
Siang berganti malam, malam yang gelap tak ada bintang dan rembulan di malam ini, dan rupanya di malam ini akan turun hujan, Andika yang baru datang dari kerjanya langsung masuk kamar untuk membersikan badannya,
"Sayang ambilkan makan bibik sekarang masak apa ? Ucap Andika sambil duduk di sebelah Bella,
Langsung saja Bella mengambilkan makanan yang ada di meja makan untuk di kasikan kepada Andika,
Andika memakan dengan lahap sambil melihat Bella yang sedang memainkan ponselnya,
Bella berpamitan ke pada Andika karena besok Bella keluar untukain di rumah temannya yang lagi ada syukuran menempati rumah baru,
Andika mengeluarkan nafas panjang saat mendengar ucapan Bella yang mintak izin,
"Rupanya kamu minggu - minggu ini sering keluar ya "ucap Andika sambil melihat Bella,
"Iya deh mas ! Kalau kamu ngak ngizinin aku ya sudah besok aku di rumah saja " ucap Bella dengan nada sewot,
__ADS_1
"Siapa yang bilang aku tidak ngizinin kamu pergi, kamu jangan curiga dulu, aku ngizinin kamu, jangan ajak Adit biar Adit besok sama aku di rumah "ucap Andika sambil berjalan untuk mengambil minuman,
"Tapi mas! Ucap Bella,
"Iya aku akan mengizinkan kamu kemana aja, tapi ingat satu jangan selingku dan jangan tinggalkan aku sayang " ucap Andika sambil mencium tangan Bella,
Bella hanya terdiam saja saat mendengar ucapan Andika, sepertinya Andika melakukan ini karena terpaksa, dan tidak tega menyakitin Bella,
"Kamu yang sabar ya Andika, kamu pasti bisa, tahan amarahmu demi dia "ucap Andika dalam hati sambil memejamkan matanya,
Melihat Andika memejamkan matanya, Bella merasa takut bila Andika marah, dan Bella merasa curiga, tidak seperti biasanya, karena Andika selalu memberi izin sejak Bella pulang kampung satu tahun yang lalu,
Sepuluh menit sudah Andika memejamkan matanya sambil menelan salivanya, hanya itu yang bisa membuat Andika menahan amarahnya kepada Bella,
Bella menjadi penasaran melihat Andika yang selalu memberi izin jika Bella keluar tanpa Andika,
__ADS_1
"Mas kalau ngantuk ya tidur di dalam aku gak kuat ngangkat, mas kamu kenapa, marah sama aku ya " ucap Bella sambil memainkan hidung Andika,
"Kamu yang sabar Andika, kamu pasti bisa, jangan kamu buat orang yang kamu cintai lari dari kamu lagi, aku pasti bisa sa _ sabar "ucap Andika dalam hati sambil memegang dadanya dan duduk dengan nada senyum,
Andika masuk ke kamar untuk beristirahat, dan Bella mengajak Adit untuk masuk kamar sambil membawah mainan Adit,
Andika tidur sambil melentangkan kakinya sambil mainkan ponselnya sambil tersenyum sendiri,
"Mas, kamu lagi cetinggan sama siapa kok senyum - senyum sendiri, kamu berubah mas, apa kamu punya se _ "ucap Bella sambil mengoyangkan badanya,
"Hemm "jawab Andika sambil cetingan dan senyum - senyum,
Bella makin kesal dengan Andika, Bella bangun dan menjatuhkan pantatnya di atas sofa sambil main ponselnya, Andika masuk kamar mandi untuk membersikan tanganya,
Tiga menit dalam kamar mandi Andika mendengar Adit menangis Andika keluar kamar mandi, melihat Bella main Hp tampa menghiraukan Adit,
__ADS_1
"Main HP terus, apa kamu tidak dengar anak kita nangis, "ucap Andika dengan nada marah sambil mengendong Adit,
Mendengar ucapan Andika Bella langsung tidur di sofa tampa menghiraukan ucapan Andika,