istriku tidak memiliki target kapan harus memiliki anak, kami melaluinya dengan santai, ada atau tidak adanya anak diantara kami itu tidak jadi masalah karena kami sudah memiliki Denish dan tentu saja kabar kehamilan ini seperti berkah yang kami terima"


"seharusnya dengan prinsip kalian yang seperti itu, sudah tidak ada lagi alasan bagi Marsya untuk menderita. dia memiliki suami yang mencintainya tulus tanpa menuntut apapun padanya"


"menderita? apa maksudmu Marsyaku menderita"


"Maaf Nando, belum waktunya kamu mengajukan pertanyaan..tolong jawab dulu setiap pertanyaan aku biar aku bisa tahu akar masalah nya"


"waahh, Donii seperti ini ternyata pacarmu...aku baru tahu"


"Beb, aku denger loohh"


Neina hanya menjawab Doni dengan lirikan kesal


"oke kita lanjutkan, bisa kalian profesional jangan libatkan hubungan percintaan kalian dengan masalah istriku?"


"tentu saja bisa, Nando apa Marsya punya trauma tertentu?"


Nando berfikir sejenak lalu menjawab "ada, dia trauma naik pesawat terbang"


"kapan tepat nya dia mendapatkan trauma itu, apa dia pernah kecelakaan atau semacamnya?"

__ADS_1


"bukan dia, tapi almarhum ayah nya Denis meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang. Dia bahkan menggila bila aku akan naik pesawat, dia fikir aku kan mengalami hal serupa."


"apa Marsya pernah bertemu psikolog untuk mengatasi trauma nya itu?"


"tidak, kamu psikolog pertama yang tahu"


Neina menatap Doni tajam. seperti ingin berkata bahwa masalah Marsya sangat serius.


"ada apa ini, kenapa kalian berdua jadi lirik2an begitu..bilang sama aku, aku suaminya berhak tau"


"Bos, sudah 30 menit berlalu bukankah seharusnya anda ke lantai tiga dahulu untuk setor muka pada Nyonya Bos" ucap Doni mengingatkan


"okee, Neina kamu tahan pertanyaan selanjutnya sampai aku kembali dan jangan melakukan apapun diruangan ini kalau gak ada aku. ingat kalian berdua belum muhrim"


"yaampuunnn sempet2 nya mikir kesitu bos"


"jaga jaga aja, Marsya bilang ini ruang kerjanya yang suci jadi jangan kalian nodai oke" Nando pun segera berlalu menuju lantai tiga.


...............


"apa kamu bisa mengatasi ini beb?" tanya Doni saat langkah kaki Nando sudah tak terdengar lagi


"aku belum tahu, hanya saja masalah ini lebih rumit dari yang aku fikirkan sebelum nya. aku harus berbicara langsung dengan Marsya, hanya saja dari yang aku lihat Marsya bukan tipe orang yang akan membicarakan masalah pribadinya dengan orang lain"


"memang apa yang kamu lihat dari kepribadian Marsya?"


"dia wanita baik, penyayang dan ceria.. dia lebih suka melihatkan senyum daripada lukanya..tapi dia bisa saja meledak bila harga dirinya di injak injak dan dia wanita beruntung karena mendapatkan suami tanpa perlu pacaran bertahun tahun"


"beb kok nyambung nya sesitu" Doni tau arah membicaraan Neina yang sedang menyindirnya

__ADS_1


...............


__ADS_2