
Pagi hari setelah menunaikan kewajibannya, sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk Nando dan Denis, dengan perlengkapan dan bahan masakan seadanya jadi lah menu nasi goreng special ala chef Marsya.
Menu sarapan pun disajikan di ruang tamu, berhubung tidak ada meja makan disana, bahkan meja bar besar itu pun belum ada kursi nya..
Nando keluar kamar dengan setelan rapi, membuat marsya sedikit bingung, merasa belum pernah melihat baju itu di lemari.
"dari mana kamu dapet baju itu"
"dimobilku, aku simpan di koper belakang"
"ohh....pantes aku gak liat di lemari, sarapan dulu deh udah aku siapin di ruang tamu, aku mau bangunin Denis buat sekolah"
"aku tunggu kamu aja"ucap nando sambil berlalu ke ruang tamu
.......
di ruang tamu nando menghubungi seseorang melalui hp nya.
"halo Doni"
"haloo pengantin baru, akhirnya ada kabar juga setelah chat aku yang bertubi tubi cuma di read doang"
"gausah cerewet, aku di rumah baru, kamu gausah ke rumah lama buat jemput"
"what, rumah baru, rumah lama, maksunya apa sih"
"aku udah gak tinggal di rumah mama lagi, udh pindah 3hari lalu"
"rumah yang kamu bangun itu bukannya masih kosong gada furniture, kok bisa tinggal disitu"
"makanya, hari ini kosongin jadwal, aku mau isi rumah sampe penuh"
"waduh bos, maaf banget karena pernikahan mendadakmu itu, semua jadwal jadi berantakan. hari ini udh gak bisa di cancel lagi"
"Donii....jangan bikin aku ngulang dua kali" Nando mulai kesal dengan sekretaris nya itu
"aku usahain, tapi please kekantor minimal setengah hari"
"Gak mau!!"
" oke, 2 jam...aku perlu 2 jam aja, banyak dokumen yang harus di periksa" Doni masih usaha dan sedikit memaksa
"okelah, lagian toko rumah tangga juga belum ada yang buka jam segini, hahahaa"
__ADS_1
"apanya yang lucu Bos, seneng banget kaya nya sampe gamau ninggalin istri sebentar doang, belanja perabotan aja sampe mau ditemenin"
"ih berisik, makanya sana cepet nikah!" ucap nando sambil memutus teleponnya
Doni di seberang telepon pun kebingungan dengan ledekan Nando itu, susah juga yaa ngadepin cowo yang telat puber
...........
Sarapan pagi pertama dengan kelurga kecil di ruang tamu, berlangsung dengan hangat. sesekali ocehan Denis membuat smua tertawa
"Marsya, nanti pulang sekolah Denis kamu langsung ke kantorku"
"Ngapain, ngehadap bos kamu ya, karna kamu udah banyak bolos kerja, kamu udah ngajuin cuti kan sebelum nikah?"
"kita mau belanja perlengkapan rumah, aku ada kerjaan sedikit, gakan sempat kalo jemput kalian ke rumah dulu, lagian toko Furniture lebih dekat kalo dari kantorku"
"terus kamu nanti gak kerja lagi dong kalo ikut belanja"
"tolong nyonya Marsya, gausah fikirin kerjaan ku, buat sekarang rumah kita lebih penting"
"terserahlah, dimana kantor mu, aku gak tau"
"kamu gak tau???"Nando terkejut dengan kenyataan marsya gak tau tempat kerja nya
"hmmm iya juga ya, kamu tau AL-Syech Grup?"
" Taulah, itukan grup yang punya tour n travel terkenal di kota ini, bahkan cabangnya hampir satu negara"
"ohh bagus lah ternyata kamu gak bodoh bodoh amat, aku kerja disitu di kantor pusat nya, nanti aku share lokasi nya"
"oke, lagian hari ini jadwalku meliburkan diri jadi waktu luangku banyak"
"waktu luangku juga banyak, jadi aku bisa belanja sepuasnya hari ini" ucap Nando gak mau kalah
"haa...haaa...haa apa itu perlu di banggakan suamii kuuhhhh"
apa, dia panggil aku suamiku, manis sekali, rasanya aku ingin dia memanggilku begitu terus
.........
Disekolah Denis, Marsya bergabung bersama ibu ibu lainya. pernikahan yang dirahasiakan itu pun mulai menjadi rahasia umum karena ada seorang tetangga yang anaknya satu sekolah dengan Denis membocorkan pada ibu ibu yang lain.
seorang ibu mendekati Marsya lalu berkata pelan "Aduh bunda Denis, nikah gak undang undang, ngasih tau aja engga"
__ADS_1
"kok mama akbar tau?"
"semua ibu ibu udah tau kok, kan mama Amira datang undangan waktu itu"
"hehe, mama amira kan tetangga, jadi di undang sm mama aku, aduuhh aku jadi gak enak niihh, mama mama, sini dong ngumpul, gausah ngomong dibelakang aahh" ucap marsya sedikit mengeraskan suara nya
dan terjadilah Marsya di sidang semua ibu ibu sekolah, dengan pertanyaan yang macam macam, kenapa dirahasiakan, kenapa mendadak, kenapa gak undang undang, siapa orang nya, Dan masih banyak lagi pertanyaannya
setelah menjawab smua pertanyaan satu persatu, akhirnya marsya mentraktir semua ibu itu dengan makanan yang dipesan nya secara online, tidak lupa juga dia pesan untuk guru guru nya Denis, sebagai permintaan maaf karena tidak diundang
tentu saja semua senang, karena semua mendapatkan porsi yang besar bahkan untuk satu keluarga di rumah masing masing.
.........
Dikantor, Nando mengeluh kepada Doni yang memaksanya datang untuk bekerja, doni hanya bisa meminta maaf sambil tersenyu jahil merasa penasaran dengan Malam pertama nya Nando
"bos, boleh ngebahas pribadi sedikit gak?"
"Gak bisa, kerjaan ku banyak, harus beres dalam 2jam"
"huft, aku kan penasarann...." ucap Doni seraya menhentakan kaki ke lantai
"Apa?"
"Gimana rasanya sentuhan sama perempuan pertama kali nya, waktu di pernikahan ngeliat kamu memeluk istrimu aja aku merinding"
"heeii Doni, mamaku, kakaku, keponakanku semua perempuan, bahkan bik sum perempuan, kata siapa aku gak pernah sentuhan sama perempuan, buta kali ya"
aahh yasudahlah, gakan berhasil ngorek info kalo bukan dia sendiri yang pengen buka mulut
"iya maaf" ucap doni malas menjelaskan maksud utama nya
"Doni, kenapa sepanjang jalan banyak banget karangan bunga"
"itukan karna Bos ku ini, mengumumkan pernikahan tanpa memberi tau lokasinya di mana bahkan tidak mengundang siapapun di kantor, jadinya semua karangan bunga nyasar kesini" jawab Doni panjang lebar
"Marsya mau kesini, aku takut dia kaget liat semua bunga bunga itu, bisa kamu singkirkan dalam 2jam?"
"sepertinya 2jam gakan sempat, perlu seharian mengangkut semua bunga, lagian kenapa dia kaget, harusnya dia bangga kan, banyak yang ucapkan selamat"
"Semoga saja begitu, yasudahlah keluar kamu sana, aku mau beresin kerja" Nando pun kembali serius dengan dokumen nya yang segunung
............
__ADS_1