
"kamu kebanyakan uang? kenapa kamu hamburkan seperti itu sihh"
"aku? menghamburkan dari mananya, aku kan bayar hutang yang sekarang ataupun nanti tetap wajib dibayar"
"kamu balas dendam sama aku? cuma sekali aku tidur pakai baju, itupun gara2 kamu yang gak masuk ke kamar jadi aku ketiduran, kamu langsung habiskan uang sebanyak itu dalam sehari"
"Marsya, aku bukannya gak mau masuk kamar, kamu yang kunci pintu nya"
sebenrnya aku ga kefikiran kesitu sih, kenapa momen nya pas yaa
"aahh, terserah lahh.. aku gak suka cara kamu begitu, walaupun semua itu uang kamu, setidaknya kamu harus kasih tau aku kalo kamu mau keluarkan dalam jumlah besar buat rumah tangga kita, dan lagi semua itu hutang pribadi aku, jadi aku akan tetap bayar perbulan seperti biasa sama kamu mulai sekarang sampai lunas" ucap Marsya menggebu sambil membuka pakaian nya satu persatu, melihat itu tentu saja Nando gelagapan sendiri
"kaamuu mau ngapain?"
"mau tidur lah, aku gak mau besok kamu belanja seenak nya lagi gara2 malam ini aku tidur masih pake baju"
Nando menutup mukanya dengan bantal, menahan tawa sebisanya
Marsya kenapa saat marah-marah bisa kefikiran kesitu, aku aja sampai lupa sama peraturan yang satu ini
Marsya masuk kedalam selimut dengan keadaan tanpa sehelai benang pun, lalu tidur membelakangi Nando, dia memberikan satu tangannya kebelakang,
"aku masih marah, jangan sentuh aku malam ini, pegang aja tanganku kalo kamu udah mau tidur"
apaa, setelah melihat dia selucu ini, dia bilang jangan sentuh aku?? Gawatt!!!
"Marsya, sayangku"
__ADS_1
"hmmmm"
tahu panggilannya masih dijawab walaupun dengan perkataan singkat, Nando tersenyum, lalu dia meletakan bantal yang dipakai menutup wajah ke kepalanya, dan ikut berbaring nenatap lurus ke langit langit kamar, melipat sebelah tangan diatas dahi lalu mulai serius berbicara
"Marsya ku sayang, yang masih suka hidup mandiri, kamu luar biasa mengatur keuangan rumah tangga kita, sangat amanah mengunakan uang yang aku berikan benar benar hanya untuk keperluan rumah dan kita bertiga"
"aku bangga memiliki istri sepertimu tapi aku berfikir apakah betul cukup seperti ini? aku ingin meringankan beban mu, tapi sedikitpun kamu tidak pernah memberi celah padaku beban mana yang harus aku tanggung"
Marsya mendengarkan cerita Nando tanpa bereaksi sedikitpun, masih posisi membelakangi suaminya
"Mama dan Maya juga jadi tanggung jawabku sekarang, tapi lucunya aku harus sembunyi sembunyi memberikan uang pada mereka demi menjaga perasaanmu"
"urusan pribadimu saja kamu tidak mau sharing sama aku, apa lagi urusan pekerjaanmu, yang jelas2 sebelum pernikahan kamu minta bekerja untuk memenuhi beban dan tanggung jawabmu sendiri"
"aku tahu, kamu sudah terbiasa hidup mandiri, tapi sekarang kamu punya aku, suamimu, percaya padaku kita hadapi semua bersama entah itu masalah kecil atau besar sekalipun yang kamu hadapi, aku akan selalu ada untukmu"
"sayang" suara Marsya lirih, bingung sendiri harus menjawab apa, karna yang dikatakan Nando memang betul semua. Marsya terlalu menutup diri untuk hal hal pribadinya, entah suatu kebiasaan hidup mandiri, atau suatu perasaan yang tidak ingin terlalu begantung kepada orang lain, walaupun orang tersebut adalah suami nya saat ini.
Nando tersenyum ikut memiringkan tubuhnya,kini posisi mereka saling berhadapan, lalu Nando menyentuh pipi Marsya dengan tangannya
"pelunasan mobil dan rumah itu, anggap saja hadiah dariku. walaupun aku hadir terlambat dalam hidupmu, setidaknya kamu akan ingat bahwa aku ikut andil dalam meringankan bebanmu"
"sayaang" hanya itu kata yang bisa diucapkan Marsya
"nikmati hasil kerjamu sendiri mulai saat ini, serahkan semua bebanmu padaku, percayalah aku lebih tangguh dari yang kamu fikirkan"
"sayang maafkan aku, karena masih egois tidak melibatkanmu selama ini, juga terimakasih sudah hadir dalam hidup aku" ada butiran bening terjatuh diujung mata Marsya, dan Nando melihatnya
__ADS_1
"aku melakukan ini bukan untuk membuatmu menangis"
"aku tidak menamgis, aku bahagia"
"sudah gak marah lagi?"
Marsya menggelengkan kepalanya tanda amarahnya sudah mereda
"semalam kamu tidur cukup kan?"
"iya, kenapa?"
senyuman Jahil tersungging dari bibir Nando
"kita begadang malam ini" sambil mengedipkan sebelah matanya
kode
kode
kode
..........
aaahh Nandoo...selalu begini ending nya setiap seranjang bersamamu...
..........
__ADS_1