
Tidak terasa sudah satu jam Andika dan Bella menemani bik Inem masak, dan akhirnya masakan bik Inem siap di sajikan,
Mama Lia melihat Bella tidak seperti biasanya
Bella selalu menghindar kalau di dekati mama Lia,
"Nak kamu kenapa sakitya " ucap mama Lia sambil duduk di samping Bella,
"Eng _ i _ iya ma ! " ucap Bella dengan nada gugup sambil berdiri dan pergi ke dapur,
Dan tidak terasa sudah satu minggu mama Lia ada di rumah Andika dan sejak tiga hari ini Bella selalu menghindar dari mama Lia, dan kalau di ajak selalu ada alasanya tidak seperti biasanya,
"Nak! Ayo besok kita pergi jalan, udah lama kita tidak makan - makan di luar "ucap mama Lia dengan nada senyum,
"Ta _ tapi sama mas Andika ya ma! " ucap Bella dengan nada gugup,
"Ya enggak la, kamu pergi saja sama mama dan Adit besok sayang "ucap Andika sambil bersandar di pundak Bella,
__ADS_1
"Tapi mas, mama maunya ngajak kamu juga mas! "ucap Bella sambil melihat wajah Andika,
Langsung saja Bella berpamitan untuk masuk kamar, dan Andika menyusul masuk kamar,
Dan Andika memintak Bella untuk pergi bersama mama Lia besok,
Mas ! Aku tidak mau kamu salah faham dan aku tidak mau mama kamu membagi kasih sayangnya kepada aku, sebenarnya aku ini bukan siap - siap mama kamu, aku cuma menantu, aku takut kamu marah - marah kalau mama dekat sama aku, dan mulai sekarang dan seterusnya aku akan menjauhi mama kamu, mas maafkan aku ya karena aku kamu selalu di marahi sama mama kamu, mas! Maafya "ucap Bella sambil memegang tangan Andika dan menciumnya,
"Ya Tuhan berikan aku kesabaran untuk menghadapi, membimbing dan memberi pengertian kepada istriku ini, "ucap Andika sambil menarik nafas panjang,
"Kamu itu seperti anak kecil, "bagaimana caranya aku memberi pengertian sama kamu sayang, mamaku ya mama kamu sayang, aku tidak pernah cemburu dan irih sama kamu, kalau kamu dekat sama mama dan papa aku sayang, malah aku berterimakasih sama kamu, karena kamu bisa dekat sama orang tuaku, bermanja dan mintak di manja sama orang tuaku, kamu punya pikiran itu dari mana sayang, dasar anak kecil, " ucap Andika sambil mengambil dan mengeluarkan nafasnya,
"Dasar anak kecil " ucap Andika sambil berbaring di samping Bella,
Langsung saja bangun dan keluar kamar untuk menemani Adit bermain,
Mama Lia melihat televisi sambil melihat keakraban Adit sama Andika, memang Adit persis dan sama seperti Andika sejak kecil suka nangis mencari papanya, persis kayak Adit,
__ADS_1
********
Andika berpamitan kepada mama Lia untuk pergi kerja, dan Andika menyuru mama Lia untuk mengajak Bella dan Adit untuk jalan - jalan,
"Nak ! Suami kamu sudah memberi ijin sama mama kalau kamu dan Adit boleh saya ajak jalan - jalan keluar, sekarang kamu ganti pakianmu kita berangkat dulu "ucap mama Lia dengan nada senyum,
"Tapi ma ! "Jawab Bella dengan nada gugup,
Langsung saja mama Lia, Adit, bik Inem dan Bella pergi jalan - jalan untuk mencari udara segar dan mencari hiburan,
Mama Lia mengajak Bella untuk belanja apa saja yang ia inginkan,
Dan sebelum pulang tidak lupa mama Lia makan terlebih dahulu di caffe, semua keluarga mama Lia makan bersama tidak lupa bik Inem dan pak Mamat,
Melihat Andika berjalan mencari keberadaan keluarganya,
"Papa " teriak Adit sambil berlari ke Andika,
__ADS_1
Dan tidak terasa sudah dua jam keluarga Andika ada di caffe,
Bella dan Andika akan pulang naik mobil sendiri, sedangkan Adit ikut naik mobil bersama omah, opahnya,