
pagi hari di sebuah kamar hotel, Masya duduk menatap cermin, peralatan sudah tersusun rapi di depan nya, kebaya pengantin tergantung di sebelahnya, juga susunan asesoris yang siap di gunakan..
denis masih tertidur di kamar itu
keberadaan nya di hotel itu, adalah permintaan mama nadia, sehingga seluruh keluarga marsya pun menginap di hotel yang sama dengan keluarga nando, tempat dimana pernikahan itu akan di langsungkan.
hanya Nando saja yang tidur di rumah nya, tidak ikut menginap.. Oohh kasihann
terdengar suara ketukan di luar pintu, marsya membukanya, tampak lah ela dan 2 asistennya yang lain.
"rasanya kaya mimpi, sekarang kita ngedandanin bos sendiri" ela memulai percakapan
"yang lain udh mulai makeup?" tanya marsya memastikan keadaan di luar
"udah bu, ruang makeup keluarga pengantin perempuan dan laki laki sudah dimulai dari tadi" jwb asisten yang lain
"baguslah.. kenapa ada siger disini, apa harus pakai juga ya?" tanya marsya yang masih ingin tampil sederhana
"iya dong bu, biar keliatan pengantin nya yang mana.. kakak nya pak nando aja, pakai MUA yang bayaran nya 3x lipat harga dari kita..haduhh aku sampai merinding melihat deretan MUA top di ruang makeup keluarga pak nando, padahal ini acara akad aja"
marsya tidak menjawab lagi, hanya fokus mendandani dirinya sendiri, yaa marsya memamg merias dirinya sendiri, tanpa bantua MUA lain, hanya di bantu 3 asistennya yang biasa membantu dia saat sedang bekerja mempersiapkan pengantin.
nampak denis terbangun lalu ingin ke tempat nenek nya, karena sodara2 seusianya ada disana
"ela, tolong antar denis dulu yaa, sekalian bajunya bawain, minta tolong mama yang dandanin nanti"
"baik bu" ela keluar kamar sambil menggendong denis dan membawa beskap kecil milik nya
perasaan apa ini, kenapa hatiku gelisah.
.......
__ADS_1
pukul 8 pagi, nando tiba di lokasi di temani doni, dia masuk ke dalam kamar yang sudah di persiapkan untuknya...
"kamar kosong masih banyak, tapi aku gak boleh nginap di sini" nando mengeluh
"itu karna tante takut kamu malam2 menyelinap ke kamar masya..hahaaa"
"kamu fikir aku se bodoh itu, saat pernikahan tinggal tunggu waktu aja"
"siapa tau" jawab doni sambil mengangkat bahunya
team makeup nando sudah datang beserta crew foto.
nando tidak banyak bicara, hanya menurut atas apa yang diperintahkan team sukses pernikahan nya itu..
"senyum dikit kali di foto nya, judes banget..." ucap doni
doni sialaan, segala nyuruh senyum. jantungku mau lompat mikirin ijab kabul nanti
"subhanallah, anak mama ganteng banget"
papa datang tampak seperti terharu
"nando, anak lelaki ku satu satunya, setelah keluar dari ruangan ini, kamu akan memulai hidupmu sendiri, menjadi kepala keluarga, seorang suami dan ayah dari anak sambungmu serta anak2 mu kelak, jadilah pemimpin yang amanah, bisa membimbing keluarga kecilmu di jalan yang berkah"
"amin, terima kasih papa, mama" ucap nya sambil memeluk orang tuanya bergantian..kejadian itu pun sukses terekam video untuk dokumentasi pernikahnya.
di luar team Wo sudah menunggu untuk membawa pengatin pria ke lokasi.
Nando berjalan, di dampingi papa mamanya, dibelakangnya ada kak nisya dan kak neira didamping pasangan nya masing2..
sementara seluruh keluarga nando dan keluarga marsya sudah menunggu di ballroom hotel, menunggu acara segera di mulai..
__ADS_1
............
balroom hotel pelita, yang di dekor dengan sangat apik. menunjukan cita rasa yang elegan dan hangat. dekorasi serba putih, meja makan bulat tersusun sangat rapi agar semua keluarga bisa duduk di sertai bunga mawar putih di setiap ornamen nya. bahkan seluruh keluarga pun memakai dresscode putih.
MC memulai acara, mama Nur di dampingi adik dari alm papa marsya, yang akan menjadi wali nikah sudah siap menyambut kedatangan mempelai pria..
pintu ballroom terbuka, tampak lah nando dan keluarga inti berdiri depan pintu.
sambutan hangat serta upacara adat khas daerah, dilaksanakan, kedua keluarga berbaur menjadi satu, menikmati jalan nya acara.
hingga Nando di duduk kan di kursi ijab kabul, menghadap para keluarga yang sudah duduk kembali ke mejamya masing2.
wali nikah dan kepala KUA duduk depat di depannya, hamya terhalamg meja kecil berwarna putih dengan ukiran kayu yang indah..
apa ini, kenapa aku duduk disini sendiri, menghadap semua mata yang menatapku...aku seperti mau di eksekusi
lalu MC memanggil mempelai wanita, untuk bergabung, dan datang lah Marsya, diiringi suara gamelan yamg syahdu..ia dindampingi Maya adiknya, serta sepupu nya yang lain. didepannya ada denis yang berlari kecil,
sepertinya hanya denis yang tidak tegang..syukurlah anak itu bahagia
semua keluarga memandang marsya dengan pemikirannya masing2, oohh jadi ini orang nya, ada yang kagum, ada yang merasa dia sangat beruntung mendapatkan nando, ada juga yang heran, kenapa nando memilih perempuan yang sudah berstatus janda.
nando hanya menunduk, ketika marsya datang, dia sungguh malu dan tegang dengan situasi saat ini, hingga marsya duduk di sebelahmya, baru lah nando mengangkat kepalanya dan menatap marsya.
tatapan mereka bertemu, tidak ada kata yang terucap, hanya suara dari batin nya masing masing
"hei kamu gadis yang selalu datang dalam mimpiku, dan mengatakan kalau kita sudah halal, sekarang waktunya aku menghalalkan mu" *nando
"aku melakukan hal yang benar kan, kamu adalah jawaban atas jawaban dari doaku" *marsya
,...............
__ADS_1