
Marsya meninggalkan ke dua lelaki itu karena harus kembali kedapur meneruskan pekerjaannya membuat kue, sementara Nando mengajak Doni ke teras depan agar bisa mengobrol sedikit menjauhi Marsya.
"bagaimana kehamilannya?" tanya doni memulai pembicaraan serius mereka
"sejauh ini baik2 saja. selera makannya pun baik, malah aku yang tidak bisa makan dengan benar, mual ini sungguh merepotkan."
"bertahanlahh, demi anakkmu..hahaa"
"gausah ngetawain aku, aku heran kenapa orang orang ketawa begitu tau aku mengalami sindrom kehamilan simpatik"
"soalnya kamu langka..huuh seharusnya semua baik2 saja bila istrimu tidak mengalami pingsan dan menangis terus dalam tidurnya"
"kadang aku mau ngetes bepergian sendiri tanpa dia, apa betul pingsannya itu karena kita berjauhan, tapi aku gak berani."
"jangan coba coba sebelum kamu menyesal"
"yaa aku tahu, aku sangat berhati2 selama Marsya hamil"
"aku akan berusaha mendekatkan Neina dengan istrimu, bagus bila mereka bisa jadi sahabat, dengan begitu Neina bisa lebih menyelami hati Marsya tanpa dia tahu bila kita sedang mengibati psikologisnya."
"ide bagus, oiyaa 2 minggu lagi kita akan keluar kota selama 10 hari, kamu bawa Neina juga"
"oohh acara pernikahan Fahmi yaa, tapi mana bisa Neina meninggalkan pekerjaannya selama itu"
"Neina kan psikolog istriku, jadi wajib ikut.. tadinya aku mau bawa dokter silvy juga, tapi dia menolak dengan alasan jadwal prakteknya tidak bisa di tinggalkan, aku kecewa sepertinya dokter silvy tidak tahu kekuasaan ku sampai mana, apa aku perlu beli rumah sakit tempatnya bekerja supaya dia sadar"
"uangmu belum sebanyak itu untuk beli sebuah rumah sakit" ucap Doni menyadarkan
"aaahh betul juga, tapi uangku cukup kan buat beli kantor nya Neina?"
__ADS_1
Doni menghela nafas panjang..."kamu beneran melakukan segala hal untuk istrimu yaa, baiklah aku akan bawa Neina tapi gausah macam2 sama kantor nya. Alsyech Grup tidak membutuhkan kantor itu"
"hahahaa.....oke okee."
...............
Galery Marsya mulai sibuk, karena persiapan acara pernikahan Fahmi yang berlokasi di luar kota, membuat mereka harus membawa keperluan sekaligus..sudah seperti mau pindahan rumah saja.
Bahkan Marsya menyewa bis untuk seluruh team inti dan barang bawaanya, upps sorry bukan menyewa tp meminjam bis milik perusahaan suaminya.
Untuk pernikahan Fahmi dan Aisya, mereka benar2 menyerahkan semua pada WO nya Marsya, sehingga Marsya harus bekerja extra mengerahkan semua vendor ke luar kota.
"sayaang, Denish gak mau ikut...gimana doong...hikss, aku kan gak pernah tinggalin dia sampai sepuluh hari gitu" ucap Marsya ketika hanya berdua di ruang kerjanya
"nanti aku pujuk Denish biar dia mau ikut, sekalian aja kita ajak mama sama Maya juga, buat liburan disana"
"itu kan kamu yang sibuk, tapi mereka bisa keliling kota sama supir, mungkin dengan begitu Denish mau ikut kita"
"aaahh sayangkuu pintar banget, aku telpon mama lagi yaa...."
"yaaa, asal kamu senang istriku sayang"
.................
Sebelum pergi keluar kota, Nando dan Marsya menyempatkan waktu untuk periksa kehamilan dulu..saat ini usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 12, walau berat badan Marsya belum ada kenaikan tapi selama janin sehat dan berkembang dengan baik, itu tidak jadi masalah.
"dokter, padahal selera makanku meningkat tajam loh. tapi kenapa belum naik walaupun 1kg ya?"
"mungkin karena aktivitas bu Marsya banyak, sehingga makanan yg dikonsumsi dicerna dengan baik dan menjadi energi" jawab dokter silvy bijak
__ADS_1
"benarkah, justru selama hamil aku banyak istirahat dan cukup tidur" ucap Marsya kebingungan
karena sebelum hamil, dia tidak pernah bisa tidur nyenyak akibat ulah suaminya. hehehe
"Marsya sayang, jangan dipikirkan ya..selama dokter bilang adik bayi sehat dan berkembang dengan baik. itu sudah cukup"
"benar pak Nando, dan mungkin di minggu2 ini gejala mual mual akan sedikit berkurang"
"yaa, aku juga merasa tidak terlalu mual akhir akhir ini" Nando yang menjawab nya
"hahhaa, selamat ya sayang..kamu melalui nya dengan baik" ucap Marsya pada Nando
*sebenarnya yang hamil sapa sehhh, thor jadi bingung*
"baiklah bu Marsya, selama perjalanan keluar kota nanti, akan saya tambahkan vitamin dan obat penguat kandungan nya ya."
"baik, terimakasih dokter" jawab Marsya
"dokter Silvy, tolong aktifkan hp anda selama 24jam. dan anda harus datang begitu saya panggil" ucap Nando menegaskan
"baik pak Nando, dan saya akan berdoa supaya anda tidak perlu menelpon saya selama perjalanan ini"
"saya juga berharap begitu" ucap Nando sambil tersenyum
huuhh, suamiku mulai aneh aneh lagi kan. setelah tidak berhasil menjadikan dokter silvy sebagai dokter pribadiku, sekarang dia jadikan dokter silvy seperti security yang wajib jaga 24 jam.
harus berapa kali aku bilang supaya jangan kuatir, aku baik baik saja
................
__ADS_1