Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Bukan Malam Pertama


__ADS_3

malam semakin larut...pengantin sudah ada dikamar hotel nya...


mama nur cukup pengertian dengan mengajak denis tidur bersama nya, agar tidak mengganggu aktivitas kedua orang yang baru resmi menjadi suami istri itu.


marya menukar pakaian nya di kamar mandi, menggunakan baju tidur panjang, lalu memakai kerudung simpel langsung pakai..sebenarnya marsya berfikir untuk pakai baju tidur yang pendek atau sedikit terbuka, tapi ada keraguan menggunakannya karena takut dikira mau menggoda, mengingat dia belum terlalu mengenal sifat suaminya itu.


"walaupun ini bukan malam pertamaku, apa harus aq langsung menunjukan sisi nakalku, nanti dia kaget, sedikit malu malu bolehlah"ucapnya sambil tersenyum geli


begitu keluar kamar mandi, dilihatnya nando sedang duduk bersandar di tempat tidur.. pandangan mereka bertemu dengan saling canggung.


aahh kenapa canggung gini ya


nando menepuk ruang kosong sebelah tempat tidur nya, agar marsya mendekatinya


marsya ikut duduk di tempat tidur sebelah nando


kenapa kamu berpakaian seperti itu, bukankah kita sudah menjadi suami istri, kamu bahkan masih menyembunyikan rambutmu


"marsya, buka kerudung mu"


usaha dong boskuu, knp harus aku buka sendiri, jangan jangan kamu juga mau menyuruhku buka baju sendiri


marsya cemberut, namun tetap menuruti permintaan nando, melepas kerudung lalu membuka ikatan rambutnya, terurailah rambut hitam lurus dan panjang itu, ia merapikan dengan jarinya, sementara nando masih terkagum dengan kecantikan di depannya, pertama kalinya melihat marsya tanpa kerudung nya..


apa ini, kenapa kamu lebih cantik dengan rambut hitam lurus itu. aaahh aku jadi ingin menciumnya.


"mulai saat ini, bukalah kerudungmu bila kita sedang berdua"


"heemmmm, baiklah"


"apa kamu sudah lelah"


"lumayan, acara tadi cukup menguras tenaga juga"


"kalo gitu kita tidur yaa, matikan lampu disebelahmu"


tunggu, dia bilang tidur? benaran tidur, apa kode, iihh gausah kode kodean lah, aku ngerti ko yang kamu mau, gumam marsya dalam hati


"serius tidur?" ucap marsya sambil merebahkan badannya dengan kaku


"ya terus mau apa lagi?" nando pun mengikuti gerakan marsya


kedua orang itu berbagi tempat tidur yang sama, memandang langit langit kamar yang sama, namun dengan pemikiran yang berbeda..


ayolahh,cium aku naik keatas badanku, apa kamu mengharap aku yang mulai duluan? aahh kenapa jadi nakal gini sih fikiranku


"marsya"


'eehh ....iyaa"

__ADS_1


"apa boleh kita tidur berhadapan sambil pegangan tangan"


bolehh,lebih dari itupun boleh


"baiklah" ucap marsya sambil memiringkan tubuhnya menghadap nando


lalu mereka berhadapan dan memegang tangan, dengan lampu kamar yang sudah gelap, suasana malam itu sangat mendukung untuk adegan plus plus tapi dengan perasaan nando yang sangat takut membuat marya semakin terluka, dia menahan keinginannya untuk hubungan suami istri


aku tau, bila aku memintanya pun kamu pasti bersedia, tapi setelah itu apa kamu akan menangis diam diam lagi? tidak marsyaku sayang, aku tidak akan sanggup melihatnya nanti. kamu belum memiki perasaan apa apa untukku, melakukan hubungan itu sekarang hanya akan menodai perasaanmu dan menjadi trauma baru untukmu. walau aku sangat menginginkannya, aku akan menunggumu, hingga kamu siap dan menyerahkannya dengan sukarela. aku akan menunggumu mencintaiku.


sekuat hati nando menahan hasrat dalam dirinya, menggenggap erat tangan marsya hingga ia tertidur lelap


baiklah tidur saja, mungkin sekarang dia lelah, atau mungkin dia tidak tau hubungan suami istri di tempat tidur itu seperti apa..


dan malam pertama pun berlalu hanya dengan berpegangan tangan


..........


pagi hari masya terbangun, namun nando tidak ada di sebelahnya..


kemana dia


terdengar suara air mengalir dikamar mandi, lalu nando keluar dari sana


"udah bangun? mandilah kita subuh berjamaah"


"iyaa" sambil bangkit menuju kamar mandi


"kopinya cuma ada ini di mini bar, tapi lumayan enak juga"


"tentu saja enak, ini kopi pertama yang di buat oleh tangan istriku" ucap nando datar


"gausah berlebihan memuji nya, kopi siap saji ini cuma aku siram air panas doang kok"


nando tersenyum, memang bener sih


"marsya, nanti check out aku antar kamu kerumahmu ya, packing baju mu sama baju denis, kita pindah ke rumah kita"


"rumah kita? rumah yang kamu tempati sekarang?"


"bukan, itu rumah mama papa"


"lalu rumah mana lagi?"


"rumah yang sudah aku bangun khusus untukmu"


"wahh bohongmu keterlaluan, kita ketemu aja baru 2mingguan, mana bisa ngebangun rumah dalam waktu sesingkat itu" jwb marsya sambil menghitung dengan jari nya "kamu bangun itu buat siapa sebelumnya?"


"2 minggu di matamu, buat ku sudah hampir 1 tahun pertemuan pertama kita "

__ADS_1


"satu tahun di mimpimu" ucap marsya dengan nada meledek


"memang betul, dalam mimpiku"


"maksudnya" marsya mulai kebingungan dengan jawaban nando


"lupakan, habiskan kopimu" nando malas menjelaskan


"baiklah...tapi denis langsung ikut kita pindah?"


"iyalah"


"tapi......"


"kenapa,apa ada masalah?"


" nando, keseharian denis itu dirumah sama mama atau sama maya, kalo denis ikut kita pindah, siapa yang temani dia saat pulang sekolah, aku kan harus kerja"


"kamu mau mama sama maya ikut kita juga? supaya denis ada temannya, gak masalah, kamarnya cukup kok"


"mama gak mungkin mau, apa gak sebaiknya kamu ikut tinggal di rumahku aja?"


"gak bisa, aku gak mau mobilku lecet lecet karena parkir di lapangan komplek rumah mu terus"


"ya kalo gitu mobilmu aja masuk garasi, biar punyaku di lapangan"


"gak boleh, nanti km harus jalan kaki jauh setiap parkir"


"kalo gitu kita bongkar aja kamarku, jadiin garasi mobil biar cukup untuk ke dua nya"


"pakai otakmu, nanti kita tidur di mana?"


"eehh iya juga ya"hahahaaaa marsya ketawa garing"trus gimana dong?"


terdengar suara ketuka pintu di depan kamar


tok tok tok


marsya dan nando meliirik pintu, lalu nando berdiri hendak membuka pintu


"bundaaaa........eehh om nando, bunda denis mana?" ucap denis yang di antar oleh maya


"ada di dalam, ayo masuk. maya juga ikut masuk yu"


"ga usah kak, maya mau kembali kamar aja"


"oke, nanti kita sarapan bareng ya di restoran, bilang sama mama juga"


"iya kak nando, maya permisi dulu"

__ADS_1


.........


__ADS_2