
Waktu begitu cepat berganti, matahari di pagi hari mulai muncul di sela - sela cendela kamar, dan hari ini Andika tidak ada kegiatan hanya di rumah saja menemani Bella,
Bella membuka cendela kamar agar udara di pagi hari masuk dengan segar,
Dan Andika yang sedang tidur langsung terbangun sambil memainkan ponselnya,
"Mas ! Perutku kok kayak ngak enak gini apa jangan - jangan aku mau lahirannya, dan dari tadi malam aku suka ngeluarkan sedikit air, gimana kalau aku lahiran sekarang, tapi rasanya ngak seperti Adit ini biasa - biasa saja, " ucap Bella sambil duduk di samping Andika,
"I ____ iya sayang itu tanda - tandanya mau lahiran, ayo kita berangkat sekarang biar dokter Ria yang meriksa, "jawab Andika sambil mengambil kunci mobil,
Bella langsung bersiap - siap untuk memeriksakan kandungganya di rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Bella dan Andika menemui dokter Ria,
"Iya nyonya nyonya sudah pembukaan lima dan sebentar lagi nyonya melahirkan, " ucap dokter Ria,
Dokter Ria menyuru Bella untuk berjalan jalan santai agar cepar melahirkan,
Bella tidak merasakan mules seperti ke hamilannya Adit dulu, dan yang di rasakan Bella sekarang hanya perutnya mules saja,
Dua jam sudah Bella sudah merasakan sakit dan tidak bisa tertahankan,
__ADS_1
Dokter Ria menyuru Bella untuk berbaring di tempat tidur dan dokter Ria akan mengecek,
Iya nyonya, nyonya tidur saja ini sudah terlihat rambut bayinya, dan dokter Andika setia mendampingi Bella melahirkan,
"Dokter Andika spot istrinya agar bayinya cepat keluar, " ucap dokter Ria,
"Oke dokter, " jawab Andika dengan nada senyum,
Oek,,,,
Oek,,,,,
Ternyata bayi kembar Bella lahir dengan selamat, ke dua bayi di letakkan di atas dada Bella , Bella dan Andika merasa bahagia,
Andika mengabari mama Lia kalau Bella sudah melahirkan dengan selamat,
"Selamat ya Nak ! Besok mama akan pulang ke indonesia melihat kamu dan cucu mama, mama akan membantu merawat anak kamu Nak ! " ucap mama Lia,
"Mamangak usah repot - repot, Bella udah pangil mbak Rina untuk membantu merawatnya, " jawab Bella,
"Terimakasih sayang, " ucap Andika sambil mencium kening Bella,
__ADS_1
Andika setia menemani Bella dan merawatnya selama ada di rumah sakit, dan mbak Rina juga setia menemani dan merawat bayi Bella dan Andika,
Andika mereka senang dengan semua anugra yang di berikan Alloh anak kembar laki - laki dan perempuan,
Andika dan mbak Rina akan bersiap - siap untuk pulang, dan sudah tiga hari Bella ada di rumah sakit, dan hari ini Bella akan di persilakan pulang,
"Mbak Rina tolong dedek yang satunya mbak Rina gendong ya, maaf ya mbak ! Bella selalu mintak tolong " ucap Bella dengan nada senyum,
"Udah lah Bell ! Jangan gitu, " jawab mbak Rina dengan nada senyum juga,
"Non ! Biar dedek yang satunya bibik gendong saja, boleh ngak non, " ucap bik Inem,
"Aduh Bella jadi ngerepotin bik Inem sama mbak Rina terus he - he - he, maaf fin Bella ya Bik, Mbak, " jawab Bella sambil memberikan gendongannya ke pada bik Inem,
"Jangan gitu to Bell ! Mbak Rina sama buk Inem itu setia dan siap menjaga kamu, jangan sungkan - sungkan mintak bantuan sama kita berdua ya Bik ! " jawab mbak Rina sambil melihat bik Inem dengan nada senyum,
"He - he maaf fin Bella ya, " jawab Bella,
"Ih kamu itu kebanyakan maaf Bel ! Dikit - dikit mintak maaf, mulai sekarang simpanntu maaf kamu , " jawab mbak Rina dengan nada senyum,
"Iya mbak Bella itu kebanyakan maaf, dikit - dikit mintak maaf, apa ngak ada kata lain selain kata maaf, "jawab Andika dengan nada senyum,
__ADS_1
"Ih ya udah terserah, " ucap Bella dengan nada sewot sambil berjalan keluar ruangan,
"Ngambek, ingat kamu itu sudah punya anak tiga, " jawab Andika sambil tertawa.