
Dan tidak terasa waktu telah berganti dengan cepat, sudah enam bulan Andika dan Bella berada di china,
Bella mulai terbiasa melakukan aktifitasnya sebagai seorang istri,
Bella bisa menyapu , mengepel dan sedikit bisa tau macam - macam bumbu yang ada di dapur terutama bisa membedakan gula dan garam, dan setiap hari kalau Andika pulang sekolah Bella selalu membuatkan susu hangat tanpa di mintak,
"Mas ini susu hangatnya cepat di minum, keburu dingin " ucap Bella dengan nada manja,
I _ iya sayang, terimakasih kamu sudah membuatkan aku susu hangat setiap hari dan alhamdulillah kamu sekarang sudah bisa membedakan mana gula dan garam, apa kamu capek sayang ? "ucap Andika sambil melangkul Bella,
"I _ i, tidak mas, aku tau dan bisa merasakan jadi seorang istri yang sebenarnya, kadang Bella terasa capek, ingin memanggil bik Inem untuk di suruh nyapu dan ngepel, ini saja badanku pegal mas! Dan lihat tanganku bengkak semua ke seringgan pegang sapu sama pel, "ucap Bella sambil melihatkan tanganya dengan nada manyun,
__ADS_1
"Siapa suruh, kamu diam aja, biar aku saja yang ngerjain dan mulai besok kamu tidak boleh mengerjakannya, kamu diam saja di rumah , " ucap Andika sambil memegang tangan Bella,
"Andika merebahkan badanya di atas kasur dan Bella duduk di sampingnya sambil bercerita ," Mas! Aku pingin pulang ke indonesia melihat nenek, aku kangen sama nenek, tadi malam aku mimpi nenek sakit dan menyuru aku pulang, boleh ya mas ! Aku berani kok mas! Dan tadi pagi mbak Rini saya hubungi ngak bisa, aku kepikiran terus mas! Dengan keadaan nenek ! Boleh ya mas satu minggu aja lalu saya kembali lagi " ucap Bella dengan menahan tangis,
Ngak boleh sayang, aku ngak mau kamu pulang sendiri apalagi perjalanan jauh, atau kita pulang sama - sama, aku kan sudah bilang ngak boleh pulang selama aku sekolah, kan kamu tau sendiri orang tuanya dokter dokter Deri sakit saja tidak di perbolehkan pulang, kalau kamu ingin bicara sama nenek biar bik Inem sama pak Mamat besok pagi ke rumah nenek, agar kamu bisa berbicara dan melihat wajah nenek melalui ponsel bik Inem, dan besok pak Mamat saya suruh belikah ponsel buat nenek agar kamu bisa bicara sama nenek setiap hari ,"ucap Andika sambil tidur di pangkuan Bella,
"Tapi mas!
Sayang aku ingin ini, sekarang "ucap Andika sambil memegangi anunya Bella,
"Hemmm, tidurkan saja Adit " ucap Bella sambil menujuk Adit yang sedang bermain,
__ADS_1
Langsung saja Andika mengajak Adit untuk mencuci tangan dan kakinya,
Drngan semangatnya Andika menidurkan Adit
Adit menolak sambil berkata " Adit belum ngantuk pa !.
"Udah malam nak! Lagi pula papa mau ngeces, udah beberapa hari ini batrai papa belum di ces sama sekali, udah lama sejak mama dan Adit ikut omah,
Pa ! Adit pingin lihat, dan ikut pa!, kalau habis di ces apa bisa jalan pa! Mobilnya, "ucap Adit,
Bukan mobil yang di ces nak ! Tapi papa di ces ke mama agar tidak capek dan steres nak cepat sana bubuk " ucap Andija sambil menahan tawa dan melihat Bella yang sedang tidur merangkul guling,
__ADS_1
Ya mana pa, yang mau di ces coba lihat barangnya "ucap Adit sambil mencari barangnya.