
Doni sedang dalam perjalanan mengantarkan Neina kembali ke kantor nya. keduanya diam sibuk dengan pikirannya masing2.
membawa Neina ke galery membuat Doni merasa bersalah, karena seharusnya mereka datang untuk konsultasi acara pernikahan tapu justru malah masalah pekerjaan.
Sementara Neina memikirkan bagaimana caranya agar bisa lebih dekat dengan Marsya, karena hari ini Nando sudah resmi menunjuk Neina sebagai psikolog pribadi untuk istrinya.
"beb, aku minta maaf karena belum sempat mengurus rencana pernikahan kita, kamu pasti kecewa sama aku" ucap Doni mengutarakan penyesalannya
"aku lagi gak ada mood ngobrol sama kamu" jawab Neina cuek
"beb, kamu boleh marah sama aku tapi aku mohon kamu profesional menghadapi mslh Masya karena dia itu....."
"istrinya bos kamu kan? orang terpenting dalam hidup kamu"
"yaa...kamu tau berartinya Nando buat aku. tanpa dia mungkin aku dan keluargaku sudah dilempar ke jalanan karena kasus papa dulu"
"aku faham, akan ku lakukan yang terbaik untuk membantu nya"
"terimakasih beb..."
"tenang saja beb, aku pribadi juga ingin yg terbaik untuk Marsya..kamu kan tahu impianku memakai jasanya untuk pernikahan kita. jadi akan kulakukan segala cara agar Masya selalu baik baik saja." ucap Neina merasa termotivasi
"hiyaaa yaaa....lakukan yang terbaik, kamu memang pacar ku yang sempurna"
..............
Hari jumat saat Marsya Off bekerja, Nando mengajak Marsya dan Denis untuk berjiarah seperti yang biasa mereka lakukan sebelumnya dan sempat terhenti selama bulan puasa serta karena sakitnya Marsya.
"Sayang, nanti Doni kesini gimana? kamu kan masih jam kerja."
"sebentar saja, kitakan udah lama gak jiarah ke papa mertua dan Ayahnya Denis lagipula Doni di kantor pusat, dia pasti sibuk hari ini" paksa Nando
__ADS_1
"okee, nanti setelah jemput Denis sekolah kita langsung ke makam tapi pulangnya kita ke kantor pusat yaa, karena suamiku ini harus bekerja."
"Kenapa aku harus ke kantor pusat? aku sudah bekerja setiap hari di galery mu."
"tapi setiap aku off senin sm jumat, kamu ikutan off juga, bukannya pergi ke kantor kamu"
"aku gak mau ninggalin kamu sendirian"
"makanya aku ikut kamu ke kantor, jadi aku gak sendirian kan" bela Marsya
"gak mau, papa udah handel smua pekerjaan aku di kantor pusat"
"aku merasa bersalah kalo kamu terus2an seperti itu. aku tahu kamu lakukan ini untuk menjagaku, tapi sayang semuanya ini gak benar. Kamu tetap harus datang ke kantor pusat sekali kali untuk memberikan contoh yang baik bagi para pekerjamu"
"huuhh, kamu berbicara seolah olah aku ini gak pernah kerja aja...andai kamu tahu apa yang sudah aku lakukan untuk perusahaan itu, bahkan cuti satu tahun pun masih di anggap wajar bila dibandingkan dengan semua pencapaian ku"
"iihh, sayangku kalo ngedumel lucu banget sihh...ayolaahhh kita ke kantor kamu, adik bayi pengen liat tempat kerja ayahnya."
"hahahaaa......alasan yang aneh buat maksa aku kerja.. okee adik bayii nanti pulang jiarah kita ke kantor ayah yaa...tapi sekarang kita jemput kakak Denish dulu, okee"
...............
ketika sedang berjiarah Nando hanya berdua dengan Marsya karena Denish menolak ikut dan ingin bermain di rumah Oma nya.
didepan kuburan Ayahnya Denish, setelah selesai membacakan Yasin untuk Almarhum, Nando bertanya pada Marsya
"Sayang kenapa kamu gak pernah cerita soal Ayahnya Denish padaku?"
"untuk apa? semua kan hanya masalalu"
"yaa memang betul, tapi apa aku tidak berhak tau masalalumu?"
__ADS_1
"boleh saja, kamu yakin gak apa2 kalo aku cerita?"
"cerita saja, aku juga ingin tau perjalanan hidup istriku sebelumnya, dari pada aku tahu dari orang lain, lebih baik dari kamu langsung kan?"
Marsya tersenyum lalu mulai bercerita kisah hidupnya
"Aku hanya wanita biasa, tidak pandai bergaul juga tidak punya banyak teman, dalam hal pelajaran pun tidak terlalu pintar juga tidak bodoh2 amat sii, yaa katakanlah aku wanita yang tidak terlihat sebelum nya...hahaha. sebagai Anak seorang Guru, aku di didik untuk hidup hemat, karena gaji papa tidak seberapa untuk menghidupi dua orang anak, apalagi aku maksa untuk kuliah dengan minim prestasi.aaahh sayaang, cerita masalaluku memalukan...gausah diterusin dehhh"
Nando tertawa dengan rajukan Marsya... "hahaha, itu salah kamu memulai cerita dengan kisah tragis...kenapa gak hiperbola sedikit toh aku juga gak akan tau"
"yaudah aku gak mau terusin, kamu nya malah ngetawain gitu"
"okee sorry, lanjutkan Marsyaku sayang. kamu belum cerita apa2 soal Ayahnya Denish"
"tapi jangan ketawa lagi...setelah lulus kuliah D3, aku bukannya cari kerja, malah diem dirumah dan sibuk dandan2 mulu, padahal aku gak kemana2...hahaha" Marsya melanjutkan ceritanya
"kamu sudah suka makeup dari jaman itu, kenapa gak ambil jurusan kecantikan aja dari dulu?"
"papa gak setuju, papa bilang itu bidang yang susah nyari kerjaan dan gak bisa menghasilkan uang, jadinya aku ambil jurusan ekonomi, huhh otakku bisa meledak kalau ingat perjuanganku untuk lulus"
"gak apa, biar IPK mu cuma dua koma lima, aku tetap sayang kok sama kamu" Nando memberikan semangat
"darimana kamu tahu IPK ku cuma segitu?" tanya Marsya penasaran
"aku lihat ijasahmu dalam brangkas di kamar, hahahahaa"
"iisshhh, memang berapa IPK mu sampai bisa meledek aku?"
Nando mengangkat 4 jari nya sambil berkata "SMP, SMA, S1 dan S2 aku selalu dapat beasiswa" jawab Nando sambil mengedipkan sebelah matanya
"haaahhhhhhhh"
__ADS_1
mendadak aku merasa dunia ini tidak adil
.................