Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Pulang Larut Malam


__ADS_3

Rutinitas di Galeri Marsya kembali seperti semula, semua sibuk dengan pekerjaan hariannya. Karena memiliki status baru sebagai istri membuat Marsya harus mengurangi jam kerjanya. terutama pada Weekend, agar waktu untuk keluarga lebih banyak.


Sudah satu bulan pernikahan, situasi rumah pun semakin kondusif, setiap pagi Marsya mengantar Denis sekolah yang kini selalu di temani Rosa kemanapun Denis pergi, lalu sore hari nya Menjemput Denis dan Rosa di rumah Mama Nur.


Bahkan Nando, sangat mudah diajak bekerja sama dengan bergantian mengantar jemput Denis. Sungguh rumah tangga yang harmonis dan kompak bila dilihat dari kacamata luar.


Namun semua keindahan itu, tidaklah indah didalamnya, sikap dingin Nando yang masih belum mau berhubungan badan dengan Marsya, membuat nya berfikir ada yang salah dalam dirinya.


Padahal Denis sudah mulai tidur dikamarnya sendiri, ditemani Rosa dan Inah di yang tidur di bawah tempat tidurnya menggunakan kasur lantai. Maka setiap malam, Marsya bebas tidur dengan menggunakan pakaian yg lebih santai dan pendek. Mungkin berniat sedikit monggoda, namun hasilnya tetap saja mereka hanya tidur dengan berpegangan tangan.


Setelah menyelesaikan semua pekerjan nya, Marsya pun beranjak meninggalkan Galerry menjemput Denis lalu pulang ke rumah yang dia tempati kini.


Namun hingga menjelang malam, Nando belum juga kembali ke rumah.


Tidak biasanya dia begini, bahkan seharian gak ada kabar sama sekali


Marsya ngambil ponsel nya lalu menghubungi Nando


"kamu dimana? kenapa belum pulang?"


"iyaa, aku masih banyak kerjaan mungkin pulang larut malam, kamu makan malam duluan saja" ucap nando di seberang telepon


"ooh yaudah, hati hati"


telepon pun berakhir, dan ternyata Nando ada di rumah Doni, sedang tiduran di Sofa dengan santai nya


"huuft dasar lelaki tukang bohong, banyak kerjaan kepalamu, jelas jelas dari sore kerjaanmu main game disitu" ucap Doni yang sedang sibuk makan di sebelah sofa yang ditempati Nando


"berisik kamu Doni, mumpung orang tuamu sedang di luar kota jadi aku bisa malas2an disini, kalo om dan tante ada aku yakin mereka pasti ngelapor ke mamaku" ucap nando yang sibuk main game online nya lagi

__ADS_1


"aku jadi penasaran kenapa tiba2 kamu malah sembunyi disini sih? lagi berantam ya sama istrimu"


"sembarangan, hubungan kami baik baik saja, bahkan istriku sangat sempurna"


"terus kenapa kamu malah ada disini, bukanya pulang pada istri sempurnamu itu" Doni mulai kesal karena Nando yang belum berhenti juga main game nya


"itu karena istriku akhir akhir ini terlalu cantik, aku takut tidak bisa menahan diri" Nando bahkan tersenyum saat mengatakan itu


"Dasar bodoh, suruh siapa menahan diri"


tentu saja Doni tau semua hal yang berhubungan dengan Nando, sebagai sekertaris juga sebagai sahabat satu satunya, hanya Doni tempat Nando untuk mengeluarkan keluh kesah nya


"Doni kurang ajar, mau ku turunkan gajimu 50% berani ngatain aku bodoh" menghentikan game nya lalu duduk dan melototi Doni


"hahahaa, becanda...lagian ini bukan jam kerja, jd statusku sekarang satu satunya sahabatmu yang mau menampungmu dirumah, jadi bersikap baiklah padaku atau aku telepon istrimu bilang kamu ada disini"


"huufft, gausah ngadu2 lahh kan kita best friend"


"siapa bilang aku gak tergoda, kamu kan juga lelaki, pasti tau rasanya, bahkan tiap pagi aku harus joging buat mendinginkan darahku yang mendidih"


"terus kenapa kamu disini, pulang sana tunjukin darah mendidihmu itu sama istrimu"


"aku gak bisa, kadang aku masih melihat Marsya diam diam menangis dalam tidurnya, dia belum sepenuhnya menerimaku sebagai suaminya"


"Dia nangis karena kamu belum memberinya nafkah bathin buat seorang istri itu suatu penghinaan"


"sok tahu kamu, nikah aja belum pake ngajarin segala"


"heii aku lebih pengalaman soal wanita dari pada kamu, pacarku aja suka marah kalo aku belum mencium nya, dia fikir aku punya perempuan lain lah, bosan lah, minta putus lah, apa lagi dia istrimu! sampai kapan kalian mau pegangan tangan terus!!" Doni menjelaskan menggebugebu

__ADS_1


**Doni sialan ini, apa betul yang diucapkannya? kalo memang seperti itu kenyataannya, tentu saja aku senang sekali, tapi kalo ternyata dia menangis karena masih merasa bersalah pada almarhum suaminya sebab menikah denganku bagaimana?


beberapa kali aku mengantarnya ke makam ayah nya Denis, dan disana Marsya selalu menangis, aku tidak cemburu pada almarhum, aku juga tidak mungkin mengganti posisinya di hati Marsya, situasi saat ini aku iklas, aku hanya takut suatu hari Marsya meninggalkanku bila aku terlalu memaksa kehandakku untuk melakukan hubungan itu


tidak, aku tidak boleh membuat luka baru dalam diri Marsya. aku hanya perlu menunggu Marsya membuka hati untukku..


...........


Malam hari, Nando baru pulang ke rumahnya, setelah menelpon Bik sum untuk dibukakan pintu. Bik sum yang keheranan melihat Nando pulang larutpun memilih diam lalu kembali ke kamarnya.


ketika masuk, Nando melihat Marsya tertidur di sofa ruang keluarga dengan TV yang menyala, Nando mendekatinya, sedikit merendahkan badan lalu membelai rambut Marsya hingga Marsya pun terbangun merasa ada sesuatu yang menyentuh kepalanya


"kamu baru pulang, malam banget" sambil reflek bangun untuk duduk


"hmm" jawaban Nando singkat sambil duduk disebelah Marsya


"Pasti kamu lelah, sudah makan? aku siapkan sebentar ya"


"gausah, aku sudah makan diluar, Marsya apa kamu marah sama aku?"


"Marah? kenapa aku harus marah, kamu kan pulang telat karena bekerja"


bukan itu maksud pertanyaanku, aku ingin bertanya yamg dikatakan Doni tadi, apa kamu marah karena aku belum memberi nafkah bathin padamu, tapi bagaimana mengatakannya


"baguslah kalo gitu, ayo ke kamar, aku mau mandi dulu baru tidur"


"iyaa, yuuk" Marsya pun menarik tangan Nando dan mereka bejalan bersama menuju kamar yang hanya beberapa langkah itu.


hubungan ini sudah sempurna, aku tidak mau merusak semuanya, cukup seperti ini saja aku bahagia

__ADS_1


*Nando


............


__ADS_2