
Setelah Nando dan keluarganya pergi dari Gallery, marsya masuk ke ruangannya, terdiam dan merenungkan sesuatu.
pernikahan sudah di depan mata, aku harus bagaimana
terdengat suara ketukan pintu, ternyata itu haris karyawan marsya yang biasa berurusan dengan rekanan bisnis nya.
"bu, ada sedikit masalah di pemesanan ballroom"
"kenapa udah dibambil orang tempat nya? ywdah cari tempat lain aja kalo gitu" ucap marsya santai
"bukan seperti itu bu, tadi saya ke hotel sedikit siang karena ketemu pak ikbal dulu untuk pengisi band nya , tapi begitu saya tiba pihak hotel bilang sudah lunas semua booking an ibu marsya"
"maksudnya apa?"
"saya juga bingung bu, makanya saya langsung temui pak ridwan, manager hotel, setelah di cari tau menurut pak ridwan ternyata 2jam sebelum kedatangan saya, sudah datang dua orang pria yang melakukan pelunasan atas nama bu marsya, bahkan mereka booking kamar hotel sebanyak 4 lantai sekaligus yang totalnya hampir 100 kamar, selama 2 hari berturut turut"
"terus" ucap marsya sambil berfikir jantung nya berdebar kencang, ada apa sebenarnya
"bahkan mereka open card bu, bila ada tambahan biaya dalam acara atau pemesanan kamar, lalu saya tanya atas nama siapa yang bayar, pihak hotel bilang an. calon suami ibu"
"nando alfaridz syech" ucap marsya dan haris bersamaan
"iyaa betul bu" jelas haris
marsya menghela nafas panjang.....
__ADS_1
"lanjutkan kerjamu haris, tetap buat konsep seperti yang aku minta, jangan terlalu mencolok untuk acaranya, dan satu lagi lunasi semua pengisi acara di luar hotel, Sekarang!! jangan sampai kamu kalah cepat lagi, atau aku potong bonus mu nanti."
"ba..baiik bu"
haris pamit dari ruangan marsya, dan marsya benar benar tidak habis fikir dengan nando,
booking 100 kamar, open card untuk acara pernikahan? kamu gila!!! terus uang serahan itu mau aku pakai apa kalau kamu bayar semuanya
..........
marsya keluar ruangannya, lalu pamit pada yani, reseptionis nya...
"yani, sampaikan pada semua,aku ga balik lagi ke gallery, tolong kalian urus semuanya ya....mulai hari ini sampai hari H, pesan makan sesuka kalian, pakai uang kantor dulu, nanti aku ganti.."
"yaa sama sama" lalu marsya pergi melajukan mobilnya menuju suatu tempat sepanjang jalan dia menangis
kenapa kamu buat aku semakin sulit, bagaimana bisa kamu lakuin ini sama aku, yang bahkan gak tau perasaan apa yang aku punya buat kamu, gimana aku bayar semua hutang ini, kalau ternyata aku gagal mencintai kamu...
...........
marsya masuk kedalam sebuah rumah yang memang tidak di kunci, dia berteriak, "ayah, ibu, ada dimana?"
"marsya, anak ibu makin sibuk gak pernah kesini lagi, mana denis, cucu ibu" ucap ibu dari alm suami marsya
"denis gak ikut bu, aku kaan dari gallery langsung kesini, bu bapak mana?"
__ADS_1
"bapak kan lagi ngajar, pulang sore" jawab ibu
ayah mertuanya seorang guru PNS yang mengajar di salah satu SMP negeri di kota B, sedangkan saudara ipar marsya sudah tidak satu rumah dengan ibu, jadi saat ini hanya ibu yang ada disitu
merekapun duduk di ruang tamu, lalu marsya memulai percakapan itu
"bu, marsya mau bilang sesuatu" ucap marsya mulai menitikan air mata yang sudah tak terbendung lagi, wajah nya pucat, bingung, juga sedih
"kenapa, ada apa marsya" ibu mulai tegang melihat tangisan itu
"bu, maafin marsya gak bisa setia sama alm ayah denis. tanpa sepengetahuan ibu sama bapak, marsya terima pinangan seorang lelaki bu, maafin marsya" tangis nya menjadi
mendengar perkataan marsya ibu ikut menangis, mencoba menenangkan, sambil mengelus bahu anak menantunya itu...
"marsya malu sama ibu, marsya gak layak injakan kaki disini lagi, biar marsya pamit dari kehidupan ibu sama bapak, tapi tolong jangan buang denis bu, terima denis kalo dia ingin kesini, karena dia cucu ibu" ucapnya sambil terisak..
"marsya, menantu ibu...sudah 5 tahun kamu hidup menjanda, membesarkan denis yang bahkan saat itu belum bisa berjalan, saat itu usiamu masih sangat muda, tapi kamu bertahan demi cintamu kepada anak ibu yang sudah tiada"
"terima kasih marsya, menikahlah, ibu sama bapak iklas, sekarang ibu minta, kamu yang jangan buang kami disini ya, tetap kunjungi ibu sama bapak ya, bahkan dengan suami baru mu nanti.. kami akan terima"
"ibuu.....terima kasihh, terima kasih ibuu"
hikkkkss hikksss....
...........
__ADS_1