Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Bella mengigau


__ADS_3

Sebenarnya Andika tidak mempunyai niatan untuk marah dengan Bella, tapi Bella menyinggung perasaan Andika,


"Sayang! Kamu jangan bicara seperti itu, aku sangat mencintaimu, apapun yang engkau mintak akan aku beri, aku tidak mau kamu merendahkan dirimu sendiri, dan aku tidak punya pemikiran seperti itu, uangku uangmu juga, kamu jangan bicara seperti itu lagi ya sayang " ucap Andika sambil memeluk Bella dengan erat,


"Kamu jahat mas! "Ucap Bella sambil melepaskan pelukan Andika,


"Jahat, kok jahat sayang "ucap Andika sambil memegang muka Bella,


Kamu tega mas! Kenapa kamu tadi bilang ingin kawin lagi, apa kami pingin! Iya mas aku tau ____


Langsung saja Andika memotong ucapanya Bella sambil berkata " Tau, tau apa? Apa kamu mau aku nikah lagi, he mau, rupanya kamu tidak mau, kalau gitu ngak jadi deh nikahnya, takut kamu pergi daribrumah ini.


"Iya jelas aku sama Adit pergi dari kamu, awas kalau kamu berani kawin lagi "ucap Bella sambil memukul Andika,


Melihat wajah Bella tidak seperti sebelumnya, Andika berpamitan untuk menyelesaikan tugasnya sambil mencium kening Bella, dan Bella merebahkan badanya di atas kasur dan memeluk guling,


Di sisi lain

__ADS_1


Andika menyelesaikan tugasnya, dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul tiga, Andika pergi ke kamar untuk tidur sebentar dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul setengah empat, seperti biasa Andika menjalankan tugasnya sebagai orang muslim,


Pas jam lima Andika membangunkan Bella,


Bella pergi ke dapur untuk memintak bik Inem buatkan wedang jahe hangat, karena badan Bella terasa sedikit sakit,


"Non kamu sakit! Sini bibik pijitin "ucap bik Inem sambil memijitin pundak Bella,


"Udah bik! " ucap Bella dengan nada manja,


"Sepertinya kamu demam non, kamu sarapan dulu habis itu minum obat " ucap bik Inem sambil memegang badan Bella,


"Itu mas! Non Bella rupanya badanya demam dan tidur di sofa, " ucap bik Inem sambil tanganya menunjuk ke arah Bella,


Langsung saja Andika mendekati Bella yang sedang tertidur di atas sofa, dan Andika mengecek badan Bella dengan tangan Andika di tempelkan di kening Bella,


Andika mengangkat Bella untuk di bawah ke dalam kamar,

__ADS_1


Bella hanya diam saja saat Andika mengendong Bella, dan di rebahkan di atas kasur,


Andika memintak bik Inem untuk menyiapkan makanan untuk Bella sekarang juga,


Andika menyuapin Bella, hanya Bella tidak mau, sambil mrmejamkan matanya,


Mana yang sakit sayang, badan kamu demam, sini makan habis ini minum obat biar demam kamu sembuh " ucap Andika sambil menyuapin nasi di mulut Bella,


"Gak usah mas ! Biarkan aku tidur, ajak Adit kerja biar aku bisa istirahat, " ucap Bella dengan nada manja,


"Ngak ! Aku ngak kerja sebelum kamu mau makan, biar aku nungguin kamu di rumah dan bila perlu kamu saya infus di rumah "ucap Andika sambil mengelus rambut Bella,


Tiga puluh menit sudah Bella tertidur dan sesekali Bella mengigau memangil ayah dan ibunya yang sedang meninggal,


Mendengar ucapan Bella dengan panik Andika memangil bik Inem untuk menunggu Bella di kamar, sambil Andika menginfus Bella, panas Bella sudah menginjak empat puluh lebih, dan sering mengigau dan memanggil sesuatu,


Memang mas, kalau badan panas itu selalu mengigau dan memanggil yang bukan - bukan "ucap bik Inem sambil memberikan kompres di kening Bella,

__ADS_1


Dan Andika memadang infusnya agar Bella bisa dan gampang di obatin secara injek,


__ADS_2