
sebuah mobil box bertuliskan "Alsyech Grup" terparkir sempurna di Galery Marsya. sang kurir berkata bahwa dia membawa kiriman parcel dari sang Owner.
Yani yang kebingungan pun mencoba menghubungi ibu bos nya yang saat ini tidak datang bekerja untuk konfirmasi perihal parcel tersebut.
"bu Marsya, di galery ada yang kiriman parcel katanya dari pak Nando"
"oiyaa, terima saja Yani. besok aku ke Galerry sekalian bagiin buat kalian ya"
"hmmmm tapi buu, ini banyak banget"
"banyak? cuma 35 parcel kok, simpan saja ya susun yang rapi"
"baik bu"
setelah menutup tlp yani pun bergumam sendiri, masalahnya 35 paket itu cukup untuk membuka toko sembako, ada keranjang besar berisi makanan ringan full, beras 50kg, minyak 5literan, dus mie instan, gula kemasan, sirup, kurma, susu kotak dan kebutuhan dapur lainnya, masing2 ada 35 buah, ini sih bukan parcel tapi gudang logistik.
..........
Sementara dirumahnya Marsya sedang sibuk menghitung uang THR yang akan dibagikan untuk para pekerjanya. Nando yang melihatnya pun merasa aneh
"kenapa gak di transfer aja, kok cash kaya gitu"
"aku biasa kaya gini, mereka lebih suka uang cash, jadi gajinya nyata gak cuma masuk rekening"
__ADS_1
"memangnya kalo masuk rekening, uangnya bohongan?huuhh repot banget"
"biarinn.... suka suka aku weeww"
"berapa kamu kasih mereka?" tanya Nando sambil melihat beberapa amplop yang sudah terisi uang
"dua kali gaji, kenapa mau nambahin?"
"iya, kasih 3 kali lipat, kasihan takut gak cukup buat hari raya"
"hahahaa, sayang jangan kamu ukur penghasilan mereka dengan kamu, mungkin untuk kamu uang segini gak seberapa tapi berbeda dengan mereka, ini tu banyak banget tau, memangnya berapa gaji pekerjamu?"
"aku gak tau..tapi aku rasa untuk level terbawah sekitar segini perbulan" sambil menunjukan satu amplop yang sudah dia hitung
"tapi kerjaan mereka jg diatas rata2, seimbang lah. Tambahin isi amplop ini semuanya, aku tlp Doni dulu biar dia bawa uang cash ksini"
serbasalah kalau gini, bila aku tolak pasti terkesan aku menghambat rejeki karyawanku sendiri, tapi bila di terima, artinya tiap tahun aku harus tambah budget untuk pemberian THR, apa sanggup galeriku menanggungnya nanti. gak mungkin juga aku minta Nando tiap tahun untuk nombokin THR yang terlanjur di naik kan. Maaf karyawanku yang baik, kali ini aku harus tunda rejeki kalian.
"sayang....galeryku tidak kan sanggup menanggung 3x lipat THR tiap tahunnya nanti"
"kan ada aku" ucap Nando dengan nada datar nya
"Gak mauu, ini urusan kerjaan, jangan disangkutkan ke urusan pribadi"
__ADS_1
"Marsya sayang, sebuah perusahaan bisa sukses itu karena kerja keras para pekerjanya. mereka mengorbankan waktu yang bisa mereka pakai untuk bersama keluarga, tenaga yang banyak dan fikiran yang jernih untuk kita."
"sayang, tapi kan mereka cari nafkah disitu sudah jadi hal wajar kan berkorban waktu, tenaga dan fikiran?"ucap Marsya memberi pembelaan
"Benar, sama seperti kita kan? kita mencari Nafkah di tempat yang sama dengan para pekerja. semakin kita loyal pada mereka, secara naluri mereka pun akan loyal pada kita dan itu akan berimbas pada meningkat nya keuntungan perusahaan, karena di handel oleh orang orang yang berdedikasi baik, itulah simbiosis mutualisme"
Marsya masih mencerna apa yang diucapkan Nando, sebenarnya dia bukan bos yang pelit juga, dia selalu memberikaan hak2 pekerja sesuai dengan undang2 yg berlaku, bahkan tidak jarang dia memberikan bonus bila omset mereka melebihi target. tetapi tidak sekalipun terfikir seperti prinsip bisnis Nando, "memberikan lebih untuk mendapatkan lebih".
Bagaimana bila sudah memberikan lebih tapi ternyata hasil akhirnya sama saja, bukankan itu jadi suatu pemborosan nantinya. akankah bisnisnya bertahan bila Pasak lebih besar daripada Tiang?
Tapi Alsyech Grup buktinya, Perusahaan itu justru berkembang pesat menjadi suatu kerajaan bisnis yang menguasai export import ke seluruh penjuru dunia. bahkan dalam bidang Travel nya saja sudah seperti merk dagang yang bila orang berkata TOUR n Travel, otomatis akan teringat dengan Alsyech Grup.
Apa mungkin galery Marsya yang hanya memiliki sebuah ruko dan 15 orang pekerja, mengambil prinsip beresiko seperti Alsyech Grup. Beraatt....sangat berat
"Wooii malah bengong" ucap Nando mengacaukan lamunan Marsya
"sayang terlalu beresiko buat aku, jangan otak atik kebijakan bisnis ku dulu ya, buat saat ini kemampuanku memberikan THR hanya 2x lipat, kalau tiba2 dinaikkan, aku takut mereka berfikir kedepannya akan begitu terus, dan itu pasti memberatkan aku. gak mungkin tiap tahun aku minta kamu nombokin mulu, lagi pula aku memberikan gaji sesuai UMR kok, membayar uang lembur, memberi bonus dan tiap tahun ada kenaikan gaji berdasarkan kinerja masing2, jadi insya allah, ini cukup untuk mereka"
Nando tidak kecewa dengan penolakan Marsya, dia justru tersenyum dan bangga dengan pola fikir istrinya. "yaa, tentu saja kamu lebih tau kondisi keuangan perusahaanmu. Bagus juga bila ingin mengandalkan kemampuan sendiri secara finansial, setidaknya kamu mencegah perusahaanmu di akuisisi pihak lain. hahahaa"
siapa mau mengakuisisi galeriku? aaahhhh suamikuu kamu sudah punya Alsyech Grup kenapa harus mengambil galery kecil milikku...huhh
.......
__ADS_1