
Bella dan Mbaknya langsung ke ruangan bu Ita, Mbaknya mengetuk pintu ruangan dan masuk,
Bu Ita memperkenalkan dirinya dan memberi selamat kepada Bella dan Mbaknya,
"Mbak Bella selamat ya anda saya angkat menjadi pendamping saya, kemana aja saya pergi, saya akan mengajak anda, " ucap bu Ita sambil bersalaman dengan nada senyum,
"Ta ___ tapi ini tidak mungkin, ibu cuma salah orang, bukan saya yang ibu maksud, " jawab Bella dengan nada gugup,
"Iya mbak! Tidak salah anda yang bernama Bella kan, iya betul, dan mulai besok mbak Bella langsung masuk ke ruangan saya, dan mbaknya langsung masuk di bagian marketing,
Bella dan Mbaknya saling menatap dan berjalan menuju ke kantin untuk membicarakan ini semua,
Bella menjatuhkan pantatnya di atas kursi kantin dan berbicara " Mbak aku tidak percaya dengan semua ini, mungkin ada arang yang mengerjain kita, aku sekolah cuma tamatan SMA kok bisa kerja sebagai ___ orang atasan lagi, aku akan cari tau Mbak
***************
Bella dan Mbaknya pulang langsung menemui Budhenya dan bercerita tentang pengangkatan Bella dan Mbaknya, Budhe hanya berkata , " Alhamdulillah kalau begitu, mungkin kinerja kamu bagus nak!
Langsung saja Bella pulang menemui Adit dan Andika, Bella langsung menjatuhkan pantatnya di atas kursi meja makan, dan Andika mengambilkan minuman untuk Bella, sambil memijitin tangan dan badan Bella sambil berkata " Capek ya sayang,
__ADS_1
"I __ iya mas, tapi saya menyukai semua ini, terimakasih mas, "jawab Bella dengan nada gugup,
"Sayang aku tadi pesen kua soto buat Adit makan, tapi kok belum datang, "ucap Andika,
Langsung saja pesanan soto Andika sudah datang dan Adit mintak makan,
Bella mengambilkan makanan untuk Adit,
Dan tidak terasa waktu sudah berganti malam ,
Andika berbicara kepada Bella kalau besok Andika mulai kerja,
"Ngak mas! Biar Adit sama Budhe di rumah, itu sudah biasa " jawab Bella,
"Kalau kamu kerja, biar aku yang nunggu Adit di rumah, " ucap Andika dengan nada sedikit marah,
"Udah - udah mas! Aku capek, terserah kamu, mau kamu apa " jawab Bella sambil masuk ke kamar mandi,
"Mendengar ucapan Bella, langsung saja Andika mengelus dadanya sambil berkata dalam hati, " Kamu yang sabar ya Andika,
__ADS_1
Tidak terasa waktu telah berganti malam, seperti biasa Andika terbangun di sepertiga malam untuk melaksanakan sholat sunah,
Andika berangkat pas jam empat, terpaksa Adit di ajak Andika ke kota, Bella hanya diam saja tanpa berbicara sekatapun,
Bella hanya pura - pura tidur, dan Andika duduk di samping Bella sambil berkata "Sayang aku berangkat kerja dulu biar anak kita sama saya,
"Terserah kamu aku capek mas! " Ucap Bella sambil memeluk guling,
Aku mau tanyak sebenarnya kamu itu mau apa? " ucap Andika sambil membangunkan Bella,
Aku mau pisah sama kamu, jangan lupa hari senin kamu datang di persidangan kita yang pertama, " ucap Bella,
"Siapa yang mau pisah sama kamu, ingat sampai kapan pun aku gak mau pisah sama kamu, dan aku akan membatalkan percerain ini "jawab Andika sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri, dan terdiam menahan sakitnya,
Saat Bella melihat Andika yang sedang memegangi dadanya dengan spontan Bella langsung menghampiri Andika sambil menahan Andika yang sedang kesakitan,
Andika mintak tolong untuk mengambilkan obat di dalam tasnya,
Andika berbaring dan kepalanya di sandarkan di atas pangkuan Bella yang sedang duduk sambil berkata " Maafkan aku ya sayang,
__ADS_1