Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Solusi?


__ADS_3

Siang hari saat di kantor, Nando masih bergelut dengan pekerjaannya. Memeriksa semua laporan yang di berikan Doni hasil audit di kota S melalui email nya.


Karena Doni masih dalam perjalanan pulang, Nando merasa bosan sendiri. Tidak ada yang bisa dia ajak ngobrol di kantor itu.


Kepribadian Nando yang dingin kepada pekerja yang lain, membuat nya sangat bergantung kepada sekertaris pribadinya.


akhirnya Nando memutuskan pulang lebih cepat, menjemput Denis terlebih dahulu di rumah Mama Nur.


"Maya, nyetir nya udh lancar kan?"


"udah Kak Nando, waktu itu sempat test drive juga sm Kak Doni"


"baguslah, kalo gitu aku kasih kamu fasilitas buat kuliah sama buat ngantar Mama Nur kalau kemana2 yaa"


"emang kak Marsya udah setuju kak?" soalnya fasilitas yang kak Nando maksud terlalu mewah buat kami"


"kamu kan adikku juga, aku sedikit kuatir kalo kamu naik motor terus"


"Mah, ini gimana?" Maya merasa tak enak hati


"Nando bicara dulu sama Marsya, mama gak mau kalian berantam gara2 ini, nanti dikira mama yang lancang minta minta"


"Mama tenang aja, Marsya urusan aku. kalo gitu Mama sama Maya ikut aku ke rumah aja yuk, ambil mobil nya sekarang"


"Nando, Mama jadi gak enak kalo begini"


"Mama udah anggap aku anak sendiri kan? kalo iya, mama gak boleh nolak pemberian anak mama ya"


Mama nur tersenyum tanpa menjawab perkataan Nando


.......


Sore hari Marsya langsung pulang ke rumah begitu tahu Nando sudah menjemput Denish, Karena sudah biasa siapapun yang pulang kerja lebih awal, dialah yang akan menjemput Denish.


"suamiku memang yang terbaik" batinnya merasa bangga memiliki Nando yang sangat koperatif merawat anak bersama sama.

__ADS_1


"lohh Mama sama Maya juga ada disini, nginap ya ma, sekali kali, pasti Denish senang tuhh"


"Suami kamu yang ngajak kita kesini"


"hehehe, trus dia kemana sekarang?"


"pulang dari masjid tadi gak keluar kamar lagi tuh, tidur kali"


"oohh, Marsya kekamar dulu ya ma, mau mandi juga lengket2 ni badan"


"iya"


.........


ketika Marsya selesai mandi Nando terbangun,


"kapan kamu pulang?"


"daritadi, tumben kamu tidur sore2 begini capek ya"


"yaa, aku ketiduran, Mama udah selesai masak nya belum? tadi aku minta opor ayam yang pernah mama masak waktu dirumah mu dulu"


"engga juga, itu karena Maya udah punya SIM A"


"SIM A? kapan dia belajar nyetir trus buat apa dia belajar?"


" udh lama juga, aku yang suruh supaya dia kuliah gausah naik motor terus"


"maksud kamu apa siii sayang" Marsya duduk sebelah Nando yang masih asik tiduran


"dia kan adikku sekarang, jd aku punya tanggung jawab buat fasilitasi dia"


"kamu mau kasih dia Mobil? sayaaang, gak lucuu"


"kenapa, lagipula dia jd bisa ngantar mama kemana mana kan, lebih aman lohh gak perlu kehujanan dan kepanasan di motor terus"

__ADS_1


"gakk bisaaa, berlebihaannn"


"Marsya sayang, garasi kita cuma cukup 2 mobil, salah satu mobilku nganggur terus, jd daripada mubazir lebih baik aq suruh Maya pakai aja kan"


"yang mana yang mau kamu kasih?"


"BMW kan dia nganggur mulu tuuhh. kalo mobil itu pergi, jd si merah kamu bisa parkir ke dalam lagi"


"gak boleehh, kebagusan, ngapain anak kuliah pakai mobil gitu"


"apa aku beli lagi aja, city car seperti punya kamu, cocok sih buat Maya. tapi kan kamu ngelarang aku belanja lagi" jawaban Nando sambil pura2 berfikir


"Dasar yaa kamu, selalu ngomong seringan kapas, gak bisa gak ada mobil2an, pakai aja motor yang ada"


"aku gak bilang kamu marah, aku udah bilang kamu juga tetap marah, huhh susah juga mau senangkan keluarga sendiri, jd kamu maunya gimana, aku jilat ludahku lagi bilang sama Mama dan Maya kalo aku gak jadi kasih fasilitas seperti yang aku janjikan?"


"lagian kamu kenapa janji janji kaya begitu sih"


aku tahu Mama dan adiiku bukan karakter orang yang suka menuntut, mereka cukup legowo menerima apa saja yang aku berikan, dan suamiku yang satu ini, memang ajaib..kadang aku gak ngerti dengan jalan fikirannya.


"Marsya, ayo kasih solusi, kasih salah satu mobilku atau beli lagi yang agak murah? tapi jangan solusi menarik janji yaa, aku gak bisa"


"gada beli beli mobil baru, terlalu berlebihan anak kuliah pakai mobil eropa, jadiii............"


"jadiii.....???"


"jadiii, kasih aja mobilku buat Maya, biar aku yang pakai BMW. aaahh padahal bpkb nya baru aku ambil tadi" hikksshikks


yes, memang itu maksud ku dari awal


"kamu iklas? kamu kan sayang banget sama si merah itu" pura puraa polos kang mas ini


"aku sayang tp gak sefanatik itu juga sampai gak mau lepas"


"baiklah kalo itu kemauan kamu, keluar yuu aku gak sabar makan opor masakan mama mertuaku"

__ADS_1


"ya yaa yaaa"


..............


__ADS_2