Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Perlu Alasan yang Kuat


__ADS_3

Merasa Nando membangunkannya, Marsya pun menggeliat kecil


"ada apa sayang"


Nando bernafas lega, alhamdulillah istrinya masih bangun saat dia memanggilnya


"kamu nangis? bantal kamu basah" jawab Nando mencoba menahan rasa panik nya


"Nangis? enggak kok... bantal ini emang selalu basah tiap aku bangun tidur, kayanya semenjak hamil aku jadi ileran deh"


"apaa, jadi ini bukan pertama kalinya?"


Marsya pun akhirnya ikut duduk dan menghadap Nando.


"iya sayang, tapi ilernya gak bau kook...sumpahh" jawabanya polos banget


Nando langsung memeluk istrinya erat, sangat erat..banyak fikirann bermunculan di kepalanya. Rasa paniknya menjadi tapi dia tidak mau menujukan itu di depan Marsya.


Apa seperti ini bila wanita sedang hamil? atau ini hanya terjadi pada istriku.. Marsyaku menangis tapi dia sendiri tidak menyadarinya.


"sayang kenapa bangun malam2 gini?"


"aku gak apa2, hanya lapar saja" Nando tidak mau Marsya curiga bila dia sedang bingung saat ini


"sayang mau makan apa? aku siapkan ya"


"tidak perlu, kamu istirahat aja.. aku bisa cari sendiri di dapur"


"gak mauu, ayooo aku temani...aku juga mau makan udah terlanjur bangun..hehee" jawaban Marsya manja dalam pelukan Nando


"iyaa, ayo kita makan"


...........


Di Galery Marsya, Nando memanggil Doni ke ruangan nya, saat Marsya sedang sibuk dengan client nya di sofa depan.

__ADS_1


"Doni, aku ingin bertemu Neina secara rahasia"


"maaf bos, bisa saya pahami situasinya dulu, untuk apa anda bertemu pacar saya?"


"ada hal penting yang ingin aku tanyakan, aku tidak mau Marsya tau apa yang akan aku bahas tapi aku juga tidak mungkin meninggalkan Marsya, kamu ada ide caranya gimana?"


"apa ini menyangkut kesehatan nyonya Bos?"


Nando menganggukan kepalanya


"Baik, akan saya aturkan bila Nyonya bos sedang ada Job Makeup di hotel lagi nanti."


"tidak Don, weekend masih lama, aku mau secepatnya, bila perlu hari ini"


"akan sedikit sulit bila Nyonya bos tidak sedang melakukan pekerjaannya, karena pasti beliau disamping anda terus."


"hari ini Marsya akan melakukan Photoshoot di lantai tiga, bisa kamu bawa Neina kemari?"


"tapi bos, membawa Neina ke galery ini, bisa-bisa dia fikir kita mau melakukan persiapan pernikahan, itu dilema buat saya bos" Doni kebingungan kan tuhhh.


"Saya sedang serius bos, tapi demi Anda akan saya lakukan walaupun itu mengancam masa depan saya sekalipun"


"oke, nanti aku akan bilang sama Kareneina pacarmu itu jangan Ge eR di ajak ke galery, karena dia kesini bukan ngebahas hal pernikahan tp masalah kesehatan istriku"


"lebih baik anda tidak perlu mengatakan apa2, hanya akan memperkeruh suasana, biar saya yang urus dan saya harap alasan anda kuat karena saya harus menantang maut membawa wanita yang ngebet nikah ke galery wedding impiannya"


"ternyata hidupmu berat juga ya Doni" ucap Nando merasa kasihan


"terima kasih atas perhatian anda, saya permisi mau menjemput Pacar saya dulu"


"kenapa gak di telepon aja biar datang sediri"


"kalau saya telepon, sepanjang perjalanan dia bisa berfikir yang berlebihan soal rencana penikahan kami. lebih aman saya jemput sendiri supaya saya bisa jelaakan niat dan tujuannya, jadi tolong bosku relakan saya selama 2jam"


"okee....oiyaa tolong pulangnya belikan cheese cake, semalam aku ingin telpon kamu minta itu, tapi gak jadi gara2 Marsya ikut bangun"

__ADS_1


"waahh anda luar biasa, untung Nyonya bos bangun, bila tidak dimana saya cari Chesee cake jam satu malam"


"mana kutahu, itu urusanmu. cepat sana pergii, nunggu apa lagi"


"baik boskuu, saya permisi"


..........


"sayang, Doni mau kemana?" ucap Marsya yang baru masuk ke ruanh kerjanya begitu melihat Doni pergi menggunakan mobil


"ada urusan di luar, kamu jadi photoshoot siang ini?"


"jadii, calon pengantinnya udah datang, itu bukan Photoshoot sayang, tapi Photo Prewed, konsep nya sederhana kok jadi bisa pake studio mini di atas"


"aaah apa bedanya, sama aja foto2 juga"


"beda banget lahh....gak bisa di samain"


"terserahlah..oiya kalau kamu di lantai tiga, gausah sering2 naik turun kemari, nanti aku yang akan sesekali ke atas lihat kamu. Cukup turun saat pekerjaanmu sudah selesai"


"iya sayang..."


"besok aku pasangkan lift di ruko ini, supaya kamu bisa ke atas tanpa naik tangga"


"udah dehh jangan mulai, aku gak sanggup bayar listriknya kalau pake lift"


"reimburse ke aku soal tagihan listrik, repot banget sih"


"okee sayangkuu, aku lagi malas debat jadi suka suka kamu aja deh"


"gitu doong, kan manis kalo istriku nurut, sinii pelukan dulu, aku perlu suntikan energi" ucap Nando sambil memberi kode supaya Marsya duduk di pangkuannya


"uuucchh....perlu aku kunci pintunya?" tanya Marsya


Nando mengangguk, lalu merekapun tertawa bersama.

__ADS_1


.............


__ADS_2