
Nando bergegas packing barang setelah dia menghubungi Doni untuk segera ke kamar nya.
Doni yang baru datang terkejut dengan yang sedang dilakukan Nando
"kamu mau kemana?"
"Doni, aku udah lakuin kesalahan besar. Marsya pasti menangis sekarang"
nangis apanya sih, jelas jelas tadi di live dia tersenyum gitu tapi kesalahan besar apa maksudnya
"tolong jelasin sama aku situasinya, memangnya kamu udah lakuin kesalahan apa?"
"kesalahan karna aku udah datang ke kota ini, dan ninggalin Marsya sendirian"
yaelaahh tuan bucin ini, gitu doang dibilang kesalahan...
"kita kesini kan buat kerja, senin juga pulang, gimana bisa dibilang kesalahan sih, sabar ya bos, 2 hari lagi oke, kita beresin audit terakhir besok trus kita bisa cepat pulang"
"engga, Marsya tau jadwal pulang itu, aku gak bisa biarin dia kuatir lagi karna aku ada dalam pesawat, aku mau pulang duluan"
"ini maksudnya kamu mau buat kejutan? kangen? ayolah bos Nando lebih profesional kerjaan kita belum selesai disini"
Nando menatap Doni jengah...
"kamu beresin disini dan panggil orang pusat kesini besok pagi buat bantu kamu, cepat carikan tiket malam ini"
"oke oke, aku siapkan, tapi tolong jelas kan sm aku kenapa tiba2 harus pulang, aku gak bisa ngerti tindakan km saat ini"
__ADS_1
"Don, almarhum ayahnya Denis meninggal dlm kecelakaan pesawat, aku baru tau tadi dari mama Nur, sekarang km bisa tau kan ketakutan Marsya gimana, kepergian aku kesini secara gak langsung mengingatkan dia sama kejadian masa lalu, pantas waktu itu dia nangis semaleman pas mau pergi, dan sekarang dia terus2an ngelarang aku pulang, isshh ternyata cuma gara2 naik pesawat, apa aku betulan harus naik kereta supaya dia tenang"
haahh, aku bingung harus bereaksi seperti apa... faktanya memang menyakitkan, tapi semua takdir Tuhan. manusia bisa apa? *bathin Doni lirihh
"Nando, kamu lagi panik sekarang, aq siapkan flight paling pagi aja ya buat km, apalagi sebentar lg istrimu selesai kerja, dia pasti tlp kamu, kalo hp mu gak aktif dia pasti bingung"
"hufft, benar juga. tolong tangani semua kerjaan disini ya, aku percaya sm kamu"
..........
Pagi hari Nando sudah tiba di rumah nya, Bik sum yang membuka pintu pun terkejut
"Mas Nando udh pulang, tapi Mbak Marsya sm mas Denis lagi nginap di rumah oma nya"
"aku tau, gausah bilang dia aku udah pulang ya, nanti sore aku mau jemput Denis kesana kalo Marsya udh pergi kerja lagi"
"yaa gitulah...aku mau tidur dulu bik, cape td berangkat subuh banget dari kota S"
"Baik mas, selamat istirahat"
tapi sesampainya di kamar, ternyata Nando tidak bisa memejamkan matanya, justru sibuk chat bersama istrinya. menjawab seolah2 dia masih diluar kota dan sibuk bekerja.
gapapalah aku bohong dikit, nanti dia pasti senang liat aku udah pulang
Nando berjalan menuju walk in closet di kamarnya, niatnya untuk berganti pakaian tapi matanya justru tertuju pada brangkas pribadi milik Marsya.
sepasang suami istri itu memang memiliki brangkas masing masing dalam lemarinya, walau sama2 tau paswod nya, tapi tidak pernah ada yg membuka brangkas pasangan nya.
__ADS_1
apa aku boleh buka, aku cuma mau tau apa Marsya masih menyimpan kenangan lamanya bersama ayah Denis
Rasa penasaran mengalahkan segalanya, Nando membuka Brangkas Marsya dan mengeluarkan isinya satu persatu, ada mas kawin yang dia berikan dulu, berkas2 penting mengenai bisnis nya Marsya, juga ijasah sekolahnya dulu.
Wahh, ternyata sekolah kita berdekatan dulu, coba aku ketemu kamu waktu itu ya, mungkin kisah kita akan beda lagi dan kamu sudah cantik dari dulu..
Nando menemukan kwitansi kreditan bank dari rumah dan kendaraan pribadi Marsya, mengerutkan alis nya lalu memfoto kwitansi itu dengan hp nya
akhirnya yang dia cari di awal pun ketemu dalam tumpukan paling bawah, tersimpan rapi dalam sebuah map coklat
ada foto seorang pria muda sedang menggendong bayi mungil, tersenyum dengan senang nya. Nando memperhatikan foto itu lalu berkata
"ooh gantengan aku"
uppss, tersadar dengan ucapannya
"astagfirullah, maaf ayah denis, maaf... maaf gak bermaksud membandingkan" ngomong sendiri dengan foto yang di tatap nya
menyimpan foto itu lalu berganti foto lainnya, sepertinya foto itu di ambil saat Denis baru lahir.. Marsya yang duduk di kasur rumah sakit tersenyum menatap kamera sambil menggendong Denis bayi, serta disebelahnya Ayah Denis yang sedang mengecup kepala Marsya.
Nando terdiam melihat foto itu, lalu tersenyum.
"sepertinya kalian keluarga bahagia dulu, terima kasih kamu memberikan kebahagiaan untuk Marsya saat itu, kedepannya biarkan kebahagiaan itu jadi tanggung jawabku"
Nando memutuskan tidak melihat foto2 lainnya, merapikan kesusunan semula lalu menutup brangkas itu lagi.
...........
__ADS_1