Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Sensi


__ADS_3

Nando kehilangan mimpinya, satu satunya wanita yang dicintai tanpa pernah bisa memulainya sama sekali.


tapi karna sudah terbiasa solat jamaah di masjid, akhirnya dia masih pergi ke mesjid setiap waktunya solat, walaupun kini bukan di masjid depan komplek lagi.


"ambil hikmahnya aja nando, skrg km jd rajin berjamaah tanpa alasan ingin ketemu gadis mobil merah itu...eehh dia bukan gadis lagi, tp ibu ibu muda" gumamnya sambil menyalakan mesin mobil menuju ke kantor nya


........


"jama'ah ke mesjid mana tadi bos?" tanya Doni saat Nando masuk ke ruangan kerjanya.


"Di mesjid raya depan pintu TOL"


"Luar biasa, di kantor ada musolah, mesjid jami paling beberapa meter aja dari sini tapi tiap hari keluyuran cari mesjid..iman mu luar biasa bos"


"Ketagihan solat berjama'ah"


"Ya tapi gausah mesjid jauh juga kali, oiyaa lupa sambil usaha cari jodoh sihh"


"Jangan bahas itu lagi Don!" suara Nando sedikit mengeras menegaskan dia tidak suka


Doni faham betul maksudnya, Nando tidak suka mendengar kata Jodoh, walaupun Doni tidak mengerti apa apa. karena Nando tidak pernah bercerita apapun, hanya dua bulan ini, Nando selalu marah dan mengeras setiap ada yang mengatakan soal jodoh dan pernikahan.


.........


suasana pagi di kediaman Nando


Dia sarapan sendiri, bertanya pada Bik Sum kenapa mama gak sarapan

__ADS_1


"tadi karna bapak pergi pagi sekali ke bandara, jd ibuk temani bapak sarapan duluan sekarang ibuk lg ke toko sembako mas, mau belanja katanya"


"toko sembako yang depan komplek?"


"iya lah mas, wong itu langganan ibuk dari dulu"


perkataan Bik Sum memang benar, mama berteman dengan ibu haji pemilik toko, biarpun sosialita yg terkenal di kotanya, tetapi cara berfikir mama masih tradisional, belanja ke pasar becek dan toko sembako sekitaran rumah, membantu rejeki pedagang kecil katanya.


tiba tiba pesan masuk ke hp Nando


dari mama "Nando sebelum kerja, mampir ke toko haji Ucu ya, mama lg belanja tp dompet nya ketinggalan, hahahaaa...tolong di anterin ya sayang"


hening....


hening....


hening.....


dulu mungkin dia akan berlari kegirangan bila dapat perintah ini, tapi sekarang dia bingung harus bersikap gimana.


"Bik Sum, dompet mama ketinggalan, anterin giih ke Toko haji Ucu"


"aduh mas, gak bisa bibik lagi panggang kue, kalo di tinggalin takut gosong"


yaa, karna BikSum sudah bekerja di keluarga itu dari Nando bayi, jadi sudah dianggap seperti keluarga, bahkan hanya BikSum yang berani menolak perintah majikannya...


akhirnya Nando mengantar pesanan mama ke Toko Haji Ucu, dia memasang wajah ES batu nya lagi..

__ADS_1


"nih ma"


"makasih, kamu pergi sendiri lagi, Doni mana?"


"biar aja dia bawa mobilnya sndiri, aku males di kawal terus"


padahal ini karena Nando yg sering kabur berburu masjid, jadi Doni sering tertinggal di kantor dan ahirnya pulang naik taksi, sampai akhirnya Doni memilih bawa mobilnya sendiri daripada ikut Bos nya yang lagi sensitif itu.


"eh ini nando?" suara ibu Haji Ucu


"iya bu"


"udah gede banget sekarang, ganteng juga, dulu suka ikut belaja waktu masih kecil"


Nando haya tersenyum lalu berpamitan kekantor, smbil mencium tangan mama serta bu haji


........


"Bu haji, punya sodara yg bs d jodohin gak sama Nando?" mama masih usaha aja, anaknya pasti ngamuk tuh


"haduh siapa ya, masa seganteng itu gak ada calonnya sih?"


"Yang ngantri sih sepanjang tol cipularang, tapi gitulah bu haji,di tolak semua"


"ada keponakan saya bu nadia, tapi janda anak satu, hahahaaa" (akhirnya tau juga nama mama, Nadia)


"iihh bu haji, becandanya bisa aja"

__ADS_1


Dan obrolan ibu ibu itupun ngelantur kesana kemari


.....


__ADS_2