Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Curiga


__ADS_3

Satu tahun sudah Andika membangun tempat praktek yang selama ini ia inginkan, semenjak itu Andika bertugas di rumah sakit hanya satu minggu dua kali selebihnya Andika bukak praktek di rumah, dan enam bulan ini Andika mengajak dokter Wawa untuk membantunya di pagi hari, dan dokter Andika di malam hari,


Sejak pulang dari sekolah luar negri Andika dan Bella tidak pernah bertengkar, bik Inem selalu bercerita di dalam tilpon kalau Andika dan Bella tidak pernah cek cok,


Dan satu bulan ini Bella mulai curiga melihat tingkah laku Andika dan Wawa teman Andika, Andika selalu termenung dan duduk sendiri, dan Wawa mulai berani masuk rumah tanpa mengetuk pintu dulu, seperti rumah sendiri, batin Bella mungkin sudah terbiasa,


Dan tidak sengaja pas Bella masuk rumah tanpa mengetuk dan tidak bersuara, Bella dan bik Inem melihat tangan Andika melingkar di pundak Wawa, dengan spontan Andika berdiri dan berjalan membawahkan belanjaan bik Inem,


"Sayang ! Kok lama belanja di mana "ucap Andika dengan nada gugup,


"Ya sama jalan - jalan mas ! Masak belanja aja, iya kan bik! "ucap Bella dengan nada senyum,

__ADS_1


Bik Inem hanya tersenyum saat melihat muka Bella dan berkata dalam hati " Mudah - mudahan non Bella tidak tau tangan mas Andika yang ada di pundak dokter Wawa, kalau tau bisa gawatni perang dunia, semoga non Bella tidak tau,


Melihat bik Inem terdiam sambil melamun, Bella menepuk pundak bik Inem berkali - kali dan akhirnya sadar dan berteriak, dan berkata sambil memeluk Bella " Yang sabar ya non.


Bik ! Apanya yang sabar! Apa bibik tadi lihat mas Andika " ucap Bella sambil menarik tangan bibik di bawah masuk ke dapur,


"Ma _ maaf non, " jawab bik Inem,


Bibik udah tau, yang ke berapa kali bik! Bilang bik, apa mas Andika mempunyai hubungan kusus dengan dokter Wawa " ucap Bella dengan nada pelan,


"Aku tadi punya pikiran gitu tapi tidak mungkin kalau mas Andika ngak punya berani berbuat begitu, kalau saya pikir lagi apa mas Andika punya hubungan sama dokter Wawa, dan bulan - bulan ini mas Andika sering melamun dan menyendiri, seperti ada masalah "ucap Bella sambil matanya berkaca kaca,

__ADS_1


Udah non, non gak usah punya pikiran yang aneh - aneh, bibik tau sendiri kalau mas Andika itu sangat sayang kepada non! " ucap bik Inem sambil menggelus pundak Bella,


"I __ iya deh bik! Terimakasih atas nasehatnya ya bik, "ucap Bella sambil berjalan menuju kamar,


Sampailah di dalam kamar, melihat Andika yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya, dengan spontan Bella merebahkan badanya di atas kasur sambil memeluk guling dan memejamkan matanya,


Andika menghampiri Bella sambil memeluk Bella dari belakang sambil berkata " Maafkan saya ya sayang,


"Ma __ maaf apa mas, apa mas berbuat salah kok mintak maaf segala, apa mas Andika ___ ada apa mas ! Aku lihat satu bulan ini mas Andika selalu melamun, ada masalah apa mas, katakan ngak papa, mungkin aku bisa membantu " ucap Bella sambil meneteskan air matanya,


"Ngak sayang, ngak ada masalah apa - apa, aku sangat mencintai kamu, aku tidak mau ke hilangan kamu sayang, dan aku tidak mau jauh dari kamu, maafkan saya ya sayang, aku belum bisa membahagiakan kamu " ucap Andika sambil menagis dan memeluk Bella dari belakang,

__ADS_1


"Ngak mungkin mas kamu ngak punya masalah tidak seperti biasanya kamu mintak maaf seperti ini " ucap Bella dalam hati sambil menangis,


"Udah mas! Aku capek, temani dokter Wawa kasihan dia " ucap Bella.


__ADS_2