
Dan Alhamdulillah Mama Lia sudah sadar,
Mama Lia menggeluh kepalanya pusing dan sedikit badanya deman,
Pas jam dua mama Lia memangil Bella, langsung saja Andika dan Bella membawah mama Lia ke rumah sakit,
Tidak terasa sudah tiga hari mama Lia ada di rumah sakit, mama Lia hanya mau di suapin dan di tungguin saja sama Bella,
Dan hari ini Mama Lia di perbolehka pulang,
"Sayang kamu mau makan apa, dan mama juga pingin apa "ucap Andika,
"Nak ! Mama pingin soto daging yang ada di pingir jalan , kalau kamu pingin makan apa nak ! Ucap mama Lia,
Bella hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata "Terserah,
"Papa Adit pingin makan soto juga, kayak omah " ucap Adit,
__ADS_1
Langsung saja Andika mencari penjual soto dan parkir di depanya,
Andika, Adit, Bella dan mama Lia keluar dari mobil dan mama Lia memesan empat persi,
Andika duduk di depan Bella , Andika makan dan menyuapin Adit sesekali Andika melihat Bella yang sedang makan,
Sesudah makan mama Lia menyuapin Adit,
Bella tak menghiraukan Andika yang sedang memandanginya,
************
Apa kalian tidak malu sama Adit dan kedengaran sama bik Inem dan pak Mamat, buang ego kalian berdua, kamu juga Andika jangan suka main tangan sama istri kamu, sekali lagi mama tau, mama akan mengajak istri dan anak kamu, " ucap mama Lia,
"Tu dengerin mama! Jangan suka ngambek, dikit - dikit pulangkan ke rumah nenek, ceraikan aku, apa ngak ada kata - kata yang lain " ucap Andika sambil melihat Bella,
"Dengerin jangan menyalakan istri kamu, semuanya itu tergantung kepada kamu, perbaikin sifat kamu " ucap mama Lia dengan nada marah,
__ADS_1
"Iya - iya Ma ! Maaf Andika cuma bercanda, iya aku janji akan merubah sifat ku, dan tolong kamu bantu ya sayang " ucap Andika sambil mencium Bella,
Dan langsung saja Andika keluar kamar untuk menemani Adit bermain,
Dan mama Lia akan bercerita tentang Andika yang belum di ketaui Bella,
"Nak! Sebenarnya suami kamu itu sangat sayang dan cinta dia tidak mau ke hilanggan kamu dan tidak mau kamu tingalkan, satu lagi kalau dia marah kamu pergi saja atau kamu senyum dan ketawa, itu kelemahan dia, dan dia tidak serius main cewek, tu biasanya ceweknya yang mengejar - ngejar suami kamu, kalau tidak mempan kamu pura - pura telpon mama mintak di jemput " ucap Mama Lia dengan nada senyum,
"Udah capek Ma! Mungkin dengan kita berpisah, saya ___ " ucap Bella sambil mengeluarkan nafas,
Nak ! Kalau kamu berpisah kamu juga ingin membunuh mama, " ucap Mama Lia,
"Ngak Ma ! Walau aku pisah sama mas Andika aku tetap menyayangi mama, mama sudah saya anggap seperti mama saya sendiri, dan aku akan ikut mama pulang ke malasiya bersama Adit, "ucap Bella sambil tidur di pangkuan mama Lia,
"Ngak nak ! Aku tidak mau kamu pisah sama suamimu, kasihan Adit nak, pikirkan nasib anak kamu, jauh dari mama dan papanya, jangan ya nak ! Kamu mintak apa aja mama akan kabulkan asal kamu tidak pisah sama suamimu, kasihan Adit " ucap Mama Lia sambil menangis dan memohon,
"Ma ! Aku bukan orang matre, mama kok gitu memang aku orang tidak punya ma, tapi aku tidak matre, mama tanyak pada mas Andika kalau aku marah dan keluar rumah, aku tidak perna bawah barang pemberian mas Andika, ATM, ponsel dan yang lainya dan insyaAalloh aku bisa cari sendiri Ma, yang aku mau mas Andika bisa berubah dari segala hal apapun, mama jangan bilang begitu " Ucap Bella,
__ADS_1
"Iya maafkan mama nak! "Ucap mama Lia sambil memeluk Bella dan menangis,
"Iya Ma ! Sama - sama " ucap Bella dengan muka kecewa.