
"iyh sama sama " alex tak kalah senyum.sonia pun turun dari mobil alex dan pergi kerumah nya alex setia menunggu sonia sampai ke dalam rumah barulah dirinya beranjak pergi.
kini malam pun berganti pagi, hari ini maxim pulang dari busan karena hari ini maxim dan aksel akan wisuda s2nya maka dari itu aksel mau pinda ke Korea karena dia hanya tinggal wisuda saja jadi bisa di Universitas Korea dulu aksel kuliah di Swiss, aksel dan maxim mereka hanya memerlukan waktu 4tahun kuliah sudah mengambil gelar s2 karena merek sangatlah pintar, keluarga aksel pun pergi ke Korea untuk menyabut sang anak yang akan wisuda, begitupun dengan keluarga maxim mereka juga tengah bersiap siap menunggu maxim pulang, hari ini cia tidak sekolah dirinya izin untuk pergi ke wisuda sang kakaknya, maxim pun sampai dirumahnya sekitar jam lima pagi karena dirinya sangat tidak suka telat, maxim sangat mendirikan kedisiplinan yang kuat tidak hanya pada dirinya namun juga pada sang adik.
"jam berapa ya ini " ujar cia yang baru bangun dari tidur nya sambil mengucek gucek kan matanya dan segera dirinya melihat jam yang di dinding. "ohh ternyata baru jam setengah enam aku akan bersiap siap dulu "ujar cia sembari masuk ke kamar
dibawah semua orang sudah bersiap dan ternyata keluarga aksel pun ada di rumah cia mereka ingin serempakan saja berangkatnya,seperti yang telah diketahui orang tua cia dan aksel mereka bersahabatan , kini cia pun turun ke bawah dan semua orang di bawah terpesona dengan perempuan satu ini yang tengah berjalan angun di atas tangga.
" itu anak mu bri" ujar mommy ariana
"iyh na, itulah anak perempuan satu satu ku " ujar momy bricia sambil tersenyum dengan sang anak
"kenapa menatap sedalam itu bro, gw tau adik gw memang cantik, tapi maaf ya adik gw masih SMA jika lo mau tunggu dulu sampai tamat " ujar maxim berbisik bisik sambil sedikit tersenyum dan menepuk pundak sang sahabat yang tengah menatap sang adiknya.
"apa apan sih lo, lo pikir gw juga mau pacaran sama anak SMA " ujar aksel sembari membuang kan pandangan matanya ke arah lain , "tapi memang cantik sih " ujar aksel dalam hatinya
"eh Jagan begitu dulu bro,entar kalok lo suka gw gak akan setuju mau lo " ujar maxim sembari ketawa namun hanya aksel yang dapat mendengarnya
"sini sayang, ini kenalkan mommy nya aksel namanya ariana, dan yang di samping daddy mu itu daddy nya aksel " ujar mommy bricia sembari menunjukkan sahabat nya
"salam kenal om, tante nama ku gracia panggil aja cia " ujar cia ramah dengan kedua orang tua aksel
"iyh sayang salam kenal juga ya " ujar mommy ariana sambil tersenyum .
__ADS_1
"ternyata anakmu cantik ya jo " ujar daddy eksel
sambil tersenyum ke arah sang anaknya yaitu kepada aksel, aksel pun hanya diam dirinya tau maksud dari pandangan sang daddy nya itu, namun dirinya tetap cuek.
"ya sudah om tan, mom dad kita berangkat saja yok ini sudah jam sentengah tujuh , jam delapan kita mulai, takut telat karena jalanan cukup macet " maxim
"oh iyh kalu begitu ayok kita berangkat " ujar mommy bricia sembari semua nya pun berdiri dan berangkat namun terhalang oleh cia
"eh bentar mom, kita tidak sarapan " ujar cia membuat semua orang pun tersenyum hanya aksel saja yang tetap diam tampa ada expresi sedikitpun.
"nanti sayang, sekarang kau sabar dulu ya setelah semuanya selesai kita akan makan bareng di restoran " ujar mommy ariana tersenyum sambil megusap kepala gadis itu
"Mmm baiklah kalau gitu, tidak masalah " ujar cia, dan mereka pun berangkat menaiki mobil masing masing.
sedangkan disisi lain zalfa dan sonia mereka tengah duduk bersantai di taman sekolah, mereka kekurangan teman satu yang hari ini tidak masuk, mereka tengah menunggu jam masuk seperti biasanya jika tidak ada cia mereka memang segan langsung masuk kelas biasanya cia yang mengajak mereka langsung ke kelas untuk belajar terlebih dahulu sebelum masuk cia memang anak yang cukup cerdas ketimbang teman temannya yang hanya pembuat rusuh dan tukang bolos, namun teman teman nya akan tobat apabila ada cia karena cia ,
"bener bangat son, lama lama gw berfikir disini tuh yang gak disiplin siapa ya, kita atau gurunya " zalfa, sembari menatap novel nya
"eh ini sekolah kan yang punya keluarga cia kan , entar kita kerumah cia aja yuruh om jo untuk memecat tuh guru guru, seru kali ya " ujar zalfa lagi dan mereka pun tertawa, di saat mereka tertawa tiba tiba seorang ketua OSIS pun datang menemui mereka
"eh kaian" ujar seorang OSIS itu dengan nada yang cuek dan tatapn yang sangat dingin, sonta membuat sonia dan zalfa pun menoleh dan zalfa sangat kaget meliha seorang itu
"lo lagi lo lagi kenapa, kemaren saja lo nolak ajakan kenalan gw, sekarang nibul lagi setelah kemarin lo gikutin gw " omelan zalfa sambil bertingkah norak
__ADS_1
"apa jadi dia gikutin lo fa, kok gak bilng luh kurang aja bangt mau apa lu ha " ujar sonia tak Terima melihat temannya diikuti oleh sembarangan orang, sonia pun meyisihkan baju di lengan nya dan membuat otot otot yang berbentuk itu kelihatan
"saya disini tidak ingin berdebat dengan kalian" ujar laki laki itu cuek
"trus apa luh kesini " ujar zalfa dan sonia serempakan
"kok tumben kita serempak " ujar zalfa sambil tersenyum dan mereka pun bertos tangan karena mereka kompak menjawab, begitulah kira kira tingkah mereka jika tak ada cia,
"kamu " ujar ketua OSIS itu sambil menunjuk ke arah sonia
"apakah kamu tidak melihat catatan disana cukup besar dilarang untuk memetik bungga dan kamu se enaknya saja memetik bungga disana, sekali lagi aku lihat atau mendengar kalian berdua anak Xlmipa2 berulah maka aku tak segan memberi hukuman " ujar laki laki itu tepat, padat dan sedikit nada penekanna setelah berkata itu dia pun pergi meninggalkan sonia dan zalfa, mera tengah diam dan hanya melihat sisa petikan dari sonia tadi.
"sok bangt tuh orang siapa sih " ujar sonia sambil membuangkan sisa petikan nya tadi
"gak tau son, apa Jagan Jagan dia ketua OSIS kita ya, aku sempat dengar ketua OSIS kita tu orang nya arogan, cuek, dingin, dan tegas " ujar zalfa mereka memang tak tau siapa OSIS di sekolah nya karena waktu pemilihan merek berdua memilih untuk tidur mereka sangat malas hal yang tidak menarik bagi mereka, hanya cia saja yang waktu itu pergi memilih cia pun juga menjadi sekertaris di organisasi OSIS, memang di antara mereka bertiga hanya cialah yang aktif di keorganisasian
"coba bilang ke cia dia kan tau , sumpah resek bagt tuh orang " ujar sonia lagi, dan meletakan tong sampahnya .
"tapi son sebanyak laki laki disini dia cukup ganteng lo, hehheh " ujar zalfa sambil tersenyum kepada sang sahabat yang tengah diam
"gantengan juga alex kali " ujar sonia tampa disadar dan itu membuat zalfa kaget untuk pertama kali sonia bilng ada yang ganteng sebelumnya sonia tidak pernah mengatakan ha itu
"wah son luh pengagum diam kak alex ya , yang pemain basket inti sekolah kita itu, wajar sih son dia memang ganteng, akhirnya lu bisa melihat lawan jenis luh untuk pendamping luh gak yangka gw, Jagan Jagan ni udah pacaran lagi harus dibilng ke cia ini " ujar zalfa membuat sonia tersadar
__ADS_1
"apaan sih gw gak suka sama tuh orang, udh ah Jagan di bahas kalau cia tau berebet urusanya bisa bisa gw di integrasi macam pencuri " ujar sonia, disela debatan merek ternyata ada seseorang yang tengah mendengar dan memperhatikan mereka dan seseorang itu pun pergi meninggalkan mereka, tak lama pun bel berbunyi mereka pun segera masuk.
~~jagan lupa vote dan like, tambah kan favorit ~~