Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Satu miliar


__ADS_3

Akad nikah segerah di mulai, Andika dan Bella menunggu Pakdhe dan Budhe Serta keluarga yang ada di desa,


Pakdhe akan menjadi wali nikah untuk Bella, datanglah keluarga Pakdhe yang dari desa,


Andika dan Bella duduk di depan pak penghulu, Andika akan mengucapkan ikrar suci di hadapan keluarganya, Keluarga Bella serta temannya,


Andika bersalaman dengan pak penghulu sambil mengucapkan"


"Saya terimah nikahnya Sintia Bella binti Abdulloh almarhuma dengan mas kawin uang sebesar satu miliar , satu set perhiasan emas dan perlengkapan alat sholat di bayar tunai.


Sah,,,


Sah,,,


Semua tamu berteriak Sah,,,,


"Alhamdulillah " ucap Andika sambil memeluk Bella dengan erat,


Bella diam saja sambil berkata ," Satu miliar, aku belum pernah melihat uang sebanyak itu,


Pak penghulu memberikan nasehat untuk Andika dan Bella, mendengar ucapan nasehat pak penghulu Andika hanya menundukkan kepala saja,


Andika menyerakan maskawinya untuk Bella dan Bella menerimanya dengan senyum, dan Bella mencium tangan Andika dan memeluknya ,

__ADS_1


"Maafkan saya ya mas! " Ucap Bella dalam pelukan Andika dan menangis,


"Sama - sama sayang, aku yang seharusnya mintak maaf kepada kamu, bukan kamu yang salah tapi aku," jawab Andika,


Andika dan Bella menemani tamunya dengan ramah, Andika dan Bella menghampiri satu persatu teman tetanga dan keluarga untuk makan,


Dan Andika dan Bella menemui Iwan, dan Iwan, Lala mengucapkan selamat untuk Andika dan Bella,


Selamatnya semoga samawah, " ucap Iwan sambil bersalaman dengan Andika dan Bella,


"Aamiin, "jawab Andika dan Bella,


"La , Wan ayo cepat menyusul kita, " ucap Andika,


"Iya ini lo, maunya sih sama Lala, tapi Lalanya kagak mau, tolong mak jomplangin Bel! Rayu Lala suruh dia nerima lamaranku, " ucap Iwan dengan nada senyum,


"Ya cepat, kamu sangat cocok, janda sama duda nunggu apa lagi, " jawab Andika sambil menepuk bahu Iwan,


Langsung saja Iwan mempunyai niattan untuk jadian sama Lala,


Iwan mengajak pulang bareng naik mobil Iwan dan mengajak makan bersama di cafe sambil menyatakan cintanya kepada Lala,


Lala hanya diam saat Iwan menyatakan cintanya dan lala berkata dalam hati, "Tidak aku tidak mau jadi pelarian saja, aku tau kamu kecewa di tinggal Bella kawin lagi,

__ADS_1


"Iwan menepuk bahu Lala, dan Lala terkejut dan berteriak " Aku mau - mau, iya aku mau,


Dan Lala sadar atas ucapanya tadi, sambil terdiam,


Iwan melihat wajah dan memegang tangan Lala sambil berkata "Terimakasih La kamu mau menerima cintaku, aku ingin secepatnya menikahin kamu, kita sama - sama punya masa lalu, dan semua itu akan menjadi pelajaran untuk kita berdua,


"Gila siapa yang nerima cinta kamu, aku gak percaya , kamu kan cuma mencari pelarian saja, aku tau kamu sangat kecewa di tinggal Bella kawin lagi, " ucap Lala sambil melepas pegangan tangan Iwan,


"En ____ engak La! Ayo kita nikah dan hidup bersama, mungkin ini jodoh kita, kita di pertemukan di saat kita sedang tersakitin oleh pasangan kita, " jawab Iwan,


Kita jalani dulu, aku takut kecewa yang kedua kalinya, " jawab Lala dengan nada senyum,


Di sisi lain ,


Andika dan Bella sedang menemani keluarga Bella yang sedang bermalam di rumah Andika


Pakdhe dan Budhe memberi nasehat kepada Andika dan Bella,


Dan malam semakin dingin pakdhe dan Bedhe berpamitan untuk beristirahat di kamar, bik Inem mengantarkan Pakdhe dan Budhe di kamar,


Andika mengangkat Adit ke dalam kamar dan Bella berjalan di belakang Andika,


Bella merebahkan badanya di samping Adit sambil berkata, " Aku capek mas! Kakiku pegal,

__ADS_1


"Coba aku pijitin, maaf ya kamu dari pagi berdiri saja, "jawab Andika sambil memijitin kaki Bella, dan tidak terasa Bella sudah tertidur sangat pulas,


Dan Andika melihat wajah Bella, dan Andika merebahkan badannya di samping Bella,


__ADS_2