
Hari telah berganti siang menjadi malam, di malam yang indah bintang dan rembulan menerangi bumi ini,
Malam minggu hanya di temani secangkir kopi untuk menyelesaikan tugasnya, sedangkan Bella menemani Adit bermain di ruang tengah sambil memainkan ponselnya,
Ting - tung
Pintu utama rumah Andika berbunyi itu tandanya ada tamu,
Langsung saja bik Inem membukak pintu,
"Dokter Andikanya ada bu ! Tanyak Clara,
"Iya, apa sudah buat janji " jawab bik Inem,
Bik Inem langsung memberitau Bella kalau ada tamu wanita yang mencari Andika, dengan spontan Bella menemui Clara yang sedang duduk di teras rumah,
Iya, dengan siapa, apa sudah buat janji "ucap Bella dengan nada manja,
"Sa _ saya Clara! Saya teman dan pasien dokter Andika, kamu pasti adiknya dokter Andika ya kok mirip ? "Ucap Clara sambil bersalaman dengan Bella,
Bella bersalaman sambil tersenyum, dan mempersilakan masuk ke ruang tamu, Clara mengikuti Bella masuk dan duduk di sofa, sambil mengelus telapak tanganya berkata dalam hatinya " Pasti tangan adiknya Andika itu perawatan dan tidak pernah mengerjakan pekerjaan yang ada di dalam rumah.
__ADS_1
Andika terkejut saat bik Inem memangil dan memberitau Andika kalau ada tamu wanita yang bernama Clara,
"A _ apa bik ! Di mana dia sekarang " ucap Andika dengan nada gugup,
"Ada di ruang tamu mas! "jawab bik Inem,
Mendengar ucap Andika Bella mulai penasaran dia sebenarnya siapa, Andika menemani Clara dan bersalaman, Clara duduk di samping Andika, dan Andika berdiri menjauhi Clara, dan Andika berpura - pura membukak pintu,
Buk Inem memberikan minuman untuk Clara, dan Adit menghampiri Andika dan mintak tolong untuk memperbaikin mainannya,
"Mama mana! "ucap Andika sambil memperbaikin mainannya Adit,
"Sayang sini ! Ni ada tamu " teriak Andika,
Andika berdiri mengajak Bella untuk menemani Clara, Bella menjatuhkan pantatnya di samping Andika, dan Andika memperkenalkan Bella,
"Ya ini istri aku Cla! Dia bernama Bella, dia istri manjaku " ucap Andika sambil merangkul Bella,
"Ih mas ! Malu ni di lihat mbak Clara " jaesb Bella sambil menjauh dari Andika,
"O ! Aku kira tadi dia adik kamu And ! Ternyata istri kamu, umurnya berapa dia, sepertinya dia masih kelihatan kecil, ngak pantas jadi istri kamu, pantasnya dia masih anak SMA, adik kamu, " ucap Clara dengan nada senyum,
__ADS_1
"Memang aku sengaja cari istri yang kekanak kanaan lebih nurut dari pada kawin seumuran, sering apa ya " ucap Andika sambil melihat muka Bella,
"Mas ! Kamu ngomongnya kok gitu " ucap Bella,
Bella masuk ke dalam sambil berkata "Udah kalian bernostalgia aja, aku masuk biar ngak gangu kalian,
Mendengar ucapan Bella, dengan spontan Andika mencegah Bella untuk masuk dan Andika membopong Bella untuk duduk di sampingnya,
Bella hanya diam saja sambil memainkan ponselnya, dan tidak mau mendengarkan percakapan Andika dan Clara,
Sesekali Andika mengelus rambut dan memegang tanganya Bella,
Dan tidak terasa sudah dua jam Clara ada di rumah Andika, terpaksa Bella masuk ke kamar untuk beristirahat, hanya Andika dan Clara, buk Inem menyiapkan makan untuk malam dan Clara di persilakan untuk ikut makan bersama,
"Sayang ayo turun kita makan bersama "teriak Andika sambil duduk di meja makan,
Bik Inem memangil Bella untuk makan bersama, melihat Clara yang ikut makan langsung Bella tidak selerah untuk makan,
Clara mengambilkan nasi untuk Andika dan Bella,
"Maaf saya kok lancang, aduh ini bukan rumah kamu Clai! "ucap Clara sambil mengambilkan nasi untuk Andika dan Bella,
__ADS_1
"Enak ya mbak punya istri seperti kamu! Bisa melayani atau mengambilkan makanan, bukan kayak saya mintak di layani, bukan melayani he - he, " ucap Bella sambil melihat wajah Andika
"Ngak ! Kalau aku ngak suka, aku ingin istriku menjadi ratu, biar tanganya lembut " ucap Andika sambil melihat Bella.