
Sore berganti malam Andika dan Bella bersiap - siap untuk pergi ke mall,
Sampai di mall Andika dan Bella berjalan ke tempat mainan yang ada di lantai tujuh,
Ting
Bunyi lift terbuka Andika dan Bella masuk, pas keluar lift lantai tujuh tidak sengaja mata Bella yang indah sambil berkedip melihat penampakan Ayu dan teman lelakinya yang sedang makan bersama,
Langsung saja Bella mintak pulang dan tidak jadi ke mall dengan alasan kepalanya pusing tidak bisa ia tahan, dan langsung saja Bella lari menuju masuk lift,
"Ayo mas kita pulang cepat "teriak Bella dengan nada gugup sambil menarik tangan Andika,
''Dasar anak kecil, Andika kamu harus sabar memperlakukan istri kecilmu "ucap Andika dalam hati sambil melihat Bella dengan sedikit senyum,
Sampai di rumah Bella langsung masuk ke dapur untuk minum, dan Andika menjadi penasaran apa yang di lakukan dan melihat apa sekiranya Bella di dalam mall tadi,
"Mas aku capek dan lapar " ucap Bella sambil merebahkan badanya di atas tempat tidur, seakan tidak menghiraukan tangisan Adit,
__ADS_1
"Kenapa kamu tadi kayak melihat setan, datang - datang langsung minum tampa cuci tangan dan cuci kaki "ucap Andika sambil meletakkan Adit di samping Bella,
"Bukan melihat setan tapi melihat Gorila seakan - akan mau mengejar kita "ucap Bella dengan nada senyum,
Langsung saja Bella tidur sama Adit, dan Andika keluar kamar sambil membawah leptopnya, dan memintak bik Inem buatkan kopi untuk teman kerjanya supaya tidak ngantuk.
Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam dan Andika bergegas masuk kekamar untuk istirahat,
Seperti biasa Andika bangun lebih awal dari Bella dan Adit, Andika akan berangkat kerja lebih awal dari biasanya,
"Iya mas! " ucap bik Inem sambil memotong jahe,
Andika berpamitan dengan Bella seperti biasa Andika mencium kening Bella dan Adit,
Sampai di rumah sakit langsung Andika menemui dokter Hasan untuk berterimakasi telah menyelamatkan pernikahanya,
****
__ADS_1
"Hai bro! Gimana istri kecil kamu, apa sudah bisa kamu manjain " Ucap dokter Hasan dengan nada senyum,
"Udah la teman! berkat dramamu istri kecilku langsung takut kehilanganku "ucap dokter Andika sambil ketawa - tawa.
"Iya istrimu kecewa benar melihat kamu nempel sama Ayu mantan kamu itu, dia curhat sama istri saya, kamu sih keterlaluan bawah istri sampai lupa, istri mana yang gak sakit hatinya melihat suaminya nempel sama mantan dan lupa istrinya "ucap dokter Hasan sambil ketawa - ketawa,
"Iya aku benar - benar lupa kalau bawah istri, Ayu juga ngasih perhatian seakan - akan dia ingin ngajak balikan "ucap dokter Andika sambil memainkan remot,
Iya denger - denger Ayu sekarang manjandah bro udah satu tahun, bisa ni kita - kita mendekatinya buat hiburan atau jadi istri simpanan kita "ucap dokter Hasan sambil senyum,
"Gila kamu ingat yang di rumah, dan ingat umur kita udah tua " ucap dokter Andika sambil geleng -gelengkan kepala,
"Apa kamu cemburu kalau menjadikan Ayu istri ke duaku " ucap dokter Hasan sambil memandangin wajah Andika,
"O tidak itu masa lalu ku, udah aku tanam dalam - dalam kalau kamu mau aku dukung, tapi hati - hati sama istri lo "ucap Andika dengan nada gugup,
Andika menyudahi omangan dokter Hasan yang gila itu, dan mengalikan omongan tentang pekerjaan,
__ADS_1