
Tidak terasa sudah tiga bulan Bella berpisah dengan Andika, walau berpisah Andika masih saja memberikan uang seperti biasanya gajinya Andika semuanya di transef ke Bella, dan hari ini Andika dan Adit ke rumah Bella untuk menginap,
Pas Andika dan Adit datang Bella tidak ada di rumah,
"I __ itu tuan non Bella baru saja keluar dengan teman nya, " ucap bik Inem dengan nada gugup,
"Apa dia seperti ini tiap hari bik! " Ucap Andika dengan nada marah,
"Ti __ tidak tuan, kalau hari biasa non Bella kerja dan pulangnya sore atau malam hari, dan hari jumat ini non Bella katanya ambil cuti, " ucap bik Inem dengan gugup,
"Apa kerja! Sejak kapan non kerja dan kalau aku ke sini non kok ada di rumah, "jawab Andika,
"Udah dua bulanna non Bella kerja, kalau tuan kesini kan biasanya hari sabtu pas non Bella libur, " ucap bik Inem,
Langsung saja Andika merebahkan badannya di dalam kamar Bella bersama dengan Adit,
__ADS_1
Andika berjalan menuju ruang tamu untuk menunggu kedatangan Bella,
Tiga jam sudah Bella akhirnya datang dan langsung masuk ke kamar tanpa menghiraukan Andika yang sedang duduk di ruang tamu,
Bik ! Tolong buatkan teh hangat, bawah ke kamar ya bik! Sekarang, " teriak Bella sambil beejalan menuju kamarnya,
Dan Bella melihat Adit yang sedang tertidur, langsung saja Bella memeluk Adit dari belakang sambil berkata, "Sayang mama kangen kamu, maafkan mama ya, jangan tinggalkan mama,
Mendengar suara Bella dengan spontan Adit terbangun dari tidurnya, langsung memeluk mamanya dengan erat,
"Yang sabar ya tuan! " ucap bik Inem sambil memegangi pundak Andika,
Langsung saja Andika menghapus air matanya yang tidak sengaja jatuh saat melihat Adit dan Bella berpelukan,
Saat Andika melihat obat yang ada di atas meja makan dan melihatnya sambil berkata dalam hati, " Obat lambung, pasti Bella sedang sakit, maafkan aku sayang gara - gara aku, hidup kamu jadi begini,
__ADS_1
Dan Andika bertanyak mengenai obat ini, apa benar obat inii milik Bella,
"I __ iya tuan, tadi malam non Bella periksah, lambung non Bella kambuh lagi " ucap bik Inem dengan nada gugup,
Langsung saja Andika masuk ke kamar Bella dan membawah obat,
Andika duduk di depan Bella sambil bertanyak ," Sayang apa benar ini obat milik kamu! Lambung kamu sakit lagi, ayo aku periksah, kamu jangan periksa sembarangan,
I __ iya, ta __ tapi Alhamdulillah sekarang sudah sembuh, habis minum obat ini, langsung sembuh,dan Alhamdulillah sejak aku berpisah sama kamu aku menjadi lebih dewasa, dan aku sekarang bisa hidup tanpa kamu , dan Alhamdulilla sedikit demi sedikit aku bisa melupakan kamu, jaga Adit ya mas, sayang i Adit ya, " ucap Bella sambil menahan tangis,
"Kamu ngomong apa sih, kenapa kamu kerja segala, uang yang aku berikan tiap bulan udah habis kok sampai kamu kerja, aku tidak mau kalau kamu kenapa - napa, "ucap Andika sambil pegang tangan Bella,
"Mas, nanti kalau kamu pulang, ajak pak Mamat dan bik Inem pulang aja, aku sudah bisa ngurus semuanya, aku sudah bisa tanpa bantuan mereka, biar di sana bik Inem sama Adit kalau kamu kerja, "ucap Bella,
"Ngak sampai kapan pun bik Inem dengan kamu di mana pun kamu berada sayang, lagian Adit sama mama di rumah, " ucap Andika,
__ADS_1
"Terserah kamu, "ucap Bella,