
Langsung saja Andika memaksa Hasan untuk mau di ajak pulang untuk menemani Clara,
"Gimana mobilku, aku bawah mobil sendiri aja Dik! " ucap Hasan,
"Biar saja mobilmu di rumah sakit di sini aman kok " ucap Andika sambil menyuru Hasan masuk ke dalam mobilnya,
Dan tidak terasa sudah satu jam Andika dan Hasan ada dalam perjalanan pulang,
Andika dan Hasan ke luar mobil dan masuk ke dalam rumah untuk menemani Clara,
Hasan duduk di samping Clara dan bercerita tentang masa lalunya dan masa sekarang Clara,
Andika masuk kamar untuk menemui Bella,
Bella hanya diam saja saat Andika mendekati Bella, Andika duduk di samping Bella,
"Mas ! Tu temani mantan kamu, dan suru di pulang " ucap Bella dengan nada sewot,
"Tu yang aku suka dari kamu, sukak ngambek kayak anak kecil " ucap Andika sambil mencium kening Bella,
__ADS_1
Andika menemani Hasan dan Clara, dan Andika mempertanyakan ke datanganya Clara,
"Ada masalah apa kamu menemui saya, kalau menemui saya itu seharusnya punya janji dulu, apa ada yang penting sampai kamu mau menunggu aku " ucap Andika sambil melihat Clara,
"Mungkin Clara kangen sama kamu Dik! Iya kan Clai! Sampai di bela - belain nunggu kamu apa kamu tidak pu __ " ucap Hasan sambil melihat arah dalam rumah Andika. Dan bertanyak kepada Andika di mana istri kamu, aman tidak aku bicara " ucap Hasan,
"Hemm " ucap Andika dengan nada senyum,
"Aku ke sini! Benar kata Hasan a _ aku kang _ en sama kamu Dik! " ucap Clara dengan nada gugup,
"Mendengar ucapan Clara, dengan spontan Andika melihat wajah Clara sampai tidak menggedipkan matanya dan terdiam sejenak, lalu berkata " Ternyata kamu sudah gila Clai,
Mendengar perkataan yang barusan di ucapkan Clara, dengan spontan Bella tidak sengaja menyengol vas bunga sampai terjatuh mengenai kaki Bella sampai mengeluarkan banyak darah,
Andika langsung lari saat mendengar vas bunga yang jatuh dan terikan Bella,
Sayang kamu kenapa, " ucap Andika sambil membersikan kakinya Bella yang mengeluarkan darah segar, Andika dan Hasan memberika pertolongan pertama hanya memberikan obat dan membalutnya, bik Inem dan Clara membersikan pecahan vas bunga,
Clara duduk di samping Bella dan berkata sama Andika " Apa tidak sebaiknya istri kamu kamu bawah ke rumah sakit, tu darahnya masih keluar banyak,
__ADS_1
Dengan spontan Andika mengendong Bella untuk di bawah ke rumah sakit,
"Tidak mas ! Biarkan saja aku di rumah, aku tidak butuh pe ___" ucap Bella sambil menangis,
Andika memberi syarat untuk Hasan agar Clara di ajak keluar dari sini, dan Andika memberikan kunci mobilnya,
Clai ! Ayo kita pulang l "Ucap Hasan sambil menggandeng tangan Clara,
Langsung saja Clara berpamitan kepada Andika dan Bella, Bella tidak menjawab hanya memejamkan matanya,
Andika mengajak Bella untuk ke rumah sakit, karena peralatan di rumah sakit banyak tidak seperti di rumah,
"Sayang kaki kamu terlalu banyak mengeluarkan darah segar, " ucap Andika sambil lari mencari pak Mamat untuk mintak tolong mengantarkan Bella je rumah sakit,
Satu jam sudah Andika sudah sampai di rumah sakit, langsung saja Andika menangani Bella sendiri dan di bantu dokter Safa dokter jaga,
Andika menyuru pak Mamat untuk pulang duluan, dan Andika menghubungi Hasan di mana kunci mobilnya,
Hasan menghampiri Andika untuk melihat luka kaki Bella dan memberikan kunci mobilnya,
__ADS_1