
Marsya melepas pakaian nya satu persatu, dimulai dari hijabnya, ikatan rambut, kebaya dan yang lainnya lalu melempar sembarang semua yang berhasil dia lepas dengan gerakan sedikit nakal
"wahh kamu benar benar sedang menggodaku ya" ucap Nando yang masih fokus memperhatikan
"tidak, aku sedang mengajarkan mu melepas pakaianku" hingga hanya tersisa pakaian dalam Marsya yang menutupi area-area penting kewanitaan nya saja. walaupun sudah pernah melahirkan, tubuh Marsya masih terlihat kencang dan terawat, bahkan seperti ABG dengan postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi itu.
"cukup, berhenti sampai situ..." Nando menghentikan Marsya yang hampir membuka penutup dada nya "untuk yang dua bagian itu, biar aku lakukan sendiri" sambil Nando melepas pakaian yang dia kenakan
Marsya melihatnya lalu terkagum sambil memegang pipinya dengan kedua tangannya "aku gak pernah tau kamu punya roti sobek di perutmu"
Nando mengangkat sebelah alisnya dengan senyum jahil "aku juga punya hal yang lain yang belum pernah kamu tau" lalu ia menarik kasar tangan Marsya dan mendorongnya ke tempat tidur, secepat kilat dia sudah menindih tubuh mungil itu.
Lalu menciumi semuanya tanpa terlewat satu jengkal pun dan melepas bagian terakhir yang melekat ditubuh Marsya.
Marsya yang mulai terhanyut didalamnya pun ingin bangkit dan membalas ciuman bertubi tubi yang diberikan Nando, namun apa daya badan kekar Nando seperti mengunci pergerakannya
"Marsya....."
"aaahh........ iyaa"
"apapun yg ingin kamu lakukan sekarang, lakukanlah itu nanti, untuk saat ini biar aku saja yang melakukannya, kamu cukup diam dan nikmatilah"
aaaahhh tidakkkk, aaahh iyaa dehhh
Dan terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi, Dua orang dewasa yang sudah lama memendam hasrat dalam dirinya, kini menyalurkannya dengan sedikit liar dan brutal
*silahkan pembaca membayangkannya sendiri*
................
teeeeenggg......ronde satu berakhir
keringat deras mengalir dari tubuh keduanya, bahkan AC kamar tidak mampu menghentikatn tetesan keringat keduanya. Marsya menyandarkan kepalanya pada dada bidang Nando, dengan Nando yang memeluk dan mencium kening istrinya
lelaki ini sangat gila, aku belum pernah melakukan hubungan badan 'sepanas' ini, aku sudah menggigil berkali kali tapi dia belum selesai juga, 'darah keturunan' sepertinya memang berbeda.
__ADS_1
lama terdiam akhirnya Nando bersuara "Marsya....."
"iya, Nando......."
"sepertinya kamu sudah membangunkan macan tidur"
"eehh maksudnya?"
"kalau aku tau seperti ini rasanya berhubungan intim, sepertinya selama ini aku menahan diri terlalu lama"
Marsya tersenyum, mengangkat kepalnya hingga wajah mereka berdekatan "apa kamu suka"
Nando mengangguk lalu bertanya "sudah berapa hari kita menikah?"
"empat bulan, hampir seratus dua puluh hari"
"lama juga, ayo kita kejar keterlambatan kita sebanyak itu" ucap Nando bersemangat
"heiii kita bukan sedang ikut olimpiade, kenapa kejar kejaran angka segala"
"hahahaa, harusnya kamu goda aku dimalam pertama, kenapa baru sekarang sih"
dan srrreeepppp Nando yang kini memeluk Marsya, menempelkan bibirnya di telinga Marsya
"lepasin, panas nihh"
"gamau, tanggung resikonya sudah menggodaku duluan" ucap Nando sambil memeluk erat Marsya
"emang apa resikonya?" tanya Marsya penasaran
"aku akan menempel padamu seperti permen karet"
"hahaha, aku terima resiko itu dengan senang hati"
"Marsya....aku lapar, kita lanjutkan pertarungannya nanti ya, sekarang tolong kasih aku energi dulu"
__ADS_1
marsya tertawa lagi "iya iya, aku siapin makanan sekarang yaa, tapi lepasin pelukanmu, aku mau pakai baju"
"oiyaa tunggu" Nando bangkit lalu mengambil sebuah kotak dari brankasnya "ini hadiah pernikahan untukmu, aku ingin memberikannya di malam pernikahan kita, tapi gak jadi"
dan dibukalah kotak itu oleh Marsya...jreng jreeng, pakaian tidur minimaliiiisssss sekali, seperti kurang bahan, membungkuk sedikit saja bagian atas dan bawah tubuhnya akan terlihat jelas
"kotak yang berasal dari berankas mu, bukannya seharusnya berisi berlian? kenpa pakaian seperi ini"
senyum jahil terukir dari wajah Nando "karena ini malam pertama kita, pakai ya sekarang"
"Nando, lihat ini masih siang, matahari masih gagah di luar sana, aku gak mau"
"kenapa kamu tolak hadiah pernikahan mu" ucap Nando sedih
"hadiah pernikahan apa, inikan cuma buat senengin kamu doang"
"heheehe, aku akan anggap ini hadiah pernikahan dari istriku untukku"
"hmmm, karena aku juga belum pernah memberi apa apa untuk suamiku ini, jadi baiklah"
........
Marsya keluar kamar mengunakan pakaian tidur minimalis itu sambil bergandengan tangan dengna Nando
ini pertama kalinya di rumah ini aku keluar kamar tanpa hijabku, bahkan dengan pakain gila seperti ini, rasanya aneh sekali.
"Tadi bik Sum belum sempat masak, aku suruh dia ke supermarket, terus mampir ke rumah Mama Nadia. nanti sore kita jemput sekalian jemput Denis ya, jadi sekarang ayo kita buka harta karun di kulkas, apa yang bisa dimakan"
Nando menunjuk Marsya dengan jarinya lalu berkata "Cerdasssssss, kamu sudah membuat rumah ini kosong, jadi kita bebas menggila hari ini."
Marsya sempat menoleh mksudnya apaa dia bilang seperti itu tapii eehh tapi ini kenpaa dia nempelin di belakangku mulu, bukannya nunggu di meja makan. karena sekarang Nando mulai memeluknya dari belakang, bahkan bergerak kemanapun, Nando masih memeluknya
"Nando, duduklah gusah ikut ikut ke dapur, panas niih ditempelin mulu"
"kalo panas, buka aja bajumu"
__ADS_1
whaatt, baju apa maksudmu, bajuku sudah super pendek begini apa lagi yang mau dibuka
................