
Sudah dua puluh empat jam Bella ada di ruangan Andika untuk memberi semanga, tapi Andika belum sadar juga,
Dan datanglah dokter yang menangani Andika untuk memberikan obat dan dokter berkata kepada Bella, " Dengan saya memasukkan obat ini agar dokter Andika cepat sadar dari k _____ , " Alhamdulillah tangan dokter Andika bergerak, itu tandanya dokter Andika menggrespon nya, dan segerah pulih,
Langsung Bella memeluk Andika sambil membisikkan kata - kata di telingah Andika, agar Andika bisa merespon dan mendengar ucapan Bella,
Tiga jam sudah, akhirnya tangan dan badan Andika bisa bergerak, dan mata Andika berlahan - lahan membukaknya,
Dokter terus menunggu Andika untuk melihat Andika yang sedang berjuang untuk kesembuhannya,
Pertama kali yang di lihat Andika adalah istrinya, langsung tersenyum sambil memegangi tangan Bella dan berkata "Sayang maafkan aku ya,
"Mas! Maafkan Bella, " ucap Bella sambil memeluk Andika,
langsung saja Andika di pindahkan di kamar inap, semua keluarga Andika berkumpul, mama Lia datang membawah makanan untuk Bella, "Nak ini kamu makan dari kemarin kamu belum makan, kalau kamu sakit bisa binggun aku, ayo kamu makan, apa mama yang nyuapin,
"I __ iya Ma! Nanti saja aku belum lapar, "Ucap Bella sambil menahan muntah,
__ADS_1
Hoek,,,,
Hoek,,,,
Kamu sakit nak, ayo cepat makan, sudah tiga hari kamu belum makan " ucap mama Lia,
Sambil menahan Bella yang terjatuh tidak sadarkan diri,
"Mama ! Teriak Andika sambil duduk,
Dengan spontan papanya Andika mengangkat Bella di baringkan di atas sofa dan mama Lia memanggil dokter,
"Iya ! Dokter Andika tidak boleh panik, nanti jantung dokter kambuh lagi, istri dokter Andika cuma kecapean dan hidrasi, tante habis ini suru dia makan " ucap Dokter dengan nada senyum,
Lima menit Bella sudah sadar, dan mama Lia menyuapin Bella,
"U ___ udah Ma! Aku udah kenyang, " ucap Bella dengan nada manja,
__ADS_1
******************
Sudah tiga hari ini Andika ada di rumah, dan Bella menjatuhkan pantatnya di atas sofa kamar sambil berkata, " Mas! Maaf ya, kita kan sudah resmi cerai, dan saya sudah ngak masuk kerja udah satu minggu, mulai besok aku kerja dan sore nanti aku pulang, biar Adit ikut saya ya mas!,
Apa! Cerai itu untuk kamu, buat aku untuk selamanya aku ngak mau cerai sama kamu, ingat itu, kerja - kerja, bu Ita telah memecat kamu, " ucap Andika dengan sedikit marah,
Mas ! Kamu kok tau ! Apa jangan - jangan perusahaan itu _____ "
"Iya perusahaan itu milik aku, dan aku yang menyuru bu Ita, " ucap Andika,
Andika mulai berdebat mengenai perceraianya dan Bella berdiri di depan cendela sambil berkata, " mas! Aku mau kembali sama kamu, tapi ada syaratnya " ucap Bella sambil melihat arah luar,
"Aku akan memenui syarat kamu, asal aku tetap bersama kamu, ingat lebih baik aku mati dari pada hidup tanpa kamu," ucap Andika sambil memohon dan bersujud di kaki Bella,
"Aku mau kembali sama kamu, dan kamu mau menikahi Wawa dengan syarat bayi yang ada di kandungganya Wawa itu anak kamu iya kan mas, jika bayi itu lahir dan kamu akan menggetes DNA, jika benar anak kamu kamu siap menikahin Wawa, Mas! Bagaimana dengan aku, Aku tidak mau di madu sampai kapan pun, "ucap Bella sambil menangis,
"Iya kamu jangan pergi, tunggu sampai bayi itu lahir, dan kalau benar bayi itu anak saya, saya akan menceraikan kamu, dan sebaliknya jika bayi itu bukan anak saya, kamu jangan lagi tinggalkan saya, saya akan mengantarkan kamu pulang, dengan satu syarat kamu di sana sama bik Inem dan pak Mamat biar kamu tidak telat makan dan pak Mamat akan mengantar dan menjemput kamu kerja, " ucap Andika sambil menahan tangis,
__ADS_1
"Tapi mas ! Aku tidak mau ada bik Inem dan pak Mamat, "ucap Bella,