
Dan tidak terasa waktu semakin malam, dan rembulan bersinar terang tak seterang hati Bella, Bella menggajak Andika untuk keluar ke cafe,
"Mas ! Aku pingin ke cafe malam ini, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, mas ayo tinggal dulu, "ucap Bella dengan nada manja,
"Sebentar sayang ni, pekerjaanku banyak sekali, sampai pusing, jangan nambah pusing lagi ya sayang, tunggu dulu sebentar lagi selesai, "ucap Andika dengan sedikit nada sewot,
"Mau aku sekarang mas " ucap Bella dengan nada manyung,
"Sana - sana, kalau kamu tidak sabar menunggu berangkat sendiri sana " ucap Andika dengan sedikit marah,
Langsung saja Bella keluar dari ruang kerja Andika dan masuk kamar tidak lupa membawah tas kecilnya yang ada di atas meja riasnya,
Bella berangkat mintak di antar oleh pak Mamat,
Bella pesan makanan dan minuman sendiri,
__ADS_1
Yang ada di rumah,
Mendengar suara mobil pak Mamat dan melihat jam dinding menunjukkan pukul delapan, dengan spontan Andika mencari Bella di kamar tidak ada, dan Andika menghubungi ponsel Bella, ternyata ponsel Bella ada di samping tempat duduk Andika,
"Pak Mamat dari mana bawah mobil " ucap Andika,
"I _ itu, maaf tuan, ha _ habis mengantar non Bella ke cafe, dan non Bella menyuru pak Mamat pulang dulu, dan pak Mama di suruh menjemputnya lagi jam satu malam, maaf itu perintah dari non Bella, " ucap Pak Mamat dengan nada gugup,
Mendengar ucapan pak Mamat langsung saja Andika mengambil kunci mobil dan bertanyak kepada pak Mamat,
"Tempat cafenya di mana Pak! Mau kamu itu apa, "ucap Andika sambil mengambil kunci mobil,
Tiga puluh menit Andika sudah sampai di cafe cempaka, Andika melihat ke kanan dan ke kiri ternyata Bella sedang duduk sendirian di pojok cafe, sambil kepalnya di letakkan di atas meja,
Andika menghampiri Bella dengan muka tidak bersahabat, Andika duduk di samping Bella yang sedang menangis,
__ADS_1
Mas ! Kenapa kamu ke sini, apa pekerjaanmu udah selesai " ucap Bella dengan tanganya menghapus air matanya,
Langsung saja Andika memeluk badan Bella sambil berkata " kamu kenapa sayang, kok menangis, apa ada masalah.
"Mas ! Aku boleh tanyak pada kamu? Tapi janji kamu jangan marah ya, aku tidak bisa memendam masalah ini sendirian, janji kamu jangan marah ya mas!" ucap Bella dengan nada gugup,
Ngak sayang, kamu mau tanyak apa ? "jawab Andika,
"Clara, ! Apa kamu mempunyai hubungan sama Clara mas, sampai Clara mengejar - ngejar kamu setiap hari, " ucap Bella sambil menangis,
"Aku tidak punya hubungan apa.- apa sama Clara, ya Clara saja yang suka sama aku, aku juga tolong bantu supaya Clara dapat men jauh dari aku, aku takut Clara melakukan sesuatu untuk melukai dirinya sendiri, karena sifatnya itu keras, kalau dia punya keinginan ngak kesampean pasti dia melukai dirinya sendiri " cerita Andika sambil memegang tangan Bella dan nada gugup,
"O, gitu ya kamu takut dia terluka, ya sudah aku bantu sepaya dia tidak terluka, kamu kawinin Clara aja mas! "ucap Bella dengan nada sewot,
"Kalau kamu bicara itu yang sopan, ingat loh ucapanmu itu adalah doa, kamu mau kalau aku kawin lagi, kalau bicara jangan begitu sayang, "ucap Andika dengan nada senyum,
__ADS_1
"Ya sudah mas! Kenapa kamu takut dia terluka, kalau kamu tidak mau dia terluka ya kawinin saja Clara, begitu aja kok repot, "ucap Bella dengan nada sewot,
"Ya udah besok a _ aku kawinin " ucap Andika dengan nada senyum sepaya Bella tambah cemburu lagi,