
Obrolan di ruang kerja itu masih berlanjut, sambil makan nasi padang. marsya sudah kenyang, karena dia memang sudah makan sebelumnya, tapi dia hanya berpura pura menyuapkan nasi sedikit sedikit untuk menemani nando yang masih lahap.
"kapan kamu bisa cuti lagi buat datang kesini sebelum hari H? "
"kamu mau aku kesini lagi? kenapa?" mulai ge'er dong diminta datang lagi " kalo kamu maksa, aku bisa cuti tiap hari nemenin kamu disini" sambung nya
"jangan ngomong sembarangan, bisa bisa kamu di pecat kalo bolos kerja mulu..aku gak mau kamu jadi pengangguran, kesini sekali aja buat fitting baju nikah, pilih yang kamu mau pakai, nanti aku pisahin"
"ooh urusan baju doang, aku bisa pake jas ku nanti. Syarat pernikahan mu sudah menghancurkan wedding impianku, jadi gausah repot repot siapin bajuku"
yaiyalaahh koleksi jasnya dari brand brand ternama yang harganya bisa buat Marsya pingsan, kenapa pula harus pakai jas dari butik nya marsya.
"tunggu dulu, tadi kamu bilang apa? pengangguran? emang kamu gak tau kerjaan ku apa?" tanya nando penasaran
"aaahh kebetulan kamu bahas itu, yaa aku mau tanya, kerjaan mu apa, gajinya berapa, besar gak?"
"kok tanya gaji segala sih, kenapa kamu gak cari asal usulku dulu sebelum terima lamaran ku? gimana kalo aku betulan pria pengangguran?"
"yaa, awalnya aku gak peduli toh aku mau gak mau harus terima lamaran itu kan" nadanya sedikit sedih karena teringat akan mimpi nya, mimpi yang membuat nya merubah keputusan dari 'tidak bersedia' menjadi 'yaa,aku terima'
nando melihat perubahan ekspresi marsya, dan memecah keheningan nya
__ADS_1
"teruussss? terusin dong kalo ngomong"
"aku fikir, bebanku udah cukup banyak kalau nambah biayain satu nyawa aja gak masalah lah, aku masih bisa bekerja disini dan mencari nafkah buat kita nanti, tapi gaya hidupmu yang bisa sekali belanja sampai 82juta bahkan menggunakan kartu kredit bikin aku ngeri..hiiii lihat ni tanganku sampe merinding"
Nando terkejut dengan ucapan Marsya, kenyataan bahwa marsya akan tetap menerima lamarannya walaupun dia seseorang yang tidak memiliki apa2, membuat nando tersanjung.
"jadi itu alasanmu kenapa cincin nikah kita modelnya seperti itu"
"ya, itu yang paling manusiawi buatku...walaupun masih mahal sih" hikksss nambah hutang lagi batin marsya
"hahaahahah......." nando tertawa lagi, dia benar benar tidak menyangka ngobrol dengan marsya membuatnya bisa tertawa berkali kali hari ini
"berhenti ketawa, dan jangan belanja seenaknya lagi, aku jadi mikir kamu lebih manis waktu duduk di sofa depan tanpa bicara apa2, daripada sekarang cuma bikin frustasi aja...."
"kapan kamu selesai kerja? aku antar ya pulangnya"
"gausah, aku bawa mobil sendiri, oiya nanti mama nur tlp kamu, minta surat2 buat ngajuin ke KUA, aku juga gak yakin masih bisa gak daftar kalo acaranya 7hari lagi"
"mana ku tau, nanti aku siapin semuanya"
"kalo gak bisa gimana, nikah kita di undur atau kita nikah bawah tangan dulu surat menyusul?"
__ADS_1
gadis ini bener bener menguji kesabaranku, aku mencari mu sudah hampir setahun dari mimpi itu. aku ingin memamerkan mu ke seluruh dunia, dan kamu dengan ringan nya menganggap pernikahan ini seperti mainan
"sudah minta tidak ada resepsi, sekarang minta nikah bawah tangan. berikan semua datamu, biar aku yang urus sendiri ke KUA"
"okee" jawab marsya ringan
...........
sore hari nando pamit, dia mau cari masjid untuk solat asar dulu lalu pulang kerumahnya...marsya mengantar sampai mobil nando.
"kabarin aku kalo kamu sudah selesai kerja ya, aku pergi duluan"
"oke, hati hati di jalan"
keduanya canggung saat mau berpisah,
*ini harus cium tangan, pelukan atau gimana ya kok rasanya ada yang kurang, batin marsya
aaahhh aku ingin peluk dia, tapi mana bisa aku menyentuhnya....sabar nando tunggu beberapa hari lagi*....
akhirnya hanya mereka hanya saling melambaikan tangan, dan mobil nando pun meninggalkan gallery.
__ADS_1
.............