
Tepat pukul dua malam Bella di perbolehkan pulang Bella hanya menggalami kram pada perutnya dan besok Bella akan pergi priksa ke dokter kandungan.
Malam sudah berganti pagi, dan seperti biasa Andika bangun lebih awal dari Bella, Andika bersiap - siap untuk pergi kerja karena ada jadwal operasi di pagi hari, seperti biasa bik Inem membuatkan susu hangat untuk Andika tidak lupa sarapan roti saja,
"Sayang mas berangkat dulu, Nak! jangan nakal di dalam perut mama, kasian perut mama nanti sakit, sayang pergi ke dokter kandungganya nanti habis mas ngoperasi saya jemput di rumah "ucap Andika sambil cium kening Bella dan menggelus perut Bella,
"Iya mas hati - hati di jalan "ucap Bella dengan nada manja.
"Bik tolong jaga non Bella kalau ada apa - apa cepat kabari Andika "ucap Andika dengan senyum,
"Asip mas "ucap bik Inem sambil memberi hormat.
__ADS_1
.
Pas jam menunjukkan pukul sembilan Bella perutnya terasa sakit seperti tadi malam dan Bella berteriak mintak tolong kepada bi Inem, langsung saja bik Inem menghubunggi Andika tapi nomer Andika tidak aktif, terpaksa bik Inem dan pak mamat mengantarkan Bella untuk ke rumah sakit, sampai di rumah sakit Bella tidak sadarkan diri dan akhirnya dokter Nia akan menanggani Bella dengan baik dan dokter Nia memberitau dokter Andika karena istrinya ada di rumah sakit,
Langsung saja dokter Andika masuk ke ruang dokter Nia untuk melihat Bella ternyata Bella dalam keadaan tidak sadarkan diri,
Berselang satu jam Bella mulai siuman, dan Andika mendekati Bella sambil mencium tangan dan kening Bella dengan mesrah,
Andika menyuru buk Inem dan pak Mamat pulang dulu biar Andika saja yang menjaga Bella, dan akhirnya Bella di perbolehkan pulang ,dan kata dokter Nia, Bella di suruh istirahat total karena Bella mengalami kandunggan lemah dan dokter Nia akan menyarankan agar Bella tidak bergerak keras,
"Dan satu lagi untuk dokter Andika jangan mengunjungi dedek bayi dulu, sebelum kandunggan Bella di nyatakan kuat, dan tidak lemah lagi, ingat ya dokter Andika "ucap dokter Nia dengan nada senyum,
__ADS_1
"Aduh! Kalau lihat dedek bayinya pelan - pelan gimana dok! Masak tidak boleh juga "ucap dokter Andika sambil mengaruk kepalanga yang tidak gatal,
"Sementara libur dulu dok! Kasian dedek bayi dan ibu Bellanya bisa keguguran, memang dok banyak laki - laki yang tidak bisa menahan nafsunya, apa termasuk dokter Andika juga "ucap dokter Nia dengan nada senyum,
"Kira - kira berapa lama dok? "Ucap dokter Andika sambil ketawa - ketawa dan berteriak,
"Tidak di tentukan asalkan istri dokter makan teratur, buah - buahan, susu dan sementara tidak banyak gerak, dalam satu bulan ini istri dokter bisa di katakan istirahat total jangan banyak pikiran itu nomer satu, semoga dokter Andika bisa menjalankan itu semua "ucap dokter Nia sambil senyum,
Sudah dua hari Bella di rawat di rumah sakit dan hari ini Bella di perbolehkan pulang, sampai di rumah Andika berbicara tentang Bella, bik Inem akan menjaga Bella seperti anak kandungnya sendiri,
Sore telah berganti menjadi malam dan waktunya Andika dan Bella istirahat, Andika terasa capek badanya di sandarkan di sofa dengan cepatnya Andika tertidur, pas jam sepuluh makam Bella ingin minum teh hangat Bella akan ke dapur dan akan membukak pintu kamar,
__ADS_1