Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Dana dan Dini


__ADS_3

"Kasihan Mama dong Pa, " ucap Dini dengan nada sewot,


Dana dan Dini pergi ke kamar Bella setelah bik Inem membersikan kamarnya,


Dana dan Dini memeluk Bella sambil menangis dan berkata sama Andika yang ada di kamar, " Papa jahat kenapa papa menjatuhkan kaca , jadi tangan mama sakit ngak bisa makan, papa jahat, sambil merangkul Bella,


"Mama makan dulu ya biar Dini suapin , " ucap Dini sambil bawah makanan,


"Ngak sayang mama ngak lapar, " ucap Bella,


"Mama makan dulu sama adik biar Dana mintak obak ke papa, " ucap Dana sambil keluar kamar mencari Andika,


Akhirnya Bella makan di suapin Dini dan Dana di kamar, dan di beri obat agar sakitnya lekas sembuh, dan Dini berkata, " Kalau mama makan nanti biar Dini suapin,


Dana dan Dini tertidur di samping Bella, Bella pura - pura tertidur saat Andika masuk ke kamar mengambil kunci mobil,

__ADS_1


Tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul lima sore, Dana dan Dini terbangun dari tidurnya, dan membersikan badanya tidak lupa dengan Bella, Bella juga membersikan badanya dan tangan Bella sedikit bengkak Bella merasa kesakitan sampai mengeluarkan air mata,


Bella merebahkan badanya sambil menahan sakit, Dini mengetuk pintu kamar untuk membawah makanan dan Dini setia menyuapin makanan untuk mamanya dan Dana mengambil obat dari Andika,


"Terimakasih anak - anak mama yang ganteng, cantik juga pintar , " ucap Bella sambil memeluk ke duanya,


"Mama istirahat dulu ya, biar Dini pangilkan papa, supaya papa yang nemenin mama sekarang " jawab Dini,


Dana dan Dini mengajak papanya ke kamar, dan Andika membawa alat untuk menganti perban luka mama,


"Sini anak papa, coba lihat papa biar kamu nanti bisa mengobatin dan kamu kelak besar jadi anak pintar dan setia kepada pasangan kalian, " ucap Andika sambil menganti perban Bella,


"Sakit banget ya Ma, Pa ! Pelan - pelan dong mama kesakitan tu, lihat sampai mama menangis menahan sakit, " ucap Dini sambil memeluk Bella,


"Gini aja sakit, sakitan mana sama ___ " jawab Andika sambil membersikan dengan keras,

__ADS_1


Dengan spontan Bella mengibaskan tanganya yang sakit, Andika tidak akan diam dengan kelakuan Bella, Andika memegang tangan Bella dengan paksa, sambil berkata, " Diam jangan membuat aku marah,


"Papa kok gitu, bentak - bentak mama, kasian mama udah sakit di bentak lagi, " ucap Dini sambil merangkul mama,


"Mama sih ngak nurut sama papa Dek! Kalau sakit itu yang nurut papa lagi ngobatin kenapa tangannya di kibasin segala, maafkan papa ya Ma, " jawab Dana sambil mengelus pundak mamanya,


"Ih kak Dana sama papa jahat, orang sakit kok di omelin, " jawab Dini dengan nada manyun,


"Pa ! Habis ngobatin mama, papa harus mintak maaf pada mama, kenapa papa bentak - bentak masa segala, " ucap Dini dengan nada manyun,


"Ngak Nak ! Mama ngak merasa di bentak papa, dan papa ngak perlu mintak maaf segala, mama yang seharusnya mintak maaf pada papa kamu, karena mama salah selalu merepotkan papa kamu, " jawab Bella,


Setelah Dana dan Dini pergi dari kamarnya, Andika berjalan dan mendekati Bella yang sedang duduk di atas kasur,


"Sayang kamu jawab dengan benar, apa kamu selingku dan apa kurang aku dari kamu, biar aku bisa mengubahnya, " ucap Andika sambil duduk di depan Bella,

__ADS_1


"Bella ngak selingku mas, " jawab Bella dengan nada keras,


"Tapi kenapa ponselmu kamu banting, kalau kamu tidak selingku, " teriak Andika dengan nada marah,


__ADS_2