Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Terjebak Permainan Sendiri


__ADS_3

"aku gak ngerti maksud perkataan kamu, mana mungkin aku mimpiin kamu" ucap marsya mencoba mengelak


"Marsya, kamu bukan perempuan yang pintar basa basi, kamu berani berkata tidak bila itu tidak sesuai dengan prinsip mu, aku tau semenjak hari pertama kita ketemu, hanya kamu yang berani menatapku seperti itu, bahkan didepan kedua orang tuaku.."


"lalu sikap diam mu hari ini, kalo bisa aku artikan itu karena hati dan fikiranmu sedang berperang kan?"lanjut nando


kenapa dia bisa tau yang aku fikirkan, apa dia punya indra ke enam apa gimana sih, ko tebakannya bener semua


lalu suara nando melembut dan sangat merdu seperti sihir yang masuk ketelinga marsya "Marsya, aku mulai sekarang....bismillahirohmanirohim, hari ini saya Nando Alfatidz Syech disaksikan kedua orang tua saya, papa Alfariz Syeh dan mama Nadia Alatas melamarmu Marsya Ramadanti, untuk menjadi istriku yang pertama dan insya Allah yang terakhir"


marsya terdiam....hei keberaniann datang lahhh, datang lahh katakan Tidak bersedia ayoo....cukup bilang tidak bersedia maka semua kegilaan ini akan selesai


"Ti.....Ti.....Tiga syarat" aahh sial, kenapa kata kata itu yang keluar, dasar bodooh, marsya bodoh, marsya mengutuki dirinya sendiri


Nando tersenyum menang, senyum itu menambah ketampanan nya..sungguh indah ciptaan Tuhan yang satu ini.


"hanya tiga? apa cukup bagimu? katakan"


seluruh keluarga yang menyaksikan percakapan mereka, dari tadi hanya saling melirik, kedua orang ini seperti sedang negosiasi bisnis, bukan pernikahan...gak ada mesra nya sama sekali


ayo marsya berfikir cepat, gunakan otak pintamu......

__ADS_1


"satu.....dimanpun kita tinggal nanti, denis ikut kita"


nando tersenyum sambil menatap marsya, gadis bodoh batinnya, tentu saja dia anakmu yang pasti jadi anak sambungku nanti, masa aku mau ninggalin denis sih


"dua.....aku punya beban dan tanggung jawab sendiri, untuk memenuhi semuanya tentu saja aku masih harus bekerja"


senyum nando mulai lenyap, dia berharap marsya bisa menjadi istri dan ibu rumah tangga saja seperti mama nya, karna semua kebutuhan Marsya pasti nanti dia yang akan tanggung semuanya, bekerja? apa itu tidak sedikit kelewatan..


"tiga........tidak ada resepsi, cukup akad nikah disaksikan keluarga besar saja"


hilang sudah semua senyuman Nando, syarat2 itu diluar perkiraan nalar dan logikanya.


Nando menggaruk kepalanya sambil menatap mamanya, karena dia tau mamanya lah orang yang paling ingin melihat nando berdampingan di pelaminan yang mewah


sedangkan mama hanya mengangkat bahu nya, tanda seolah menjawab "terserahhh, lakukan sesukamu!!"


"syarat mu sedikiit, unik...bagaimana kalo kita tukar dengan satu syarat dariku"


"katakan" jwab marsya cepat


" aku terima semua syarat itu tapi aku mau pernikahan dilakukan di bulan ini"

__ADS_1


semua terkejut dengan permintaan nando, apa lagi marsya, bulan ini hanya tersisa 10hari lagi, yang benar saja bosku, emang nya mau bikin acara ulang tahun.


tatapan tajam mata marsya ke wajah nando benar benar terlihat.


kurang ajaar saat aku melemah dia malah maksa aku lagi..


"apa kamu keberatan marsya? 3 syarat ditukar 1 saja, kita sudah negosiasi sejauh ini, gak mungkin kamu curang lalu mundur kan?"


sial sial, kenapa jadi terjebak gini sih. pantang banget aku menjilat ludahku, tapi menikah dalam 10hari kedepan, waaahhhhhhh....mama tolong...


marsya melirik mama, pakde dan bude nya, semua terdiam, hnya mama yang mengedipkan mata seolah setuju dengan si gila nando


"baik, lakukanlah..untuk tanggal nanti kita bicarakan lagi, yang pasti tidak melebihi dari bulan ini, seperti yang kamu mau"


pakde mulai berbicara, "marsya, sekarang jawab secara resmi, seperti yang nando lakukan tadi"


"bismillahirohmahnirohim, saya Marsya Ramadanti, disaksikan Mama Nur, Pakde dan Bude menerima lamaran mu Nando Alfariz Syech sebagai calon suamiku"


barakallah, alhamdulillah.....semua tersenyum senang....


..........

__ADS_1


__ADS_2