
Sudah satu jam Bella menungu kedatanganya dokter Hasan tidak datang, Bella mulai panik dengan semua ini dan sementara Adit di titipkan ke bik Inem untuk di jaga,
Bella memintak pak Mamat untuk menghantarkan Andika pergi ke rumah sakit,
"Mas maaf kan Bella ya " ucap Bella sambil menangis, dan membangunkan Andika untuk di ajak ke rumah sakit,
"Udah biarkan mas sakit mungik ini balasan dari Tuhan sayang "ucap Andika,
Mendengar ada mobil yang datang dan Bella melihat apakah dia dokter Hasan yang datang
ternyata betul dokter Hasan yang datang bersama istrinya, hati Bella terasa lega,
"Silakan masuk dok! "Ucap Bella sambil bersalaman dengan istrinya,
__ADS_1
"Hai bro! Kamu kenapa, sakit apa! Sampai istrimu ketakutan, suruh aku cepat - cepat ke sini sambil menangis "ucap dokter Hasan sambil mendekati Andika,
"Apa! Istriku nyuru kamu kesini "ucap Andika,
"Ayo cepat dok! Om ini sakit apa "ucap Bella dengan nada panik,
Apa kami bilang Om! Apa aku gak salah dengar "ucap dokter Hasan sambil senyum dan memandangin Bella,
Dan kelihatan Bella sedang panik, karena badan Andika terlalu panas sambil mengigau,
"San! tolong katakan pada istri kecilku bahwa aku sakit parah dan perlu di sayang, aku sedang ada masalah dengan istri kecilku, dia mau pulang ke desa dan mintak pisah, gara - gara reoni kemarin istri kecilku cemburu tolong aku teman "ucap Andika dengan nada sedikit senyum,
"Oke siap! Aku akan membantumu "ucap dokter Hasan sambil mengeluarkan alatnya,
__ADS_1
"Drama di mulai "ucap istri dokter Hasan,
"Gimana ni bro rupanya kamu sakit parah, mungkin kamu lagi memikirkan sesuatu sampai panasmu tinggi banget, kamu perlu di rawat di rumah sakit sekarang, kalau kamu tidak mau mana bisa sembuh "Ucap dokter Hasan sambil menahan senyum,
"Gimana keadaan suamiku dok! Apa perlu di bawah ke rumah sakit "ucap Bella dengan nada gugup,
Iya sebenarnya dokter Andika harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari, tapi dokter Andika tidak mau "ucap dokter Hasan,
Dokter Hasan sama istrinya berpamitan pulang, dan Bella mengantarnya dari luar, sebelum keluar dokter Hasan bertanyak,
"Maaf Bel sebelumya, sepertinya sakit dokter Andika itu ada yang aneh, aku berteman dari kecil dia tidak pernah begitu, apakah Andika ada masalah di kantor ya? Kok Andika tidak perna cerita sama saya, iya deh semoga Andika cepat sembuh ,biar habis ini aku belikan obat yang bagus dan kalau habis minum obat ini tidak sembuh aku takut Andika hilang ingatan, ya coba sedikit kamu paksa untuk makan dan minum obat agar hatinya bisa tenang dan cepat sembuh dari sakitnya "ucap Hasan sambil geleng - gelengkan kepala,
"Sepertinya dia ada masalah! Coba nanti aku cari tau di rumah sakit, masalah apa yang sekarang Andika hadapi sampai dia stres banget " ucap Hasan sambil jalan di samping Bella,
__ADS_1
Bella merasa bersalah karena ucapanya tadi dan Bella habis mengantar dokter Hasan keluar langsung saja Bella pergi ke kamar melihat keadaan Andika dan Bella mengecek suhu badannya, sepertinya agak mendingan dan Bella akan mengompres pakai air,
"Mas maafkan Bella, karena ucapan Bella mas Andika jadi begini, sebenarnya aku tidak mau berpisah dengan kamu, aku dan Adit tak bisa hidup tampa kamu, maafka aku istri kecilmu ini memang suka di manja dan sebenarnya mintak di manja terus dan tidak mau melihat suaminya dekat - dekat sama wanita lain terutama dekat dengan mantanya aku sakit mas, sakit hatiku "ucap Bella sambil menangis dan memegangi tangan Andika,