
Hari ini Bella ikut kerja Andika sekalian periksa kandunggan dan tidak terasa kandungan Bella sudah memasuki bulan ke tiga dan Bella sudah tidak merasakan mual dan muntah lagi dan sekarang Andika yang merasakannya setiap hari Andika muntah muntah kalau melihat makanan,
"Alhamdulillah sehat adik bayi sama mamanya makan yang teratur dan jangan lupa minum vitamin "ucap dokter Nia,
"Gila ni dok, sekarang Andika yang merasakan semua ini sering mual dan muntah "ucap Andika sambil menahan muntah,
"Iya dok terimakasih "ucap Bella dengan nada senyum,
"Iya sama - sama " ucap dokter Nia,
Langsung saja Bella istirahat di ruang Andika sambil menunggu Andika memeriksa pasennya dan tidak terasa Bella ketiduran di sofa ruang kerja Andika.
Waktu menunjukkan pukul dua belas siang Andika dan Bella pulang sebelum pulang Bella pingin beli nasi pecel tapi Andika langsung mutah memcium bau nasi pecel yan di beli Bella,
"Sok manja om ini bau nasi kok pingin muntah dasar om - om "ucap Bella sambil nada senyum,
__ADS_1
"Iya nak sebagian suami juga ikut merasakan sakit dan ingin nyidam, seperti papa kamu dulu pas mama mengandung kamu nak Andika ''ucap mama Lia.
Waktu sudah malam dan semua orang tertidur hanya Andika yamg belum tidur pas pukul sebelas Andika keluar mencari makanan di dapur tidak sengaja Andika mendengar teriakan Bella sambil menangis dan teriak kesakitan,
"Mas Andika non Bella jatuh ''teriak bik Inem sambil menolang Bella,
Langsung saja Andika dan semua orang yang ada di dalam pada keluar mendengarkan teriakkan bik Inem.
Dan langsung Andika menbawah Bella ke rumah sakit, dan papanya yang menyetir mobilnya sedangkan Andika yang membopongnya, dan sampailah di rumah sakit Andika berteriak mintak tolong untuk menyelamatkan Bella dan calon bayinya, dan Andika mendampinggi Bella yang sedang di priksa sama dokter Nindi,
"Maaf dok calon bayi dokter Andika tidak bisa di selamatkan karena banyak darah yang keluar " ucap dokter Nindi,
"Iya sayang sebentar lagi selesai "ucap Andika sambil menggusap air matanya sambil duduk di sebelahnya dan memandangi wajah Bella. Dan lama - lama Bella tertidur karena reaksi obat yang di berikan oleh dokter Nindi agar Bella tidak terasa sakit.
Dan sudah selesai di bersikan kandungganya Bella di bawah ke ruang bersalin untuk menunggu Bella bangun dari tidurnya, pas lima belas menit Bella sudah siuman dan teriak ke sakitan,
__ADS_1
"Sakit mas sakit " ucap Bella sambil nangis,
"Iya sayang "ucap Andika sambil membelai rambut Bella,
"Dok ini obat untuk istri dokter Andika " ucap seorang suster,
Langsung saja Andika memberikan obat agar Bella tidak kesakitan, dan akhirnya Bella tertidur. Andika berpamitan sebentar untuk mengganti pakean yang kena darahnya Bella tadi dan Andika menemui orang tuanya yang ada di luar agar pulang saja,
"Gimana keadaan istrimu nak? "Ucap mama Lia dengan nada gugup,
"Iya ma, pa calon anak Andika tidak bisa di selamatkan karena Bella banyak menggeluarkan darah, dan mama sama papa pulang aja biar Andika di sini yang menemani Bella "ucap Andika,
Dan akhirnya Bella sudah di pindahkan ke ruang inap. Bella bertanyak mengenai calon bayinya,
"Mas gimana calon bayi kita apa sehat "ucap Bella,
__ADS_1
Sayang calon anak kita tidak bisa di selamatkan "ucap Andika,
Mendengar perkataan Andika Bella langsung saja menangis dan akhirnya Andika memberi pengertian agar Bella bisa mengikhlaskan calon anak kita.