
Tidak terasa sudah tuju minggu jalan kehamilanya Bella, dan sampai sekarang Andika tidak menggetahuinya,
Bella yang sedang duduk bersama mama Lia, dan tidak terasa badan Bella terasa lemas, dengan spontan mama Lia terteriak mintak tolong, Andika langsung menolong Bella dan di periksanya, dengan paniknya mama Lia menyuru Andika untuk membawah Bella ke rumah sakit,
Lima belas menit mobil Andika sudah sampai dirumah sakit bunda dan anak tempat Andika bekerja,
Dokter Ria memeriksa Bella dan dokter Lia berkata, " Itu sudah biasa Dok! Memang usia kandungan di umur begini mudah rawan,
"A __ apa ! Dokter bilang, istriku lagi hamil, kenapa aku tidak tau, kamu hamil sayang ! Alhamdulilla , " ucap andika sambil mencium kening Bella,
Dan mulai sekarang Andika akan memperhatikan makanan dan aktifitas Bella agar tidak kecapekan,
Dan dokter Ria memberi tau kalau kandungan Bella bermasalah bisa di bilang kandungan lemah,
"Dok! Dokter Andika kamu harus puasa dulu sampai kurang bebih empat bulan, baru dokter bisa jenguk dedeknya, " ucap dokter Ria dengan nada senyum,
"Siap dok ! Tapi kalau tidak kuat puasa boleh jenguk dedeknya secara pelan - pelan ya dok, satu bulan sekali ," jawab Andika sambil tertawa,
"Ya sudah aku duga kalau dokter Andika ____ sangat oelan dok, " ucap dokter Ria dengan nada senyum,
"Ih mas ! Apaan sih, malu nih, " ucap Bella sambil mencubit pinggang Andika,
__ADS_1
"Sakit kali, " jawab Andika sambil memegangi pinggang yang habis di cubit Bella,
Dan Bella di perbolehkan pulang, di dalam perjalanan Bella bercerita tentang kehamilanya yang tidak cerita sama Andika,
"O ! Gitu ya, dan mulai sekarang kamu tidak boleh pergi ke mana aja, boleh pergi asal sama aku yang menemani kemana aja dan di mana aja, "jawab Andika sambil melirik Bella,
"Tapi mas ! Ucap Bella dengan nada sewot,
"Ngak ada tapi - tapian, ingat kamu lagi hamil, kamu yang nurut, " jawab Andika dengan nada sedikit keras,
Dengan spontan muka Bella menjadi cemberut, di dalam perjalanan Bella hanya memandang pepohonan, dan sesekali memejamkan matanya,
Mama Lia menyambut dengan gembira , mama Lia mengandeng Bella untuk di dudukkan di ruang keluarga, dan mama Lia sambil berkata, " Ginama nak dengan kehamilan kamu, apa calon cucu mama sehat ,
"Ternyata mama juga tau kalau Bella lagi hamil, kalau begini mama dan kamu bisa sendiri, " ucap Andika dengan nada marah,
"Iya nak , sebenarnya istrimu akan memberi kejutan pada kamu nak ! " jawab mama Lia sambil menghampiri Andika,
"Ma ! Mulai sekarang mama ngak boleh ngajak dia pergi walau itu cuma belanja, dia harus istirahat total, " kata Andika dengan sedikit nada kesal,
Dengan sengaja Bella melempar sesuatu ke Andika sambil berkata, " Mas !
__ADS_1
"Sana cepat kamu istirahat ! Jangan membuat aku marah, " teriak Andika dengan sedikit marah,
Dengan spontan mama Lia mengajak Bella untuk pindah ke kamar, dan Bella tetap menolak sambil berkata, "Ma ! Aku masih ingin di sini sendirian,
"Maafkan anak mama ya Nak, kamu masuk kamar sebelum suamimu marah lagi, " ucap mama Lia,
"Ngak Ma ! Aku masih pingin di sini, " jawab Bella,
Mama Lia masuk ke kamar Andika untuk menasehatinya, dan duduklah mama Lia di samping Andika yang sedang memainkan leptopnya,
"Nak maaf kan istri kamu, sebenarnya istri kamu mau ngasih kejutan sama kamu tentang kehamilanya, ajak dia masuk, dan pasang muka senyum kamu, ingat dia lagi hamil anak kamu, jangan membuat sedih dan berfikir berat, " nasehat mama Lia sambil keluar kamar,.
Dan tidak terasa sudah tiga puluh menit Bella ada diruang keluarga dan tertidur nyenyak,
Andika mengangkat Bella untuk di pindahkan ke kamar,
"Kamu diam nanti jatuh, " ucap Andika dengan nada senyum,
"Mas ! Aku ngak mau di kamar, "jawab Bella dengan nada manja,
"U __ udah diam, " jawab Andika,
__ADS_1