
Sudah satu jam lebih Bella dan istri dokter Hasan di luar lobby hotel, dokter Andika dan dokter Hasan tidak mencari istrinya sepertinya dia lupa istrinya kalau bersama teman ceweknya,
Bel ayo kita keluar, kita cari cafe yang dekat untuk mencari makan, aku dari tadi pagi belum makan laparni "ucap istri dokter Hasan,
Langsung saja istri dokter Hasan pesan makanan, sedangkan Bella hanya pesan minuman dingin biar harinya sedikit dingin dan tidak panas lagi, dan langsung saja Bella mematikan HP agar Andika tidak bisa menghubungi Bella,
"Kenapa HP kamu!, kok kamu matikan kala dokter Andika mencarimu gimana " ucap istri dokter Hasan dengan nada gugup,
Ya sudah mbak biarkan! aku males dengannya punya istri kok di cuekin kayak dia aja, ah! Udalah mbak kita minum aja lupain dia di sana dia bersenag - senagan di sini kita juga senang "ucap Bella dengan nada senyum. Dan senyumnya Bella terpaksa,
"Bel! mbak mohon kalau kamu pulang jangan bertengkar, kasian Adit, kita sebagai seorang istri kita harus ngala, dan ngala bukan kita kalah, aku dulu juga pernah pas aku melahirkan anak yan ke dua, aku di tingal mas Hasan selingku, aku pergi dan aku mintak cerai tapi?,, e aku kok jadi curhat udah la Bel yang sabar aja " ucap istri dokter Hasan sambil mengeluarkan sedikit air mata dan langsung saja senyum.
Ting,,,
__ADS_1
Ponsel istri dokter Hasan berbunyi, langsung saja di bukak ternya dokter Hasan dan dokter Andika mencari istrinya, dan istri dokter Hasan menjawab sudah pulang sama Bella.
Langung saja Andika berpamitan pulang tampa ikut makan - makan dan hati Andika gelisah, sampai di rumah Andika bertanyak kepada bik Inem,
"Bik non Bella udah pulang "ucap Andika dengan nada gugup,
"Belum mas, tadi kan non Bella sama mas Andika" ucap bik Inem sambil mengendong Adit yang lagi tidur,
Langsung saja Andika pergi ke rumah dokter Hasan untuk bertanya perginya Bella kemana, dan istri dokter Hasan bilang ke rumah nenek, langsung saja Andika menyusul ke rumah nenek,
"Ngapain Adit nangis, kan dia senang di gendong sama mantan kamu "ucap Bella sambil menangis,
"Engak sayang! Maafkan aku, aku dan Adit tidak bisa hidup tampa kamu sayang, ayo kita pulang, janji aku tidak mengulanginya "ucap Andika sambil memeluk badan Bella,
__ADS_1
"Sudah - sudah mas sana pulang, udah malam kasian Adit, biar aku di sini dulu "ucap Bella sambil nangis dan mendorong Andika keluar,
Langsung saja Andika membukak mobil dan kembaliasuk dalam rumah nenek, Andika berpamitan dan mintak maaf dan akhirnya Andika membopong Bella masuk ke mobil,
"Kamu harus nurut sayang apa aku perlu berteriak supaya semua tentang tau kalau kamu saya gendong "ucap Andika sambil menahan senyum,
"Kamu gila turunkan aku! Aku malu di lihat nenek, iya, iya aku bisa jalan sendiri "ucap Bella ,
Langsung saja turun dan berjalan, sebelum pulang Bella berpamitan kepada neneknya, dan nenek Ija memberi sedikit nasehat kepada Bella dan Andika,
"Nak! Kamu berdua kamu sudah jadi orang tua, kamu harus bisa menjadi contoh yang baik kepada anakmu "ucap nenek Ijah,
"Iya nek! Terimakasih udah menasehati kami berdua "ucap Andika sambil menatap Bella,
__ADS_1
Andika dan Bella masuk ke dalam mobil, dia berdua hanya diam saja, Bella tidak melihat ke depan hanya menatap kesamping sambil meneteskan air matanya, dan Andika menghentikan mobilnya,
"Apakah kamu masih marah sama saya, maafkan aku sayang, aku tak bisa hidup tampa kamu "ucap Andika sambil memeluk tubuh Bella,