
Dan tidak terasa waktu berganti begitu cepat, kandungan Bella sudah memasukin bulan ke tuju dan dua bulan lagi Bella akan melahirkan seorang bayi kembar dengan jenis kelamin perempuan,
Sejak mengetahui bila bayi Bella kembar dan berjenis kelamin perempuan Bella merasa senang, dan ingin selalu di manja,
Andika selalu siap dan menuruti permintaan Bella dalam sekejab,
"Mas ! Perutku sakit, " ucap Bella dengan nada manja, sambil memegangi perutnya,
"Nak jangan nakalnya kasihan mama, jangan nendang - nendang begini, " ucap Andika sambil memegangi perut Bella dan perutnya berubah - rubah,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam, Bella terbangun dalam tidurnya saat perutnya merasa ngilu karena ulah dedek bayi yang ada di perut Bella.
Andika dan Bella mau tidak mau akan mencari baby suster untuk mengasuh ke dua anak kembarnya nanti, dan tidak mungkin Andika dan Bella merawatnya sendiri,
Terpaksa Bella memanggil mbak Rina tetangganya kampung dulu, Bella menghubungi mbak Rina, dan alhamdullilah mbak Rina bisa membantu Bella,
"Mbak Rina ! Sekarang kandungan Bella sudah delapan bulan, kapan - kapan mas Andika jemputya mbak? "ucap Bella dalam pangilan telponya,
__ADS_1
"I ___ iya Bel ! Kapan saja mbak sudah siap di jemput, " jawab mbak Rina,
Bella dan Andika merasa lega apa yang selama ini ia pikirkan, dan hari - hari menjelang persalinan badan Bella merasa capak dan nafsu makan mulai berkurang,
"Sayang ayo makan yang banyak, kalau kamu kurang makan kasihan anak kita " ucap Andika sambil membawah makanan,
"Aduh mas, lagi - lagi dia nendang - nendang apa dia ingin cepat keluar ya mas! " ucap Bella sambil memegangi perutnya,
"Bukan ingin keluar sayang ! Tapi dia itu lapar, tu dia bilang dedek lapar Pa ! " Jawab Andika sambil meletakkan telinga dan ke dua tanganya di perut Bella,
"Mas ! Aku pinggin nasi pecel tumpang yang ada di pinggir jalan, boleh ya Mas ! " ucap Bella dengan nada manja,
Andika merasa sedikit lelah dengan permintaan Bella, dan tidak terasa sudah dua jam, akhirnya Nasi pecel tumpang ada di depan mata, pengunjung nasi pecel tumpang sangat banyak sampai Andika rela berdesak - desakan demi permintaan Bella,
Andika memesan tiga porsi sekaligus,
Bella makan dengan lahap seperti orang kelaparan Andika sesekali melihat cara makan Bella,
__ADS_1
"Dasar rakus, " ucap Andika sambil melihat Bella dengan nada senyum,
"Terimakasih ya Mas ! " ucap Bella sambil makan,
Andika hanya senyum saja tampa menjawab ucapan Bella, setengah jam sudah Andika dan Bella makan di pinggir jalan,
Pas waktu pulang Andika melihat penjual manisan mangga dengan spontan Andika membelinya dan tidak lupa Bella membeli semua makanan yang ada di pinggir jalan.
Andika masuk rumah sambil membawah makanannya, Andika menaruk makanannya di ruang keluarga , Bella mencicipin semua makanannya sambil melihat televisi,
Andika merebahkan badanya di atas kasur sambil memainkan ponselnya, sepuluh menit Andika sudah berada di alam bawah mimpi,
"Ternyata kamu tidur di sini mas! " ucap Bella sambil merebahkan badanya di samping Andika,
Tangan Andika memeluk perut Bella sambil bibirnya di tempelkan di perutnya Bella, beberapa kali anak dalam kandungan Bella bergerak - gerak, sampai Andika terbangun dari tidurnya sambil berkata, " Dia suka nendang - nendang apa perut kamu tidak sakit, ih nendangnya sangat keras,
"Sedikit ngilu mas, kalau nendangnya terlalu keras ya terasa sakit, sakit sekali, " jawab Bella dengan nada manja,
__ADS_1
"Yang sabar ya sayang sebentar lagi keluar. Nak ! Kalau nendang jangan keras - keras ya kasihan mama kamu, " ucap Andika sambil memegangi perut Bella.