
Siang hari, marsya sedang bermain dengan seorang anak bayi yang masih merangkak, menyusuri setiap sudut rumah dengan tangan kecilnya... "nda...ndaa..." hanya kata kata itu yang terucap dari mulut mungil si bayi.
"uuhhh kesayangan bundaa, udh bisa manggil sekarang...ayoo pinterr berdiri yuu, belajar jalan, bunda pengangin"
tapi bayi mungil itu justru merangkak semakin jauh.. hingga genangan air yang tak terlihat membuat tangan itu tergelincir dilantai dan menghantam dagu si bayi mungil itu.
"Denissss......aaahhh"
yaa bayi itu adalah Denis yang baru berusia 8 bulan, secepat kilat marsya mengangkat tubuh mungil denis dlm pelukan nya, dagu nya mengeluarkan banyak darah...Marsya panik, menangis sndiri dlm rumah nya...dia kebingungan mencari pertolongan.
hingga ia pun reflek berlari ke luar, menghampiri klinik 24jam dekat rumah, dengan daster nya. Dia memeluk Denis yang tiada hentinya mengucurkan darah dari dagunya.
"Dokter tolong anak saya, jatuh di lantai"...hiks tangisan panik Marsya benar terlihat, air matanya tak bisa di tahan.
Dokter yang melihatnya pun segera melakukan pertolongan pertama dan berkata "jangan panik bu, ini hanya sobekan kecil..tidak apa2"
"ya dokter, terimakasihh..tolong obati anak saya"
................
setelah 2jam di klinik, Marsya pun pulang ke rumahnya. Tangis nya mulai mereda.
"sayang jangan bikin Bunda panik lg ya, bunda sedih liat kamu berdarah"
setelah menidurkan Denis d kamar, Marsya pun mencari Hp nya, karena panik dia berlari ke Klinik tanpa membawa Hp nya..
dilihatnya ada 40 panggilan tak terjawab
mungkin Ayah Denis, aku lupa kabarin tadi
tp yg dilihat smua panggilan berasal dr ibu mertua, bapak mertua serta Mama nur
tumben mereka tlp sampai berkali kali gini, udh firasat kali ya kalo Denis td jatuh
lalu Marsya menelpon balik ibu mertua nya
__ADS_1
" ya bu, ada apa..maaf td Masya lg ke klinik lupa bawa Hp, Denis jatuh bu, dagu nya berdarah"
"ya Allah Marsya, ibu tlp kamu berkali kali, skrg Denis nya gimana?"
"alhamdulillah, udh gak apa2 bu"
"Syukurlah.... Marsya, AA Dahlan udh smp rumah belom? katanya hari ini dia pulang dr kota S"
"ooh, si AA belom smp bu..harusnya udh landing sejam lalu, mungkin skrg lg d mobil menuju rumah, knp bu?"
"kamu udh dapat kabar dr dia belum? dia naik pesawat apa?"
"naik ******** belum kabarin bu, nanti Marsya tlp dulu, td Marsya lupa soalnya urusin Denis di klinik"
"ibu udah coba hubungi dr tadi, HPnya belum aktif"
"waduh knp ya bu, lowbat kali ya"
"Marsya, km liat berita skrg...cepaattt"
"iinni ada apa sih buu? bentar2 nyalakan tv dulu"
"sebuah pesawat ******** hilang dari radar sekitar 2 jam lalu, pesawat dengan nomor penerbangan *** lepas landas dr bandara *** pukul 12.30 menuju *** diperkirakan akan mendarat pukul 14.000 tersebut mengangkut 180 penumpang dan 9 orang awak kabin, namun 30 menit setelah lepas landas, pesawat tersebut dikabarkan menghilang dari radar. hingga berita ini diturunkan TIM SAR Gabungan, masih mencari keberadaan pesawat tersebut"
"Haloo, Marsya...marsya dengar ibu, halooooo"
"iiya bu,maksudnya apa ya..kenapa ibu suruh Marsya liat berita ini, AA gak ada di pesawat itu!!! sebentar lagi juga nyampe rumah, ibu tunggu aja yaa"
"A Dahlan kirimi foto boarding pass nya ga sebelum terbang, kamu liat dengan benar nomor flight nya"
"ada, bentar marsya liat" marsya mengaktifkan loud speker d Hpnya, lalu mencari chat terakhir bersama suaminya
"buu, nomer flight nya **-**."
deg, seperti petir yang menyambar, Marsya mulai menolak kenyataan dihadapan nya.
__ADS_1
"nggaa, ini salah bukaan, ga begini seharus nya....ibuuu ini nomernya salahh, Marsya cek lagi"
"Marsya sadarkan dirimu, nomer flight nya sama gak sm yang di TV"
'Enggaaaaa ibuuu!!!bedaaa, aa gak ada di pesawat itu, enggaaaak mungkiinn, ini salahh, pasti salah!!!!" nada bicara nya mulai meninggi, dia menangis dan terus mengelak bahwa nomer flight suaminya berbeda dengan yg ada di berita.
menyadari marsya seperti mulai hilang akal, ibu pun menangis, bapak yang sedari tadi mendengarkan percakapan keduanya pun menangis
"Marsyaa, ibu harus gimana ini..hikk, anakk ibuuu...hikkk, anakk ibuu di pesawat itu kan...."
"enggaa, ibu jngan bicara macam2, sebentar lagi aa nyampe rumah, tenang ibuu, ini salah, ini semua salahhh!!!"
bapak pun mengambil alih tlp ibu lalu bicara dmg Marsya, "nak, dengarkan bapak..skrg bapak mau ke bandara cari informasi, kamu tunggu di rumah ya, jaga Denis, nanti bapak tlp mama kamu supaya temanin kamu di rumah"
"Bapaakkk, gausah kesana..sebentar lagi AA nyampe, nanti Marsya kabarin sm bapak, hikk"
"istigfar Marsya, berdoalahh"
"bapakk...hikkk.....gak mungkin, Marsya yakin AA bakal pulang"
"Nak, bapak tutup tlp nya ya, assalamualaikum"
tuut tuutt tuut........
dan Marsya pun terjatuh di lantai, menangis demgan sejadi jadinya....
"AA, kamu dimanaa!!!!!"
tangisan yang begitu keraspun, membuat Denis kecil terbangun dr tidurnya dan ikut menangis, Marsya berlari ke kamarnya, segera memeluk Denis yang seolah bisa merasakan kesedihannya...
"Denis cepat sembuh yaa, sebentar lagi Ayah pulang, nanti Ayah peluk Denis ya biar luka nya cepet sembuh"
"Denis boleh aduin Bunda sm Ayah, kalo Bunda tadi jagain Denis gak bener, jdnya Denis jatuh...kalo Ayah marahin Bunda nanti, gak apa2 kok, Bunda rela dimarahin Ayah, asal Ayah pulang"
hiiikkk.....hiiikkkss
__ADS_1
"kita tunggu Ayah yaa sayang"
........