
Gallery Marsya buka lebih awal dari biasanya, namun didepan pintu tertulis pengumuman "maaf untuk sementara kami tidak beroperasi sampai tanggal 29 April" itu atas perintah ibu Ina yang merupakan ketua butik, dan orang yang paling tua di Gallery itu.
tim marketing sibuk menyusun ulang jadwal konsultasi dan fitting yang sudah di janjikan dengan client, mereka memberikan alasan yang beraneka ragam, agar clientnya bisa mengerti, kecuali untuk job wedding akhir minggu nanti, mau tidak mau semua masih sesuai schedule.
pekerja Gallerry kasak kusuk, tidak percaya dengan telepon tadi pagi "Owner mau menikah!!!"
semua menyiapkan yang terbaik, walau marsya sudah menjelaskan tema nya Private Party, hanya saudara, tidak ada tamu undangan dan jangan ada janur kuning di lokasi.
bu ina membagi tugas, sebagian mengurus vendor, sebagian membantu di butik lantai 2, keluarkan semua koleksi kebaya terbaru yang berwarna putih, dekorasi termasuk bunga harus putih, karena marsya pernah bilang, paling semangat saat dia dapat job dengan tema White Wedding
"Biarpun dia bilang ini hanya akad nikah, kita tetap harus memberi yang terbaik, karena kita bekerja di bidang ini, dan yang menikah itu Owner kita, aah perempuan gila, belum satu bulan dia bilang gak mau menikah, sekarang malah 3 hari lagi mau ijab kabul"
ela penasaran siapa sih calonnya, perasaan gak pernah liat deket sama siapa2, dan semuanya mengangkat bahu, tidak ada yang tau
"ayo bekerja, semangat"
........
Marsya tiba di galerry dan terkejut dengan pengumuman di depan pintu, "aah berlebihan banget" tapi dia tersenyum ketika membacanya
__ADS_1
"halo semua" ucapnya sambil masuk
semua pekerja langsung menghampiri, memberi semangat dan tidak sabar ingim tau siapa calon nya
"oohh, sebentar lagi dia kesini kok sama calon mertuaku...tolong di layani dengan baik ya teman teman" ucap marsya memohon
lalu marsya ke lantai 2 menemui bu ina
"dasar gadis nakal, ngasih waktu cuma 3hari, dikira kita semua sangkuriang bisa semalam jadi"
"aku tau bu ina bukan sangkuriang, makanya kasih waktu 3hari bukan semalem doang" hahahaaa
"iih bu ina berlebihan, aku pake yang biasa aja sih"
"gak boleh harus nurut ya"
"oiya aku gak liat haris kmana?" ucap marsya sambil mencoba kebaya yang disiapka bu neni..
"tadi pagi dia kesini ambil uang langsung ke hotel mau pelunasan sama ngurus dekor juga disana" ucap ela
__ADS_1
"bu marsya tau gak sih, haris bilang manager hotel sampe kaget kita hubungi pagi2 buta buat sewa ballroom, dikira kita becanda. untung kita udah rekanan lama" lanjut ela
"kalian tolong urus semuanya yaa, aku mau ke rumah mertua lama ku habis ini, tdnya mau langsung kesana tapi calon ku sm mamanya mau fitting skrg, mau gak mau kesini dulu deh" ucap marsya, tergurat kesedihan saat mengucapkan mertua lama nya.
"aku minta satuhal dari kalian, jangan rame ya soal pernikahan ini, jangan update sosmed, cukup orang sekitaran kita aja yang tau"
"iya bu" jawab semua serentak walau tidak tau alasannya
hanya bu ina yang sepertinya paham dengam perasaan marsya "kenapa kamu putuskan menikah, kalo kamu aja gak yakin dengan perasaan kamu mbak" gumam nya dalam hati
.............
dua mobil mewah terparkir di depan gallery, nando bersama doni dalam sebuah sedan BMW seri 5, sementara mama dan papa di mobil vellfire dengan plat nomer yang sangat cantik, di supiri mang damin.
setelah memberi kabar marsya mengenai kedatangan nya, maka semua penumpang di dua mobil itu pun turun.
marsya berlari menuju parkiran, dan terkejut dengan kedatangan tamu agung itu...
"parade apa lagi ini Tuhan, sebenarnya siapa mereka, kenapa setiap ketemu mobil nya ganti ganti melulu sih" jerit marsya dalam hati
__ADS_1
................