Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Keputusan Akhir


__ADS_3

"baiklah, bila keputusan akhir ada padaku. aku putuskan pertama, masalah ini hanya akan diselesaikan disini, tidak melebar ke ranah hukum maka para pihak yang berseteru diwajibkan untuk berdamai. setuju?"


semua pun seperti lega, dan menganggukan kepala bersamaan


" kedua, selama semua belum berbaikan, semua anggota keluarga dilarang meninggalkan gedung Hotel, dengan batas waktu yang tidak ditentukan"


"terakhir, urus staff hotel dan pengisi acara yang menyaksikan kejadian tadi, jangan sampai bocor kemana2, berikan kompensasi atau ancaman, yang jelas aku tidak mau masalah ini sampai muncul dimedia!!"


"apa ada yang keberatan?"


"setuju"


"setuju"


semua kompak menjawab "setuju" secara bergantian


"baiklah, selain para orang tua dan Nando, semua boleh meninggalkan kamar ini"


"baik om terima kasih"


satu persatu pun meninggalkan Kamar Alfaridz tak lupa mereka berjabat tangan dan berpelukan saling meminta maaf sebelum keluar


dikamar tersisa 3 kakak beradik Alsyech bersama para istrinya, dan Nando.


"Nando, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kan?" lanjuta Papa Faridz


aku tahu, aku tahuu


Nandopun menghela nafas panjang, mengatur nada suara nya, lalu berbicara dengan sopan


"Om Fateh, tante Dina, Om Farhan,Tante Amira, Atas nama pribadi dan nama istri, Nando meminta maaf atas kejadian hari ini, tidak ada masalah pribadi, semua murni hanya pembelaan diri kami saja sehingga melewati batas kepada anak anak om dan tante terutama pada Eliza, Nando minta maaf"


"om senang masalah ini tidak berlarut larut, semoga keluarga kita kembali seperti sebelumnya, om juga minta maaf atas nama Tania, dan Fatimah, karena mereka yang tidak peka sebagai seorang wanita" Om Fateh menjawab terlebih dahulu


"Nando, om yang seharusnya minta maaf karena salah mendidik anak, sehingga bermulut kejam seperti itu, om sangat malu" ujar Om Farhan menyesal


"tidak om, om tidak salah dalam hal ini, Nando dan Marsya yang keterlaluan berani membentak dan menampar anak om di depan keluarga, mohon maafkan kami om"

__ADS_1


"sudahlah, anggap itu hukuman yg diterima Eliza karena kelancangan nya, terimakasih tidak membawa masalah ini ke ranah hukum"


"Nando juga berterima kasih om tidak membawa ke ranah hukum juga"


Nando pun mencium punggung tangan Om dan tante2 nya itu bergantian lalu memeluk mereka, hingga mereka kembali ke kamarnya masing2


dan di kamar besar itu hanya tersisa papa, mama dan Nando,


"sudah selesai Nando, sana kamu kembali ke kamarmu" ucap papa langsung berlalu menuju kamarnya


Tapi Nando tidak bergerak sedikit pun, masih duduk di sofa semula.


"kenapa, apa karena tidak ada Marsya disana?" ujar mama Nadia yang mengerti kenapa Nando belum beranjak juga "kalo begitu kamu pulang saja sana" lanjutnya


"tidak, kejauhan" jawab nando dengan cemberutt


"aaah iya juga, kamu pasti lelah bulak balik kerumah, yasudah tidur dikamar itu mama ambilkan baju tidur papa yaa" sambil menunjuk kamar lain di ruang president suite itu


"maa, kaos sama sarung aja, aku mau nunggu subuh"


"yaa sayang...."


...........


"Kak Hasbi, ceritakan sama kami sidang semalam" ujar Ilham, si bungsu dari tante Alma


"Alhamdulillah, semua berdamai tidak melebar kemana mana"


"Alahamdulillah" semua berkata bersamaan


"kita tinggal menunggu Marsya kemari lalu mendamaikan para wanita itu baru kita bisa meninggalkan hotel dan kembali ke rumah masing2" lanjutnya


"tapi kak Marsya kan semalam pergi diantar Nando, gimana caranya kita bertemu, sedangkan kita dilarang keluar hotel" ujar sepupu lainnya


"mau tidak mau, kita harus menunggu Nando membawanya kemari, atau kita telpon Marsya supaya datang sendiri, ada yang punya nomornya?"


semua menggelengkan kepala

__ADS_1


"aaahh flightku jam dua siang ini"


"kamu masih mending, aku ada rapat penting hari ini di kantor, flight ku udh lewat tadi pagi"


"dan kita semua terpenjara di hotel ini, hubungi Nando saja minta jemput istrinya cepat, mau sampai kapan kita menunggu terus"


"aku rasa tidak bisa secepat itu, hingga saat ini saja Nando masih di kamar orang tuanya, walaupun semalam dia membela istrinya mati matian, tapi tidak bisa dipungkiri perkataan istrinya mengusik harga dirinya sebagai lelaki"


"kamu benar kak, seorang Nando yang hebat itu sudah kalah bersaing dengan suami Kak Marsya sebelumnya"


"yaa, pantas saja Om Faris memberikan waktu yang tidak ditentukan untuk kita semua berdamai, mungkin beliau tahu, yang paling sulit adalah menurunkan ego Nando untuk bertemu istrinya lagi"


salah seorang sepupu tersenyum lalu berkata "aaahh cinta pertama itu sangat rumit, tapi memangnya bisa tahan berapa lama sih, lelaki bucin itu tidak bertemu istrinya?"


mereka mengingat2 kejadian kemarin, pandangan Nando memang tidak pernah lepas dari Marsya, bahkan meninggalkan obrolan seru mereka hanya untuk menghampiri Marsya ke kolam berenang.


"hahahahaa, suruh siapa dia menjalani hidup seperti seorang biksu, benar2 kaku pada wanita, dan sekarang dia malah bertekuk lutut pada istrinya"


"benar, aku dengar pertemuan pertama mereka saat lamaran dan selang beberapa hari langsung menikah, aaahh...Nando memang berbeda"


Mendengar itu Hasbi memiliki satu rencana "ada yang sempat foto kebersamaan mereka kemarin?"


"kenapa kak?"


"masukan dalam grup keluarga, kita buat nando semakin merindukan istrinya, supaya dia cepat bawa istinya kemari jadi kita bisa cepat pulang"


"jangan lakukan apapun" ucap Tania yang akhirnya bergabung bersama para Boys itu "kita beri waktu pada Nando untuk menenangkan diri, dia masih terguncang dengan kejadian semalam"


"baik kak Tania, kami akan sabar menunggu, tapi bagaimana dengan acara kejutan ulang tahunnya, sampai saat ini kita belum mengucapkan apa2 pada Nando"


"kamu mau membangunkan macan yang sedang tidur? kamu fikir dia akan bahagia dengan suprise party saat istrinya tidak bersamanya"


"yaa betul, sekarang dia bukan jomblo sejati lagi, tapi suami buciin"


"baikalah kita tunggu nasib saja, dan nikmati penjara mewah ini, anggap kita sedang cuti masal"


"siaapp"

__ADS_1


.............


__ADS_2