Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Bella melahirkan


__ADS_3

Seperti biasa Andika bangun lebih awal dari Bella, Andika melihat wajah Bella sambil geleng - geleng kepala,


"Terimakasih sayang "ucap Andika sambil mencium bibir Bella,


"Mas kenapa kamu! Perutku lapar " ucap Bella sambil merajuk di pangkuan Andika,


"Dasar anak kecil, bangun tidur bukanya mandi malah bilang lapar sana mandi bau kecut ni pingin muntah aku "ucap Andika sambil memeluk dan mencium ketiak Bella,


"Ah! Aku males mandi mas, biarin bau kecut tapi sedap kan "ucap Bella sambil memeluk Andika,


"Iya juga sayang "ucap Andika dengan nada senyum,


Sebelum berangkat kerja Andika berpamitan sambil memegang perut Bella, dan tidak sengaja perut Bella bergerak kencang sampai Bella teriak kesakitan,


"Aduh mas perutku sakit sekali "ucap Bella dengan nada manja sambil memegang perutnya,


"Nak jangan nendang - nendang kasian mama, kamu diam di sini, e apa kamu pingin keluar sekarang biar papa tememnin, kasian tuh mama sampai nangis "ucap Andika sambil mencium perut Bella,


"Bener ni mas! Sakit banget, mas sakit " ucap Bella sambil memegang tangan Andika dengan erat sambil nangis,


"Alhamdulillah udah ngak sakit mas, mas kerja aja Bella udah baikan "ucap Bella sambil memeluk Andika,


Dan akhirnya Andika pergi kerja dengan tenang, dan Andika menitipkan Bella ke bik Inek, dan berselang dua jam Bella merasakan lagi perutnya,


"Bik! Bik Inem tolong perut Bella sakit pangilkan mas Andika, sakit bik "ucap Bella sambil nangis dan teriak kencang,

__ADS_1


Dan langsung saja bik Inem memberitahu Andika untuk membawah Bella kerumah sakit.


Sampai di rumah sakit langsung Andika membopong Bella ke ruang bersalin.


"Aduh sakit ini mas, sakit perut Bella sakit sekali "ucap Bella sambil mencekram pundak Andika,


Langsung dokter Nia memeriksa Bella, dan akhirnya Bella akan melahirkan, dan Bella tetap berteriak kesakitan,


Sudah satu jam Bella menangis kesakitan,


Dasar anak kecik, mankanya jadi anak kecil itu jangan berani - berani main burung "ucap Andika sambil ketawa,


Dokter Andika bisa aja, udah tau anak kecil mainan burung di bolehin "ucap dokter Nia sambil ketawa juga,


"Udah sayang jangan keras - keras kalau nangis, kita buatnya aja ngak teriak - teriak, iya sebentar lagi keluar "ucap Andika dengan nada senyum sambil melihat dokter Nia dan semua suster yang ada di ruang bersalin,


Dan semuanya menahan ketawa dan bergeleng - geleng kepala karena ucapan dokter Andika,


"Ayo kita mulai tarik nafas, tahan nafas, keluarkan nafas, ayo nyonya Andika sedikit lagi, tahan nafas dan keluarkan nafas, ayo udah kelihatan kepalanya, ayo beri semangat dokter Andika sebentar lagi keluar, ayo kurang sedikit lagi, alhamdulillah udah keluar dedeknya "ucap dokter dengan senyum,


Langung saja Andika mengazadni dedek bayinya dan di berikan kepada Bella untuk di peluknya, dengan cekatan suster membersikan badan Bella dan Andika menungu Bella di sampingnya,


"Terimakasih sayang kamu bisa melewati ini semua " ucap Andika sambil mencium kening dan bibinya Bella,


Dan sudah dua hari Bella di rumah sakit dan hari ini Bella di bolehkan pulang,

__ADS_1


Sampai di rumah mama Lia menyambut Bella dan dedek kecilnya dengan gembira penuh cinta dan kasih sayang.


Mama Lia langsung mengendong dedek nya,


"Kayak kamu nak! "ucap mama Lia dengan nada senyum,


"Ngak ma kayak Andika, ganteng! anak siapa dulu Andika "ucap Andika sambil cubit pipinya,


Oek,,


Oek,,


"Sayang dedeknya mintak minum coba kamu tetekin biar tidak nangis "ucap Andika sambil memberikan bayinya dipangkuan Bella,


"Iya mas! Mas geli ah, sakit nih, kasih susu formula aja, sakit ni "ucap Bella sambil matanya berkaca - kaca,


"Iya ngak apa - apa nak! Itu biasa sakit dan geli kalau lama - lama terbiasa sayang, coba sekali lagi, biar mama bantu memegangi dedeknya "ucap mama Lia dengan nada senyum,


"Dasar anak kecil, dikit - dikit nangis "ucap Andika sambil duduk di sofa,


"Andika! jaga ucapanmu, semua ini demi anak kamu "ucap mama Lia dengan nada keras,


"Ngak ma! Beri susu formula aja, Bella tidak mau menyusui, Bella benci mas Andika "ucap Bella sambil nangis dan membiarkan dedek bayinya nangis,


"Enak aja kalau bicara, formula - formula, lalu kamu mau kemana tidak mau menyusui, begitu aja sakitla, gelilah dasar anak kecil "ucap Andika sambil memberikan dedek bayinya di pangkuan Bella,

__ADS_1


__ADS_2