Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Pengantin Yang Menyedihkan


__ADS_3

Pagi hari di ruang makan, keluarga Nando sedang menikmati sarapan nya. Marsya terlihat sedikit pucat dan tidak bersemangat.


"Nando, pagi ini tolong antar Denis sekolah ya, aku mau ke galeri sedikit siang"


"Tidak masalah, tapi tidak biasanya kamu pergi siang, kenapa apa kamu sakit? sepertinya kamu pucat"


"makasih sudah mau ngantar Denis, aku baik baik aja, cuma belum makeup" Marsya mengucapkan dengan nada datar. Kekesalan hati nya pada Nando belum tersalurkan, sejuta pertanyaan di benaknya di tahan sedemikian rupa hingga Marsya berubah menjadi dingin dan jarang berbicara kepada suaminya semenjak Ciuman Mendadak itu.


.........


Doni sudah menunggu di halaman depan, menyapa Nando serta Denis


"Pagi bos dan bos kecil"


"pagi om Doni, ayo anterin Denis sekolah"


"Siap bos kecil, berangkat"


maka mobil Nando pun Melaju menuju sekolah Denis, Doni dan Nando di kursi depan dan Denis serta Rosa di belakang


.........


Dirumah, Marsya meminta agar bik Sum dan Inah pergi berbelanja, dia memberikan uang serta berpesan pada bik Sum agar jangan buru buru kembali, bila perlu mampir ke rumah mama mertua nya dulu.


"bik Sum pulangnya mampir ke rumah mama Nadia dulu saja, nanti sore aku jemput sekalian jemput Denis ke rumah mamaku"

__ADS_1


pesan yang cukup aneh menurut bik sum, mau apa Nyonya mudanya itu menyendiri di rumah, apa lagi keadannya terlihat kurang sehat


"aku gak apa apa bik, Nanti Mas Nando aku minta pulang awal buat temanin aku di rumah, tapi bik sum pergi nya kalo Mas Nando sudah datang yaa, tar langsung jalan aja gausah pamit sm aku dulu"


"oohh, mbak Marsya mau berduaan doang toh sama mas Nando, iih bilang aja langsung sm bibik, guasah modus nyuruh belanja segala"


bik sum iihh mikirnya kejauhan bgt, bukan gitu aku ada beberapa hal yang harus dibahas sm Nando, tapi kurang nyaman kalo dirumah ada orang lain tapi gak mungkin kan aku jelasin ini sm bik Sum


Marsya tersenyum dan berkata "bik Sum memang pengertian, hahaaha"


lalu Marsya pergi ke mobilnya mengambil koper yang dia siapkan dari Galerry kemarin, dan masuk ke kamar nya.


aku tidak tahan lagi, kebaikan Nando yang seperti ini semakin lama semakin menyakitiku, bila memang ini akhirnya bukankah itu lebih baik daripada aku harus terus bersikap seolah rumah tangga kami baik baik saja. aku butuh kejujuran Nando sekarang, aku siap bila faktanya pernikahan ini akan gagal karena memang tidak ada cinta dihatinya untukku.


Marsya menyalakam shower dikamar mandi nya, lalu menangis sejadi jadinya. selesai membersihkan diri, dia membuka koper tadi dan tampkalah kebaya pengantin putih yang dia pakai dihari pernikahannya.


kebaya itupun dipakainya, lalu Marsya merias tipis wajahnya dan memakan hijab yang simpel tanpa asesoris apapun


Marsya, sungguh kamu pengantin yang menyedihkan, gumamnya pada cermin. air mata memetes lagi dari pipinya


...........


setelah bergelut dengan fikirannya sendiri, akhirnya Marsya menelpon Nando


"halo Nando, sudah sampai kantor"

__ADS_1


"iya, udah dari tadi, ada apa tumben telpon"


"hmmm, apa hari ini kamu sibuk? sepertinya aku sakit, kamu bisa pulang lagi"


"kamu sakit apa, tunggu aku, kita ke dokter, aku tiba 20 menit lagi" nada kepanikan sungguh jelas dari suara Nando


"iya, hati hati dijalan, guasah ngebut"


semua perhatianmu itu seperti obat yang bisa membunuhku


.........


"Don, batalin smua jadwal hari ini, aku mau pulang"


"ada apa bos, apa ada hal darurat"


"istriku sakit"


sakit, tadi keliatannya baik baik aja, padahal jadwal Nando padat banget hari ini tapi percuma bilang sama tuan bucin ini, biarkan saja dia pulang


"baik bos, apa saya perlu antar?"


"gausah kamu di kantor aja"


"tapi mobil saya dirumah bos, jadi biar sekalian ambil mobil, lalu saya kembali ke kantor, lagi pula bos sedang panik, biar saya yang mengemudi"

__ADS_1


"hmmm baiklah, ayo cepat"


...........


__ADS_2