
Doni sudah berada di rumah Nando, kondisinya sangat kacau..
"jadi berapa tabunganmu sekarang?" tanya Nando setelah mendengar curhatan Doni
"tabunganku sudah cukup untuk seserahan...tapi bukan itu masalahnya, life after married...itu yang aku fikirkaann" jawab Doni frustasi
"apalagii Donii... sudah ku bilang kalau tidak yakin putuskan saja dia"
"Nando, umurku baru 29 tahun...target menikahku saat nanti umur 33tahun, usia yang matang untuk lelaki menikah"
"kamu yakin masih hidup di usia segitu? kamu juga harus pertimbangkan umurnya Neina bila harus menunggumu empat tahun lagi hanya satu hal yang pastii saat ini, aku yakin bila kamu menunda nunda terus, calon mertuamu itu akan berhenti merestui hubungan kalian."
"aku harus gimana, apa gak bis ditunda setidaknya 6 bulan kedepan?"
"jangan tanya aku, tanya sama Allah..solat istihoroh sana"
"sudah kulakukan" jawab Doni pasrah
"lalu, sudah dapat jawabannya?" Nando penasaran
"hmmm...menikahh, aku harus menikah"
"Alhamdulillah, percayakan semua pada Allah, gausah ragu lagi ya...Jodoh itu datang bukan berdasar targer usia, bila Allah sudah berkehendak maka terjadilah..jadi ayoo kita melamarnya untukkmu"
"menurutmu kapan waktu yang tepat untuk membawa orangtuaku ke rumah Neina?"
"lebih cepat lebih baik, malam ini juga boleh"
__ADS_1
"gila kali yaa, kamu fikir aku sepertimu yang bisa melamar dengan tangan kosong, aku harus belanja untuk hantaran dulu"
"memang harus kaya gitu ya? dulu aku gak kefikiran bawa barang hantaran, Mama sama papa juga gak ingetin apa2"
"itu karena kamu yang pangkas smua step2 menuju pernikahan, malah mau langsung ke inti nya aja"
"sepenting apa sih barang hantaran di banding ijab qobul? Marsyaa....sinii" ucap Nando sedikit menguatkan suaranya
"apa sayangkuu" jawab Marsya yang langsung bergabung bersama kedua lelaki itu.
"emang kalau orang lamaran perlu bawa barang hantaran segala ya?" tanya Nando serius
"waahh, Doni mau lamaran yaa...selamat yaa, ada yang bisa aku bantu untukmu?" jawab Marsya yang malah langsung fokus pada Doni
"baru rencana aja, aku belum persiapan apa2...justru aku ingin tahu step2 menuju pernikahan apa saja"
"tahap pertama harus lamaran dulu lah, bila sudah di terima lalu nanti seserahan, ngasih uang sama barang2 hantaran untuk calon pengantin perempuan sambil menentukan tanggal pernikahannya, lalu ada siraman dan pengajian, trus akad nikah serta resepsi"
"gak wajib sayang, hanya simbolis saja supaya gak berkesan datang dengan tangan kosong"
tiba tiba Doni tertawa bahagia..."hahahaa...Marsya aku rasa sebelum pernikahan kalian, Nando se kotak kue pun tidak pernah bawa..ya kann?"
"berisiikkkk...tapi aku kan kasih uang seserahan" Nando membela diri
"itu bukan seserahan, itu sogokan soalnya kamu kasih tanpa di hias apa2, orang lain biasanya di hias macam Parcel gitu" ucap Doni
"emang gitu ya sayang?" tanya Nando serius
__ADS_1
"gak wajib, tergantung kreatifitas calon pengantinnya saja. tapi dibanding hantaran yang beraneka rupa yang penting uang serahan nya aja banyakin, supaya keluarga perempuan bebas mengatur acaranya mau seperti apa....hahahaa kok aku ngomong gini kesannya matrealistis banget ya"
"seserahan aku kurang banyak ya sayang, soalnya kamu bikin acara bukan di hotel bintang lima" ucap Nando merasa menyesal
lebay banget suamiku, setelah dia bayar semua biaya hotelnya, masih juga bilang kurang banyak, memangnya kamu menikahi anak raja sampai uang serahan kurang banyak dimatamu
"aahh...kalian berdua bikin aku ribett, dengar yaa pada dasarnya pernikahan itu bukan selalu soal uang. asal kedua belah pihak iklas, menikah itu yang penting halal. jangan lah di repotkan dengan urusan duniawi. aku memang bekerja di bidang wedding, tapi bukan berarti aku mau orang jd gak bisa menikah hanya karena gak ada dana untuk resepsi. dan lagi masalah seserahan itu berbeda2 tiap tradisi. malahan untuk adat tertentu perempuan lah yang memberikan mahar."
"betul, yang penting Halal....karna kehidupan yang sesungguhnya itu adalah setelah pernikahan" ucap Nando semangat lagi
"ooohh...jadi kunci nya iklas, baiklaahh aku akan mulai serius mengurus pernikahanku mulai sekarang, tolong bantu yaa bila aku kekurangan sesuatu" Ucap Doni serius
"aku bantu dengan Doa" jawab Nando cepat
"kamu gak mau bantu aku soal dana resepsi?" ngarep
"tidak, semenjak pernikahan ku yang alakadarnya, aku memutuskan berhenti menjadi donatur di nikahan orang lain" jawab Nando tegas
"aaaahh repot kalo begini, anggap saja hadiah pernikahan untuk aku"
"hadiah pernikahanmu kan sudah ada di ujung blok sana...aku akan berikan kuncinya begitu kalian HALAL"
"Ooiyaa, aku pernah masuk ke rumah itu, rumahnya besar dan bagus loh Don..makanya tidak ada alasan lagi untukmu menunda nunda, dan aku juga akan berikan hadiah pernikahan untukmu... free makeup n bridal bila kalian ingin pakai jasaku"
"aku sangat suka pada kalian berdua...makasih yaa" ucap Doni tulus
"tidak boleh, kamu cukup sukai aku saja, jangan pada istriku!!! dia milikku" jawab Nando sinis
__ADS_1
"speechless aku menghadapimu big bos"
............. ...