
Ilham mengambil alih Hp, lalu memberikan restaurant tour pada viewers yang setia itu, sambil berjalan dia membaca komen2 yang terus penasaran apakah ini betulan akunnya Marsya, kok isinya para cogan doang, sangat jauh berbeda dengan live2 sebelum nya yang selalu berisi tentang Makeup
"no, no gaess....kalian tidak salah chanel, ini memang chanel nya kak Marsya"
"apa?? perlu bukti? really gaes..." ocehnya sendiri setelah membaca salah satu komentar
Ilhampun mendekat ke meja Nando dan ditempati oleh Hasbi, suaminya Fatimah, juga Doni
"ini buktinya, kalian kenal kan siapa ini? yuupp ini lah suami tersayang dari kak Marsya, oke kak Nando tolong sapa followers nya kak Marsya" dalam live ini Ilham sengaja memanggil Nando pakai Kak, karena untuk tontonan umum, padahal sehari2 hanya pakai nama saja, karena Nando yang memintanya.
Nando menjawab dengan sangat cool, keren dan berkharisma seperti biasanya, tidak banyak yang dia ucapkan, dia kembali menjadi Nando yang bila ada di tempat umum, pelit bicara.
"hai" itu sapanya singkat pada kamera
"oiya kak, tolog dijelaskan pada viewers disini yang penasaran kita siapa"
"ini semua keluarga besarku, para sepupu dari Alsyech Family"
ya tuhan, keluarga Alsyech isinya pangeran semua
aku tidak tau cara nya Kak Marsya bernafas bila di dekat mereka
bertaburan cowo ganteng di live kali ini
komentar semakin menggila dengan pemandangan para pria yang sedang melanjutkan makan siang.
Padahal tidak banyak yang mereka lakukan, hanya makan siang, mereka melakukan sangat real seolah2 tidak ada kamera yang menayangkan live. bila Ilham mendekati seseorang, lalu orang itu akan menyapa singkat dan melanjutkan obrolan dengan teman semeja nya.
...........
Marsya berlari menuju restoran,
__ADS_1
apa yang Nando lakukan dengan live itu. aaahh kenapa gak ijin dulu sihh
ketika didepan Pintu restoran tampak beberapa istri yang menyaksikan, tanpa berani masuk ke dalam
"kenapa kalian disini?" tanya Marsya yang hendak menerobos pintu
"eehh tunggu, belum waktunya kamu masuk" ujar Tania yang menahan tangan Marsya
"aduhh harusnya kami siapkan gaun untukmu jugaa, kenapa pakai baju gini, gak match banget nanti" lanjutnya saat melihat marsya yang memakai pakaian casual yang sama dengan saat dia pakai pertama kali ke hotel
"cuma baju ini yang ada di kamarku, gak mungkin aku pakai dress yang semalam kan, masih basah gara2 berenang"
"tunggu disini, aku cari bantuan dulu" ujar Eliza yang langsung menghubungi seseorang di HP nya "kamu beruntung di loby hotel ini ada butik terkenal tunggulah sebentar lagi pakaianmu datang"
"sebenarnya ini ada acara apa, kenapa mereka pakai sosmed ku untuk live"
"hanya acara makan siang" jawab Tania santai
"cemburu? hahahaha...Marsya kami percaya pada suami kami, apapun yang mereka lalukan, mereka masih dalam batas wajar untuk seorang suami"
tak berapa lama, dress yang dipesan Eliza pun datang, lengkap dengan hijab nya, Dress itu berwarna merah, sama dengan dasi yang dipakai para pria, lalu mereka menarik Marsya ke rest room terdekat
"kenapa gak di kamarku aja"
"kejauhan, cepat ganti dulu"
Marsya mengikuti kemauan mereka walau belum mengerti maksud dan tujuannya
"bukannkah makeup nya Marsya terlalu simple?"
"tidak, jangan lakukan apapun pada makeup nya, Nando bisa marah" semuanya mengganguk bersamaan tanda menyetujui ucapan Eliza
__ADS_1
Marsya yang selesai bertukar pakaian ikut bergabung "kenapa kalian bisa nebak suamiku akan marah kalau aku berdandan?"
Tiga orang istri yang mendampingi Marsya di area rest room itu pun tertawa "tentu saja kami tahu, dengan penampilanmu yang selalu sederhana itu bisa lolos dari penilaian Nando, artinya dia menyukaimu apa adanya, bila tidak, kami yakin Nando pasti sudah vermak kamu habis2an"
"yayaa, aku tahu aku jelek, perlu vermak dimana2" ucap Marsya sambil memonyongkan bibirnya
"Marsya, maaf kami bukan bermaksud meledek fisik kamu, kamu cantik kok buktinya Nando bisa takluk padamu" ucap Eliza merasa menyesal
"haha, santai Eliza, setelah beberapa hari dengan kalian sedikit banyak aku mulai mengerti dengan karakter kalian yang nyablak, tenang saja aku akan menyesuaikan diri"
Eliza memeluk Marsya dari belakang "aku akan sekolahkan mulutku lagi supaya bisa dekat sama kamu, tapi tunggu, berapa tinggimu? knp kamu tenggelam dalam dress ini?"
Marsya yang awalnya terharu dengan ucapan Eliza pun melotot lagii
yayaa aku tahu aku pendek, sabaar sabarr
"kita kehabisan waktu, gak sempat cari hels baru" Ucap Tania setelah melihat jam tangan nya
"yasudah kita tukaran sandal saja, pakai punyaku" Eliza segera melepas sandal berhak tinggi milik nya dan segera memakai sandal hotel ceper yang dipakai Marsya "sedikit kebesaran, tp gak terlalu kelihatan nanti aku bilang Ilham supaya tidak menyorot kakimu"
mulutnya pedas tapi ternyata dia baik
"terimakasih Eliz, sekarang tinggi kita jadi sama setelah aku pakai sendalmu ini, hahhaaa, tapii kenapa hanya aku yang berdandan, kalian kok pakai baju santai gitu"
aah pertanyaan bodoh, mereka berpakaian gitu aja udh keliatan glamor dengan wajah dan postur tubuhnya, gak perlu kostum segala macam.
"tidak Marsya, acara ini milikmu, kami akan melihat dari luar saja okee" jawab Tania
"ayoo ayoo, waktunya cinderlela keluar"
.........
__ADS_1