
" apa, gimana ini, gw harus gimana"cia
"duh pusing, mending ikuti aja alurnya deh dari pada ribet " ujar cia pasrah saja dengan keadaan saat ini cia pun akhirnya menyelimuti dirinya dan acara membacanya sudah di tutupinya , kini dia hanya menatap langit langit kamar nya dia berfikir akan terjadi apakah nati malam dan banyak lagi lainnya yang membuat nya pun semakin bertanya tanya sehingga dia pun terlelap dalam tidurnya.
sedangkan sonia yang kini tengah berada dikedai dia membantu sang ibu berjualan, ayahnya telah lama pergi meninggalkan mereka semenjak umur sonia 13 tahun, dan sejak saat itulah ibu sonia menjadi kepala keluarga sonia pun membantu sang ibu karena melihat kondisi sang ibu yang sedang sakit, kedai sonia cukup rame apalagi menjelang malam orang banyak sekali mengunjunginya walaupun rame tapi keluarga sonia tidak pernah mencari pelayanan yang menjadi pelayan hanya mereka. sonia lagi memberikan makanan kepada orang orang dan juga sama dengan kedua adik nya yang satu laki laki yang kini menginjak kls 8smp , dan yang satu perempuan menginjak kls 6sd , sonia beristirahat sebentar di belakang sambil mencuci piring nya, sonia pun mencuci piring dengan telaten dan serius, namun satu hal terlintas di pikirannya tentang kejadia tadi dan itu membuat dirinya seketika diam dan akhirnya dia mencoba melupakan itu.
"kenapa jadi dia terus dipikirkan ku " sonia, sembari mencuci piring piring bsrserta gelas dN mangkok disana yang terbilng agak banyak.
"hais ya Tuhan ampuni dosaku, berani sekali dia memeluk ku, dan kenapa aku sepertinya tidak ingin menolak dipelukannya ada apa ini sebenarnya , ahhh bikin pusing " ujar sonia menepuk nepuk air disana,
"kak kalok marah Jagan di sana " ujar adik nya
yang melihat sang kakak menepuk nepuk air dengan wajah kesalnya
"sana pergi bantuin ibuk bukannya disini " usir sonia karena dia tak ingin diketahui kenapa diriny sebenarnya sonia pun segera menyelesaikan pekerjaan nya dan menuju ke luar lagi dan kini sonia pun tengah membantu sang ibu lagi di dalam pemanggangan.
kini haripun sudah menjelang sore jam pun sudah menunjuk jam enam kurang sepuluh menit, cia terbangun dari tidurnya dan dia pun segera mandi setelah mandi cia pun bergegas kebawah menemui sang mommy.
"mommy "
"mom
__ADS_1
" mommy " teriakan cia belum sepenuhnya turun dari tangga, dia bertiak dan membuat seisi rumah pun ikut keluar
"ada apa sayang mommy disini " ujar bricia yang tengah santay di bawah sambil membaca sebual majalah, cia pun menghampiri sang mommy dan ikut duduk, sementara pelanyan pelayanannya pun masuk lagi ke dapur, daddy dan maxim tidak ada di sana karena merek tiba tiba harus ke Kantor .
"mommy pewaris perusahaannya grandma di dunia perfashionan dan permodelan kan mom " ujar cia menanatap sanga bunda sangat lekat
"iyh ada apa sayang " ujar bricia sambil menoleh ke sang anaknya
"mom, apakah mommy ada baju yang bagus untuk acara acara dinner gitu , tapi Jagan juga yang terbuka, elegan saja namun kelihatan bagus " ujar cia dengan sedikit ragu apakah ibunya bisa membantu nya.
"hmm siapa nih yang mau dinner, kamu sayang atau zalfa, ha ataukah sonia nih " ujar bricia sedikit menggoda sang anak
"cia mom " ujar cia santay
"bukan pacar mom, bantu saja cia mom cia bingung nih ,atau cia menelpon granama saja "ujar cia sambil memegang tangan sang bunda dengan penuh harapan
"baiklah nanti mommy suruh Krisna untuk menggambilkannya dan membawanya kesini "ujar bricia, Krisna adalah asistennya sekaligus orang kepercayaannya, karena Krisna selain jujur dia jugu tegas dan bertanggungjawab atas perkerjaanya itu yang membuat bricia sakit dengan satu anak ini.
'beneran kan mom " ujar cia lagi
"iyh sayang" ujar bricia, dan akhirnya bricia pun menelpon asistennya itu untuk membawa gaun beserta aksesoris lainnya cia pun mendengar sang bunda menelpon itu pun tersa lega akhirnya dia tidak memikirkan lagi masalah gaun beserta lainnya
__ADS_1
"makasih mommy " ujar cia,, cia pun memeluk sang mommy , sedangkan bricia dia membalas pelukan anaknya itu dengan sedikit senang karena anak nya ada juga yang melakuinya, sedangkan yang lain dia pun takut jika lelaki yang tengah mengkencani anaknya itu seorang penjahat, namun dia tak mau ambil pusing dengan hal itu.
"jika ada perlu bantuan maka langsung bilang ke mommy ya, jangan takut " ujar bricia
"hehh, siap mom "ujar cia sambil melepaskan pelukannya.bricia sebenarnya ingin sekali menanyakan siapa yang tengah mendekati anaknya itu, namun bricia tidak ingin menggangu dulu kencan pertama anaknya itu dia pun akhirnya mengetik sebuah pesan ke seseorang untuk menyelidiki masalh ini, untuk kencan nanti malam tidak lama Krisna pun datang membawa apa yang di suruhkan oleh sang bos .
" ini buk, gaun beserta aksesoris lainnya sesuai dengan pesanan ibuk "ujar Krisna memberikan beberapa bingkisan di tangannya ke sang bos itu.
" terimakasih ya kris"ujar bricia sembari mengambil beberapa bingkisan itu
"kalau begitu saya permisi buk ,nona " ujar Krisna sambil tersenyum dan di anguki oleh bricia dan gracia, gracia pun membalas senyuman itu Krisna pun meniggalkan 2 orang itu sampai di bawah dia melihat maxim, Krisna memang belum pernah bertemu dengan maxim hanya di TV dan di buku majalah saja dia melihat sosok lelaki yang tampan ,gagah ,tegas dan beribawa itu walaupun dia asisten ibu nya namun dia blum pernah bertemu maxim orang yang cukup sibuk , dan sekarang dia melihat dengan nyata orang tersebut ada rasa tak percaya pada dirinya dan Krisna pun tak heran jika banyak yang menyukai lelaki ini karena lelaki ini memang tampan di nyata maupun difiksi, kagum ,gugup itu sudah pasti semua orang pasti akan merasakan seperti itu maxim pun berjalan dan Krisna pun berjalan sampai akhirnya maxim memberhentikan langkahnya dan bertanya.
"nona, hati hati kau melintas anak tangga, lihatlah kau akan jatuh nanti " ujar maxim melihat seorang wanita itu yang hampir saja tidak jatuh karena jalannya lurus sedangkan anak tangga di masion maxim ada belokan sedikit, dan teguran itu membuat Krisna langsung tersadar dari lamunannya dan dirinya sangat malu lantas dirinya tidak melihat jalan karena dia menatap maxim dari tadi
"hh, iyh tuna terimakasih sudah ditegur jika tidak tadi bisa bisa saya jatuh " ujar Krisna sambil berjalan kebawah dan mereka bertemu di bawah pandangan maxim dan Krisna pun bertemu dan membuat jantung Krisna berdebar debar dan itu juga di rasakan maxim.
(๐ข๐ด๐ต๐ข๐จ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐จ๐ธ , ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ถ , ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข) ujar maxim dalam hatinya, jantung nya berdebar debar sangat kencang
(๐บ๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ , ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ต๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ถ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ฐ๐ฉ๐ฉ๐ฉ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ) ujar Krisna dalam hati juga, dan akhirnya mereka mengalihkan pandangan mereka ke sembarangan arah.
"baiklah kalau begitu saya permisi tuan " ujar Krisna sembari tegesang gesang pergi meninggalkan maxim dengan jantung yang berdebar debar maxim pun melihat kepergian Krisna dan setelah Krisna pergi barulah dia masuk dengan seribu pertanyaan, dia bertanya tanya ada apa dengan dirinya apa ini pertanda , tidak mungkin baginya karena ini baru pertama baginya, dan tak mau ambil pusing dia pun menghilangkan pertanyaan pertanyaan itu lalu membuka pintu masion itu.
__ADS_1
hallo guys ๐ author mau bilang, author minta maaf apabila author ada kesalahan kata maupun nama ya ๐ karena author sangat pusing, jadi salah teknik deh ๐ ๐๐
Jagan lupa like +comment+vote+favorit๐