Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Melanjutkan sekolah kedokteran


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tidak terasa Andika dan Bella saling mencinta,


Andika akan melanjutkan sekolahnya sebagai dokter spesialis penyakit dalam,


Andika menempuh study nya selama kurang lebih satu tahun,


Sayang bulan depan aku akan pergi melanjutkan study saya yang selama ini saya tunggu, kamu dan Adit harus ikut, aku tidak bisa meninggalkan kamu di indonesia sendiri, kamu cepat sembuh sayang, dan ini kesempattanku yang terakhir, sudah beberapa kali aku menolak ini semua, " ucap Andika sambil membelai rambut Bella,


"Tapi mas! "ucap Bella dengan nada manja,


"Iya sayang, ini yang perna aku impikan dan aku tunggu - tunggu selama aku jadi dokter, dan aku akan bukak praktek di rumah atau aku akan membangun klinik, boleh ya sayang, kurang lebih kita di cina satu tahun " ucap Andika,


"I _ iya terserah kamu saja mas! Asal aku dekat sama ka _ mu " ucap Bella sambil memainkan hidungnya,


**************************


Bella menyiapkan keperluan Andika yang akan di bawah, dan pergi ke rumah nenek untuk berpamitan,


Tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul dua, Bella tidak bisa tidur nyenyak tidak seperti Andika dan Adit, pas jam tiga seperti biasa Andika terbangun dari tidurnya,

__ADS_1


'Lo! Kenapa kamu belum tidur sayang, lihat tu sekarang jam berapa ? "Ucap Andika sambil melihat jam dinding,


"He __ he, aku ngak bisa tidur mas! "Ucap Bella dengan nada manja,


"Kamu itu, Adit yang anak kecil aja bisa tidur, kenapa kamu yang sudah besar ngak bisa tidur! Kamu itu kayak aku yang masih kecil dulu, kalau mau di ajak papa dan mama malamnya ngak bisa tidur, mbayangi dan angan - angan cepat pagi, " ucap Andika sambil memeluk Bella,


"I _ iya mas, kamu kok tau " jawab Bella,


Langsung saja Andika menyuru Bella untuk tidur di samping Adit, dan menunjukkan jam dinding udah pukul empat, sebentar lagi sholat subuh,


Seperti biasa Andika mengerjakan kuwajibanya melaksanakan sholat sunah dua rokaat sambil menunggu sholat subuh,


"Bik tunggu rumah sama pak Mamat ya! kalau ada apa - apa bibik dan pak Mamat boleh telpon saya atau non Bella." ucap Andika dengan nada senyum,


"Iya mas ! Baik - baik di sana, semoga den Adit dan non Bella kerasan di sana sampai mas Andika selesai sekolahnya," ucap bik Inem sambil menahan tangis,


Di dalam perjalanan Bella merasa ragu menetap di sana sampai satu tahun, Bella hanya diam saja memikirkan Bella ngak bisa masak,


Sampai lima menit Bella hanya diam saja sambil melamun, langsung saja Andika memanggil,

__ADS_1


"Sayang , sayang kamu kenapa kok diam saja, apa kamu sakit " ucap Andika sambil memegang tangan Bella,


"Ti _ tidak mas ! A _ anu saya kebelet pipis eh, i _ iya pipis mas! " ucap Bella dengan nada gugup sambil melihat Andika dengan senyum,


"Apa kamu ngak mau ikut saya, apa kamu di sini sama bik Inem dan pak Mamat, kenapa kamu sayang! Apa yang kamu pikirkan kok sampai ___ " ucap Andika sambil melihat muka Bella,


"Ngak lah mas! Ngak ada apa - apa, aduh apa masih jauh pak Mamat bandaranya " ucap Bella sambil melihat ke depan,


"Sebentar lagi non! Itu kelihatan " ucap pak Mamat,


Sampailah di bandara semua kawan Andika sudah berada di lobby bandara menunggu jam terbang,


Andika menyuru pak Mamat pulang,


Pak tolong jaga rumah ya kalau ada apa - apa langsung pak Mamat menghubunggi saya kapan saja " ucap Andika sambil bersalaman,


"Baik - baik di jalan dan selamat sampai tujuan mas " ucap pak Mamat,


"Aamiin terimakasih doanya pak! " Ucap Andika dengan nada senyum.

__ADS_1


__ADS_2